Tahu Baso

Tahu Bakso_1

Buat alternatif sarapan aja. Kemarin sembari mampir ke pasar siang bolong di jam istirahat mencari sayur yang masih tersisa, sekalian beli sebungkus baso dan sebungkus tahu masak alias sudah digoreng. Kebetulan jumlah masing-masingnya sama, ada sepuluh buah. Besok paginya, saya ambil masing-masing separuhnya saja. Kalau ada yang nanya ini resep dari mana, saya jawabnya ini mendadak terlintas di kepala saya saat melihat tahu dan baso di pasar kemarin πŸ˜€

Jadi pagi ini:

5 butir bakso

5 buah tahu

1/4 sendok teh garam

merica seujung sendok teh aja

50 gram tepung terigu

siapkan juga air untuk merebus, untuk adonan terigu, dan minyak goreng

Rebus bakso sampai mendidih, masukkan garam dan merica selama merebus.

Belah sedikit saja satu sisi masing-masing tahu.

Buat adonan tepung terigu dengan air secukupnya.

Setelah baso matang, angkat dan tiriskan. Tunggu sampai agak dingin. Setelah dingin, masukkan baso ke dalam tahu. Masukkan tahu yang sudah berisi baso ke dalam adonan terigu. Aduk-aduk. Panaskan minyak dalam penggorengan. Goreng tahu secara bertahap sampai menguning dan matang. Angkat sajikan selagi hangat dengan tambahan saus sambal.

Roti Batik

Roti sobek bermotif batik mega mendung, sebagaimana batik khas Cirebon.πŸ‘ thumbs up buat traditional creative

Bukan hanya bahan kain yang bisa dibatik, ternyata roti juga bisa dihias serupa motif batik mega mendung.

Sore ini melintas di depan Superindo. Nggak sengaja saya melihat ada penjual roti keliling. Sekadar bermodalkan keranjang kue dia tengah dikerumuni beberapa pramunia di depan pintu supermarket. Ikut mampir, niatnya mau nyari buat sarapan besok pagi. Eh, malah nemu yang unik begini. Lima belas ribu rupiah untuk roti batik yang berisi coklat, keju dan susu.

Es Dawet Ireng

Tadi abis menunai ritual makan siang di tempat favorit bareng teman-teman, saya sempat melipir sendiri di kala teman-teman sudah menuju ke mobil di parkir basement Yogya Grand. Sudah lama sering saya lihat di salah satu sudut ruang basement ini ada penjaja makanan dan minuman tradisional, hanya seringnya luput dari perhatian saya yang biasanya rajin mengulineri kuliner-kuliner terutama yang tradisional.

Es Dawet Ireng khas Purworejo. Bikin penasaran. Biasanya cuma nemuin yang ijo-ijo aja. Udah gitu kalau yang biasa wadahnya pakai ember :mrgreen: Nah yang ini pakai kendi. Harganya lumayan meriah abis, satu kemasannya seharga Rp. 8000,-.

Sekilas info tentang Es Dawet Ireng:

Es Dawet Ireng, minuman dari tepung beras berwarna hitam pekat. Berbeda dengan es dawet biasa yang berwarna hijau karena memakai daun suji, dawet yang satu ini memakai abu merang atau jerami yang alami, sehingga menghasilkan warna hitam pekat atau keabu-abuan dan rasa yang lezat dan kekenyalan alami di dalam dawet.

Merang adalah sejenis padi-padian yang banyak tumbuh di dataran Jawa. Padi atau merang ini akan dikeluarkan dahulu bulirnya, lalu dibakar menjadi serpihan-serpihan kecil. Abu merang ini kemudian dicampur air yang kemudian bisa dijadikan pewarna makanan. Selain warnanya jadi hitam, merang juga menyumbangkan tekstur pada dawet yang kenyal alami dan enak.

Tepung beras yang sudah diadon ini kemudian dicampur dengan air abu, lalu dimasak dan dicetak dalam cetakan khusus yang akan membentuk cendol menjadi serpihan-serpihan kecil berwarna hitam. Adonan dawet ireng itu kemudian ditampung di dalam air es, agar serpihan dawet tidak saling menempel. Air dingin pun dibuang, dawet yang alami nan segar ini bisa langsung dinikmati dengan kuah santan bercampur air gula​ merah​.

Article Source: Dawet Ireng

Be Social

Thank you, sweety!

Good luck ya, sist

Hati-hati di jalan, say!

Hey cantik!

Ungkapan-ungkapan semacam itu tentunya akrab di telinga kita dan tidak lagi bersifat eksklusif. Sering dari teman akrab, sodara, dan bahkan lebih seringnya dari pedagang. πŸ’°πŸ’΅

Tidak ada yang istimewa, dan memang tidak perlu juga dianggap istimewa. Hanya ungkapan sekadar pemanis cita rasa sebagai wujud keakraban dan kesetiakawanan keseharian. Secara pribadi saya juga yang menganggap itu hal biasa. Toh, kalaupun yang mengungkapkannya benar-benar care, so just enjoy your life. Adapun saya nggak ngeh dengan ungkapan manisnya ya anggaplah sepoi angin lalu. Nggak perlu balas nge-gas. Seolah yang berhak mengungkapkan sayang itu semata hanya mutlak si dia seorang. Hmm…where do you live?

Drives us to be Here

Beginilah kalau ‘I Love Monday’ udah tau Senin banyak kerjaan, tapi malah melipir kuliner kemana-mana. Dari sini aja kita masih lanjut lagi ke batagor di pinggiran trotoar masih di ruas Pilang Raya.

Alih-alih nyari yang nampol, tapi sepertinya ada yang lebih tersirat dalam pikiranku dan Jee. We’ve been here with you. It drives us to point this place today, again. Yep, dia hadir semalam dalam mimpiku, mungkin juga dia menyinggahi alam tidurnya Jee sebelum ini.

Pohon Pisang

Ditinggalkan 2 bulan proses pembangunannya, bisa tumbuh pohon pisang di lahan yang sudah berlapis pasir, batuan, dan semen yang sudah kering

Sebelumnya lahan persis di sebelah rumah saya ini adalah sepetak tanah kosong, seukuran dua ratus meteran, hanya ditumbuhi rumput liar, tanaman singkong, pohon pepaya, dan pohon pisang tak terawat. Di sebelahnya lagi adalah sebuah rumah yang berstatus sudah lama dibeli orang namun belum lagi dihuni karena kondisi rumah tersebut memerlukan renovasi.

Awal Februari 2019, mulailah perombakan rumah dan sepetak tanah tadi dilakukan. Seluruh tanaman di sepetak tanah tadi pun tamatlah riwayatnya berganti dengan batuan pondasi, semen, pasir, dan batu bata. Jelang lebaran Idul Fitri kemarin proses pembangunan berhenti, kondisi rumah masihlah berbentuk puing dan pilar berlandaskan semen, pasir, dan bata yang tidak beraturan.

Semula saya nggak memperhatikan detail bentuk bangunan belum tuntas tersebut, sekilas pandang pun sehari-hari hanya terlihat seperti layar televisi jadul, hanya berwarna abu-abu. Namun ada yang mendadak mencuri perhatian saat sore ini saya melintas di depannya, kenapa tiba-tiba ada warna hijau? Sudah berapa lama pohon pisang itu bertumbuh di situ? Bisa-bisanya pohon pisang bertumbuh di lahan kering, gersang, dan beku? Luar biasa semangat hidup pohon pisang itu. πŸ‘