Sebait Kata

Manusiawi kukira, di saat waktu dan nasib menentukan kita harus berpisah dengan sahabat, pilu rasa hati teriris sembilu. Kehilangan sosok istimewa, menjadi pembeda dengan kebanyakan lainnya. Seolah baru saja kemarin kita saling jumpa, belum lagi kita memiliki keluangan waktu lebih banyak untuk lebih mengenal diri masing-masing. Iya memang logikanya kita selayaknya memberikan dukungan penuh untuk langkah kemajuannya. Jangan pernah ucapkan selamat tinggal, jangan katakan kita nggak akan jumpa lagi, koreksi dariku: Semoga kalau ada kesempatan dan jalan yang baik kita akan tetap jumpa lagi.

Baiklah, good luck adikku sayang, be the best, and ever best within my heart.

Mysist

Advertisements

Someday

Selepas mengerjakan seabreg rurinitas rumah sepulang kerja dan baru tuntas di jelang pukul sepuluh malam. Lagi buka-buka lagi akun facebook sembari muterin tembang lawas. Eh, lah kok ya pas banget saat sebuah nama yang udah sekian lama nggak pernah nongol di beranda kabar berita, malam ini baru aja meng-update sebuah posting, berbarengan dengan lantunan manisnya Debbie Gibson & Chris Cuevas, Someday, dari music player-ku.

Lagu manis itu dulu bukan sekadar kenangan di antara kami, lebihnya semacam sebuah ikrar janji, entah nantinya kita masing-masing berada di mana, suatu hari nanti kita akan bersama lagi. Sembari melantun lagu tersebut berdua di jalan setapak di bukit Cibodas (kala itu sedang dalam event piknik sekaligus perpisahan sekolah), jauh di dalam batin yang tak terhitung kedalamannya, serasa teriris. Usiaku dan dia masih lima belas ketika itu. Belum memiliki otoritas atas diri untuk menentukan jalan hidup. Mengingini untuk melanjutkan masa depan bersejajaran karena telah dia begitu percaya menitipkan segala kisah, dan pula aku mengibaratkannya kotak pandora, hanyalah sebatas angan dan secuil harapan untuk suatu hari nanti.

Sesuatu yang kali ini ingin kulayangkan pada langit tentang keingintahuanku, mengapa individu berbeda dan peristiwa serupa berkurun dua tahunan, selalu bersinggah sepanjang hidupku?

Kaldu Ayam

Sepulang kantor sore langsung menuju Jl. Lawanggada, nyari sop buah kaldu alpukat. Tergiur oleh iklannya di IG ( https://www.instagram.com/p/Box-4l0BZdc/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=1l9e1zjdkvtwj ).

Apesnya, nyampe sana kata si penjual kiosnya sedang mati listrik jadi ngga bisa jual sop buah kaldu alpukat, paling bisa sop buah biasa aja. Sama seperti pengantri lainnya di depan saya, akhirnya menjadikan itu pilihan satu-satunya. Sampe rumah, udah kuciwa, capek, plus penat mikirin k.a.m.u, harus menyekap semua rasa sedih, pake ditanya sama ibu saya kenapa pulangnya telat. Jadi aja saya jawabnya: tadi ke Lawanggada beli sop buah kaldu ayam dulu 🤣😅😂🤤

Walk

Semasa tinggal di Bandung dulu, pernah aku jalan kaki entah jauhnya itu berapa kilometer, dari Jl. Sukamaju sampai Jl. Lengkong Besar. Perkaranya, rasanya kepala lagi mumet. Di kampus urusan registrasi SKS belum kelar karena dosen jurusan belum bisa ditemui, padahal besoknya perkuliahan semester udah mulai. Dosen pembimbing skripsi lebih parah lagi, tiap hari ditungguin di kampus, eh, munculnya cuma sekejap mata, abis itu ilang lagi. Di rumah lagi ribut sama sodara. Sama sahabat juga lagi ada masalah. Hadeeehh…berasa satu gentong itu masalah.

Sabtu sore itu, langit lagi cerah. Kepikiran aja pingin jalan kaki. Akhirnya kuayun langkah. Benar-benar berjalan kaki. Sampai depan kampus, iseng banget aja, mampir di gerobak nasgornya Mas Kiki, pesan dan makan disana. Abis itu pulang, tapi naik angkot 😹

Sampai rumah, mandi, ganti pakaian bersih, jalan kaki lagi, kali itu tujuanku Masjid Cipaganti 😇

Sore ini, sepulang kerja kuulang cara itu, hanya aja udahnya maghriban di rumah aja.

Suatu impian sudah hampir di tangan, harus terlepas…

1 = 2

When it shows 1 it perhaps 2. When it is 2 it might be seen by 3.

I have no worried about it. For me, we live in society, dare to be open-minded, and open to people’s thoughts. I don’t have to hide dark behind the night. Kalau ada yang ingin diutarakan ya jangan dibuat di selatan, diutarakan saja 😉, nggak usah pakai TTS, mending kalau tebak-tebakan kata nya udah sekalian diisi jadi langsung bisa dimengerti. Kalau masih berputar-putar dengan aksara bermakna, kan jadinya saya cuma jawab apa adanya.

Mie Kado Surabaya

IMG_20180921_165540_20180921165834834-769x810
in a comfort condition

Nemu lagi yang unik.

Makan mie, bakso, mangkoknya pun bisa dimakan, kriuukk…

Lokasinya di Ruko Yogya Grand Center Jl. Karanggetas Cirebon. Yang jualnya dari sebuah butik di jajaran ruko. Jadi kalau mau pesan masuk dulu ke butiknya. Untuk fasilitas mejanya masih terbatas tersedia satu meja dengan enam kursi di emperan butik berhadapan dengan lalu lalang kendaraan yang mau menuju ke parkiran di basement supermarket. Tapi, kalau lihat info dari IG sih, nanti kalau food court YG udah kelar dirapihin bakalan buka di sana. Karena meja di emperan dirasa kurang nyaman, jadi saya dan teman-teman pesan bungkus lalu kita nyari tempat buat makannya di dalam food court Supermarket Yogya. Untuk saos dan sambalnya juga minim. Hmmm…mungkin karena masih kondisinya darurat..

The point is, jika sesuatu dirasa kurang nyaman, ya dibikin nyaman aja. Hindari diri dari menuntut kenyamanan datang menyapa tanpa berbuat apa-apa, tapi ciptakan apa-apa yang ada menjadi menyenangkan tanpa mengurangi juga kenyamanan di orang lain di sekitar kita. Satu porsi yang dikemas pakai kardus tadi tandas di meja food court, nggak bisa capture, karena hape lagi lowbat juga posisi mie mangkok pangsit dalam kemasan kardus jadi nggak terlihat sisi uniknya. Ada hikmahnya tadi ‘kelebihan’ pesanan’.

Terperangkap Opini Publik

Semasa lulusan sekolah dulu merebak opini, yang saya pikir juga adalah sebuah opini yang juga sudah melekat bahkan pada generasi sebelum saya, yaitu kalau lulusan kuliah jurusan ekonomi atau akuntansi bakalan mudah diterima bekerja di perusahaan manapun, termasuk buka usaha sendiri. Pula beropini kalau dari jurusan eksak akan mudah saja beradaptasi dengan mata kuliah akuntansi. Maka yang terjadi di masa kelulusan SMA dari kelas saya yang berjumlah dua puluh lima orang, mau ngerti mau nggak – dua dalam tiga tahun di bangku SMA fokusnya di bidang eksak berbondonglah begitu lulus sekolah lantas ‘nyeberang’ mengambil jurusan tersebut. Hasilnya, wallahu a’lam… tapi yang sempat saya tahu beberapa dari teman saya kala baru saja melewati satu semester pertama mengaku jeblok begitu ketemu dengan mata kuliah akuntansi lalu memutuskan pindah jurusan. Iya buat yang bisa lancar mengikuti nggak masalah, lancar jaya abadi. Untung saya nggak ikut rombongan yang terjun ke ekonomi-akuntansi. Laah dari masa SMP aja saya keteter melulu di kedua mapel itu, malah sering jadi bulan-bulanan guru mapelnya, saking kesalnya saya sering ‘ngerjain’ mulai dari menaruh aroma tak sedap sampai taro petasan di kolong meja gurunya 😆 Dulu di bangku SMP saya dapat mata pelajaran Ekonomi dan Jurnal Tata Buku (kira-kira sub bidangnya ilmu akuntansi). Jadi begitu lulus SMP dan masuk SMA saya berjanji pada diri untuk nggak mau ketemu lagi sama si eko dan si akun.

Sering kita terperangkap dalam opini publik. Beranggapan bahwa pendapat tersebut sangat benar dan dapat diterima secara universal. Sementara isi kepala, kemampuan, kecakapan, bakat, minat, visi setiap individu adalah unik.

Tahun 2008 pernah saya diberangkatkan untuk Master Class Program di bidang Geomechanical Application Technology. Untuk peserta umum dikenakan biaya delapan juta rupiah. Buat saya yang Alhamdulillah dapat free ticket boleh gratissss 🙂 plus fasilitas dan akomodasi yang saya dapat nggak beda dengan yang berbayar. Sudah ditanggung full oleh instansi. Konon informasinya kalau beroleh sertifikasi resmi program tersebut mudah lolos. Lolos kemana ya nggak tau, wkwkwk… Sayangnya, buat saya, ilmu dari program tiga hari di Hyatt Bandung yang Instrukturnya aja International Geomechanics Specialist, nggak ada apa-apanya :mrgreen: Mau disangkutin kemanaaa di bidang pekerjaan saya yang di tahun tersebut berkutat mengelola media massa online. Jauh sangat panggang dari api 😆