Berlayar

Long weekend ini belum bisa piknik jauh, mending mantai aja kali ya? Kalau di edisi pertama sebelumnya ke Pantai Kejawanan bersepeda, kali ini nggak bawa sepeda sih, tapi nyempatkan diri buat ikutan berlayar ke tengah laut naik perahu nelayan 🛥 melihat perbedaan warna air lautnya dari pinggir pantai yang semula kecokelatan berubah semakin ke tengah semakin hijau, tambah lagi seru-seruan bersama penumpang lain berteriak bareng-bareng saat perahu diombang-ambing ombak.

IMG_20180617_111748-1296x972
my adventure @Kejawanan sea. June, 17 2018

Kukira bakalan lempeng aja nih perahu jalannya. Sampai mendekati tengah lalu balik lagi ke tepi. Waduh! Ternyata makin ke tengah makin diombang-ambing ombak dan semakin jauh berada di atas permukaan air yang sudah berwarna hijau semakin tinggi ombaknya. wow! Seruuuu! Mana posisi dudukku tadi cuma kebagian di posisi yang memunggungi arah perahu. Jadi aja mirip kalau naik angkot yang udah penuh penumpang terus kebagian tempat duduknya di ‘bangku artis’ 🤪 haha…

pixlr-2175x2175

 

Advertisements

FRIENDSHIT

“FRIENDSHIT”

by QueenNakey on Wattpad https://my.w.tt/mCnWcmP1DN

GENERAL FICTION

Hanya kehidupan sehari-hari tentang Kana, cewek super pemales yang tidak mau melakukan semua hal karena dianggap repot. Keseharian Arlan, cowok terlalu rajin yang mau melakukan semua hal yang Kana anggap repot. Juga orang-orang di sekitar mereka…

comedy fiksiumum humor love queennakey romance sahabat

1. Belanja

by QueenNakey

Merangkak menuju jendela kamar, menatap langit siang yang terang. Angin sepoi-sepoi menyapa lembut. Cewek yang masih memakai piyama pukul sepuluh pagi itu kembali duduk.

Kali ini dia ngesot ke lantai. Membongkar tumpukan sampah plastik berharap menemukan beberapa camilan.

Tidak ada.

Bahkan kamar berantakannya pun tidak bisa menutupi makanan ringan walau secuil.

“Ngh…” manik layu itu menatap malas. Di kamarnya hanya ada laptop yang menyala, dua ponsel, dan ratusan komik yang dia jejalkan ke lemari pakaian karena merapikannya terlalu merepotkan.

Lapar.

Orangtuanya bekerja. Cewek berambut sebahu itu menggaruk kepala belakangnya sesaat. Menoleh menyorot cermin. Sudah berapa bulan dia tidak menyisir?

Perutnya kembali berbunyi. Di rumah dia hanya sendiri. Andai dia punya saudara, tentu dia tidak akan kerepotan seperti ini.

Lapar.

Mungkin dia harus pergi ke minimarket. Tapi dia tidak bisa mengendarai motor. Jarak rumahnya ke minimarket sekitar 500 meter. Kalau PP, artinya dia harus berjalan sekitar 1 KM.

“Main game aja ah.” Namanya Kana. 21 tahun, mahasiswi di salah satu Universitas yang cukup terkenal di Bandung. Sedang libur karena menolak menjadi panitia OSPEK layaknya teman satu fakultasnya yang lain.

Mengabaikan perutnya yang lapar. Dia bisa makan kalau nanti sore Mamanya pulang. Kana mengambil ponselnya, dia membuka game MOBA namun tidak bisa login. Dia mendapat sms pemberitahuan.

Kuotanya… Habis.

Wajah Kana langsung pucat. Dua ponselnya mendadak sama-sama tidak berguna.

“Gue gak punya pilihan.” Kana menukar pakaian. Dia bisa saja menahan lapar, tapi tidak mungkin bertahan tanpa internetan. Memakai celana kain hitam, singlet hitam, mantel cokelat. Kana mengambil tas selempang kemudian memakainya.

Dia meraih sepatu kets. Berdiri di depan rumah, kemudian menghela napas berat.

“HIDUP KUOTA!!!” Kana bisa dua hari tanpa makan. Tapi dia tidak bisa beberapa jam tanpa internet. Karenanya, hari ini… setelah lebih dari satu bulan mengurung diri di kamar, dia sudah siap berpetualang.

***

Menyusuri jalan setapak. Dianggap asing di lingkungannya sendiri. Kana membalas sapaan beberapa ibu-ibu komplek yang bertanya dia anak siapa? Mau ke mana? Dengan manis Kana menjawab hendak pergi ke Alfi. Lalu mohon pamit tergesa yang sebenarnya isyarat dia tidak terbiasa bersosialisasi.

Nyebrang ke jalan raya. Dengan napas putus-putus Kana sampai di tempat tujuan. Dia membeli banyak camilan yang ringan dibawa pulang. Maklum, Kana tidak suka berolahraga. Bahkan Akea botol 1,5 liter saja terlalu sukar Kana bawa sendiri.

Kana tidak terlalu suka berbaur dengan lawan jenisnya. Dia takut setiap berjalan melewati sekumpulan cowok. Alhasil setiap melihat cowok berkumpul Kana akan lari.

“Tuh cewek kenapa, sih?”

“Gak ngerti cara larinya lucu banget. Awas kesandung Neng!”

Brugh!

Menginjak batu, Kana terjatuh. Dia berdiri, menepuki pakaian dan celananya yang kotor. Melirik cowok-cowok yang menertawakannya dan salah satu hendak membantunya berdiri. Sebelum cowok itu sampai, dia lebih dulu melarikan diri.

Napasnya habis. Perjalanan ke minimarket seperti sedang berjuang mencari kitab suci. Menghabiskan waktu satu jam, akhirnya Kana sampai di rumah.

Dia berdiri di depan pintu, menatap cowok jangkung yang sejak tadi mengetuk pintu rumahnya namun terkunci.

Cowok itu terkejut melihat Kana yang baru pulang dengan penampilan super kacau. Dia mendekat, mengelap kening Kana yang banjir keringat.

“Lo dari mana? Kotor banget.” Namanya Arlan. Sahabat baik Kana sejak kecil namun memiliki kepribadian yang bertolak belakang dengannya.

“Gue jatuh.” Kana mengadu. Matanya berkaca-kaca. “Celana gue robek.”

“Emang lo dari mana?”

Alfi.” jawaban Kana membuat Arlan terkejut. “Gue pergi ke Alfi jalan kaki sendiri.”

Kana menangis terisak. Antara kasihan dan haru, Arlan menepuki puncak kepala Kana bangga. Dia tidak akan menyinggung soal Kana yang pulang babak belur begini hanya karena pergi belanja sendiri.

Soalnya dia Kana loh. Kana. Cewek yang mau keluar rumah kalau hanya ada sesuatu yang darurat saja.

“Gue bangga sama lo, Na.”

“Capek!”

Arlan tersenyum, mengambil alih belanjaan Kana. Cowok ganteng itu merangkul bahunya, “Hm. Nanti biar lo gue pijitin. Kamar lo, gue juga yang beresin. Tapi inget, seenggaknya CD sama BH lo pisahin dulu dong. Malu gue lihatnya.”

“Hm…” Kana menyahut tidak tertarik. “Banyak maunya lo.”

“Tau diri dong.”

***

Cuma kumpulan cerpen aja. Tanpa jadwal update.

Idul Fitri 1439H

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Selepas bulan Ramadhan semoga

Allah berkenan memudahkan kita

meraih predikat takwa.

Taqobbalallahu Minna Wa

Minkum

(Semoga Allah menerima amal

ibadah kita semua)
Mcoffeey

mengucapkan :
*_Selamat Hari Raya Idul Fitri_*

*_1439H_*
minal aidin wal faizin

Mohon Maaf lahir & batin
Wassalam

🙏🏼
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿

4 days

Seumur-umur kerja, baru kali ini dapat tugas standby di jelang Idul Fitri, di hari-hari cuti bersama. Segala faktor memang sangat mendukung penugasan buatku, posisi rumah paling dekat ke kantor, ada data produksi yang harus update setiap hari termasuk di hari libur, dan aku nggak kemana-mana, nggak punya agenda mudik lebaran. Jadilah empat hari aku bertugas stand by @office sesuai jam kerja berlaku selama bulan Ramadhan: 7-15.

H1 – Horor di siang bolong

Nggak ada mikir apapun selain apa yang mesti kukerjakan di hari pertama Senin pagi, ngupdate data produksi mulai dari data hari Sabtu sebelumnya sampai data hari Minggu. Selesai update jam sembilan pagi. Jiiaaahhh…server mati. Aplikasi buat entry data otomatis nggak bisa diakses. Who’s to call? Di hari begini benar-benar sebatang kara aku di kantor. Adapun kemarin lihat list jadwal stand by mestinya ada beberapa rekan yang stand by juga tapi ternyata cuma jadwal ‘buat laporan aja’. 😦 Orang IT nggak ada, si boss juga nggak ada. Lah terus piye iki data? Pintu ruang si boss lampunya nyala, begitu aku tengok yaah… kosong. Muter otak, aku cek ruang sebelahnya tempat pc server. Nekad aku masuk, nggak pake nyalain lampunya dulu karena kupikir toh masih ada cahaya matahari masuk lewat jendela, meski ruangan itu terlihat remang. Meja pc server berada di paling dalam di sudut ruangan. Kucoba otak-atik pc server, pc itu masih tetap dalam kondisi aktif. Hanya sebatas klak-klik buka windows explorer, nyari link-link entah apapun, buka command prompt, nihil! Nggak ngerti harus diapain dan gimana caranya mengaktifkan servernya. Aku keluar lagi dan kembali ke ruang kerjaku. Kucoba jalan lain, lewat database access, artinya harus aku buat dulu datanya dalam bentuk template manual. Hiyaaaa… berasa sedang nyoba berpindah-pindah dari kemudi matic ke kemudi manual. Selesai dalam waktu tiga jam. Nyatanya tetap saja aku menemukan jalan buntu saat mencoba meng-uploadnya lewat database access. Ada nomor urut harus diisi dulu tapi susunan nomor per sumurnya tidak berurut. Haduuuhh pusing pala jodha! Jam sudah menunjuk hampir pukul dua belas siang, adzan dhuhur pun berkumandang dari masjid berjarak sekitar lima ratus meter dari kantor. Penasaran dengan server, aku kembali menyambangi ruang server. Kali ini pake nyalain dulu saklar lampu dekat pintu. Tanpa pikir macam-macam kucoba lagi utak-atik. Lagi serius-seriusnya kepoin pc server, tiba-tiba…

BRAAKK!!!

Sontak aku menoleh kaget ke arah sumber suara. Sebuah odner terjatuh dari tumpukkannya di kursi di sebelah meja server. Still with calm, aku beranjak dan mengembalikan odner yang mendadak jatuh sendiri tadi ke tumpukkannya, lalu mematikan saklar lampu dan kutinggalkan ruang server setelah pintunya kututup kembali. Hmm… aneh kalo diinget. Tumpukan odner tadi tidak terlalu tinggi, hanya ada dua tumpukkan di atas kursi yang tinggi kursinya hanya setinggi lutut dewasa. Kalaupun terjatuh suaranya mungkin nggak akan sekeras itu, lah ini sih dari suara hentakkannya seolah odner itu dibanting. Hiiyy…. tapi ya sudahlah, kembali aku fokus merapihkan file yang kukerjakan tadi. Abis itu matikan pc lalu pulang. Masih ada tiga hari berikutnya berpetualang stand by.

H2 – si boss dan langkah mute-nya

Pintu ruang kerja kubentang lebar pakai apar besar sebagai pengganjal agar pintu tidak menutup secara otomatis. Padahal bisanya kalau weekend aku kesini santai aja sendirian di ruang kerja dengan pintu tertutup. *masih keinget tentang odner kemarin*.

Sekitar jam delapan tiga puluh, akhirnya si boss nongol juga, langsung aja aku infokan keluhan tentang data yang belum bisa diupload karena server-nya mati. Sebentar aja si boss nanganin masalah server, malah dia pake ikut nunguin juga sampai kerjaanku kelar (nunggu di pos jaga di basement).  Cuma, tadi kenapa pas si boss masuk nggak ada sama sekali kedengeran suara langkahnya ya? Padahal kalau di hari-hari kerja biasanya langkah kaki si boss tuh paling berisik. *nepokjidat* kenapa tadi aku nggak merhatiin kakinya ya? kali aja nggak napak ke lantai makanya nggak kedengeran apa-apa pas dia datang dan pergi tadi. Jam sepuluh, kelar udah kerjaanku. Turun ke basement, pulang. Nggak lupa pamit dulu ke si boss yang lagi ngobrol sama shift jaga di pos. Tuh kan…. lupa lagi aku, nggak liat kakinya wkwkwk…

H3 – Dikunjungi Supervisor.

Si Mbak Pengawas sidak sekitar jam delapan. Biasa aku nggak pernah ngobrol sama beliau jadi mau nggak mau ngobrol juga deh sejenak. 😊

H4 – nothing happen

All done, lancar jaya abadi, udah ah, jam delapan lima belas dah kelar, pulang. Cuaca masih suam-suam kuku, sepertinya enak nih buat lanjut jalan-jalan. Besok lebaran.

Scrambled Egg Bread

Pernah menyantap yang begini dimanaaa… ya? hehe… *pura-pura amnesia* 😅

scrambled egg bread dapoer mcoffeey

Selama masa bulan Ramadhan, yang namanya mau keluar rumah sore-sore buat nyari makanan jadi enggan, lalulintas jalan-jalan raya di musim puasa ini di jelang senja luar biasa dipadati pengendara bermotor. Macet di setiap ruas jalan.

Seadanya aja deh, seperti biasa, manfaatin yang ada di dapoer mcoffeey, paling tadi pergi keluar rumah menuju minimarket di sekitar buat beli roti tawar. Sekembali ke rumah, mari kita buat…

Olesi dua lembar roti dengan mentega dan selai kacang, tangkupkan. Buat dadar telur orak-arik, sisihkan. Siapkan pemanggang happy call yang juga diolesi dengan mentega, panaskan di atas api kecil. Panggang roti bolak-balik hingga kecokelatan, angkat. Sajikan di piring, taburi dengan orak-arik, bubuhi dengan mayonis dan saos sambal. Mari berbuka puasa.

Anak-Mantu Zaman Now

Semasa sebelum ini, sering pula saya termasuk orang yang kerap menyitir teman atau orang lain di akun sosmed saya setiap kali kesal dengan ybs. Memang saya tahu itu salah, dan resikonya kami bertengkar dan bermusuhan. Namun, setiap kali saya kesal dengan keluarga, orang tua, tidak pernah sepatah katapun saya umbar di akun media sosial saya, apalagi sampai menyitir ibu/mertua sendiri. Semoga saja orang yang menistakan lalu mengumbarnya di akun sosmed tentang ibundanya atau mertua yang notabene orang tuanya sendiri, lebih pula di Bulan Suci Ramadhan, mendapat azab yang setimpal dari Allah SWT.

Roti Bakar W.O.W

W.O.W.

Wow! Makin berkembanglah kreativitas anak jaman now. Sekali ini ada pula roti bakar yang konon kabarnya rotinya asli dibakar. Nggak cuma asli dibakar ternyata toping dan isinya pun kekinian, ada greentea, moca, cadbury, ovaltine, dan milo.

Roti Bakar w.o.w Jl. Sunan Gunungjati Cirebon (depan Giant)

Tapi yang saya pilih yang isinya abon sapi pedas, bolehlah isi keju bertoping greentea ikut menemani. 🙂

Class of Chocolate

IMG_20180520_171621-777x1036

seadanya bahan yang ada di dapur 🍱

– 4 butir telur

– 70 gram gula pasir

– 80 gram tepung terigu

– 30 gram bubuk cokelat van houten

– 100 gram mentega, cairkan

– 1/4 sendok teh bubuk vx

– 1/2 sendok makan TBM

– 1-2 batang cokelat L’agie Alpine Bitter Sweet

Let’s do it!

  1. Campurkan terigu bersama cokelat bubuk dan vx.
  2. Aduk dengan mixer telur dan gula pasir sampai mengembang. Tambahkan TBM, aduk rata.
  3. Setelah selesai di-mixer, tuangkan terigu yang sudah berwarna cokelat bergantian dengan mentega cair secara bertahap, aduk pelan-pelan sampai rata.
  4. Tuang adonan ke dalam loyang yang sudah diolesi mentega dan dibubuhi tepung terigu secara merata. Tuang setengah bagian dulu lalu parut batang cokelat L’agie. Tuang lagi adonan sampai habis, tambahkan lagi parutan cokelat L’agie di atasnya.
  5. Panggang dalam oven dengan temperatur 180° selama kurang lebih dua jam. Angkat, diamkan sejenak hingga panasnya mereda lalu sajikan