Ngobor @Sate Obor 99

Yiuuuu merapat di Sate Obor 99, daging kambing muda, sate hotplate, empuk, dan maknyuss…

Lokasinya di Jl. Samadikun 79, seberang Hotel Neo, Kota Cirebon.

 

#no gloomy

#no weary

#noย ย irritable state of mind

#no picking around

#love fun (just like me ๐Ÿ˜€ )

#join me ๐Ÿ™‚

‘Cause I love fun and I love friendship

Advertisements

Amnesia

Dulu bersahabat, kini berjauhan

pernah ramah, tempo lain seperti marah

kadang memendam benci, sebentar sayang, lalu ungkap rindu lewat hamburan kisah

biasanya jujur, namun tiada jarang sembunyikan dusta

inginnya bersama tapi merenggangkan langkah

mengingini keinginannya sendiri namun merutuki keputusannya

Baiklah. Apalah aku artinya. Kerabat bukan, pun bukan orang terdekat. Maklumi saja kealpaanya yang kerap timbul-tenggelam. (baca: amnesia). Aku tak akan kemana, meski kadang kau tak suka. Kuulur keikhlasan tanpa memaksamu.

Biasanya memang kambuh lalu berangsur sembuh. Kalau tiada pulih jua biarlah kuasa Ilahi yang menyembuhkannya ๐Ÿ™‚

 

Kue imoet

Hasil googling karena niat nyari resep kue cubit. liburan ini nyoba aja…

Bahan:

  • 3 butir telur
  • 100 gram gula pasir
  • 100 gram tepung terigu, maaf aku kurangi takarannya jadi 70 gram supaya nggak jadi adonan bolu ๐Ÿ™‚
  • 100 gram margarin, lelehkan
  • 1 bungkus vanili bubuk
  • ยผ sdt soda kue
  • ยฝ sdt baking powder
  • cokelat meises secukupnya
ย 
  1. Siapkan wadah lalu masukkan telur dan gula pasir, kocok hingga mengembang serta gulanya menjadi larut. Menggunakan mixer untuk lebih mudah dan cepat mengembang.
  2. Masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit dan aduk hingga rata. Tuang margarin cair, aduk rata dan kemudian masukkan soda kue, baking powder dan vanili bubuk. Setelah adonan rata, masukkan adonan ke dalam wadah yang ada mulutnya seperti teko atau gelas takar agar adonan lebih mudah saat dituangkan ke dalam cetakan.
  3. Panaskan cetakan kue di atas api kecil yang terlebih dahulu diolesi sedikit margarin. Setelah panas, tuang adonan dengan volume setengah cetakan
  4. Saat adonan sudah setengah matang dan mengembang, taburi dengan cokelat meises lalu tutup dan teruskan memanggang hingga matang serta bagian bawah kuenya sedikit berwarna kecokelatan. Keluarkan dari cetakan lalu sajikan hangat.

IMG_20170902_210639

Cemilan sederhana sebagaimana rasa yang kupunya. Kutak miliki banyak uang dan materi untuk membeli cinta, hanya kuberbagi ketulusan lewat cipta dan karya.

Merdeka Ruang dan Waktu

Awalnya sempat terpikir, memindahkan yang biasa. Tetapi resikonya agak merepotkan. Butuh ektra energi dan keluangan waktu. Lantas, terinspirasi dari arti makna kemerdekaan RI yang ke-72. Dalam perihal yang agak-agak meranah pada urusan baper, sehingga perlulah sekiranya aku memaknai makna merdeka itu adalah memberikan ruang dan waktu. Ruang dan waktu bagi individu agar bisa mengenali dirinya sendiri, mengenali apa dan bagaimana maunya, dan tentang pewujudan keinginannya sendiri seperti apa. Agar tidak perlu ada yang merasa terikat dan diikat. Agar tidak perlu ada penimpaan rusuh-resah atas dasar keinginan yang lain. *Jadi keinget lagunya kang Yana huhuy ๐Ÿ™‚ *

Oat

Sepertinya ada yang salah :mrgreen:

 

Sebagaimana tradisi di opis, setiap ada yang bepergian ke luar kota pulangnya bawa oleh-oleh, ya emang hukumnya bukan wajib juga. Kalau berkenan, kalau nggak ya nggak apa-apa. Sekali ini rekan terdekat ceritanya baru aja pulang dari bepergian. Sebungkus bingkisan pun digeletak begitu saja di meja tengah di ruangan kami setiba dia di kantor. Tanpa basa-basi, dan kami pun yang telah lama mengenalnya sangat maklum dengan karakternya yang kadang-kadang ‘nggak mudeng’. Meski setibanya dia di meja kerjanya udah kami senggol-senggol tentang oleh-oleh dia nggak menyahut, asyik sendiri dengan ponsel dan browsing internert di pc-nya.

Satu jam kemudian teman-teman dari ruangan lain datang menyerbu dengan pertanyaan yang serupa, nggak jauh dari tentang oleh-oleh. Karena sedari tadi ada bingkisan tergeletak di meja tengah, *secara meja tengah ini dipakai buat umum oleh kami. Apalagi kalau ada yang bawa makanan atau cemilan udah pasti ditaronya di meja tengah*. Ya kami serbulah bingkisan yang berisi keripik bawang dan sebungkus oat yang sepertinya dibeli dari supermarket. Seorang dari kami malah sempat protes…. “ini sih bukan oleh-oleh Bandung,” meski begitu tak peduli, kami tetap menyerbunya.

Rada herannya, karena yang terdekat posisinya adalah aku. Dia nanya,

“itu apa?”

“oat.” jawabku santai sembari mulai membuka dan mengunyah.

Dia cuma melongo agak lama kemudian geleng-geleng kepala.

Lalu sejenak aku mampir di pantry, eh… ada sebungkus keripik pisang tradisional.ย Pikir punya pikir sepertinya ada yang salah nih… Sementara teman-teman lain sudah menggaruk beberapa bungkus oat dengan santainya, tapi kenapa aku merasa berdosa sendiri yah? ๐Ÿ˜€ Habis, dari tadi ditanya olehku dan oleh teman-teman lain dianya nggak mudeng, not responding, alias nggak ngejawab sepatah kata pun. Hanya yang aku perhatiin tadi saat teman-teman belum menyerbu bingkisan di atas meja tengah, dia beberapa kali menggumam nama salah seorang teman kami. Oup’s! Apa jangan-jangan oat dan keripik bawang ini dikhususkan hanya buat seseorang aja ya?

#Setiap abis dari bepergian jauh selalu ada yang “dikangenin”. Mungkinkah oat dan keripik bawang itu hanya untuk seorang? OMG….. ๐Ÿ˜†

Ponegoro

Sembari bersantai malam biasa aku ngerunguin radio. Terkesiap begitu mendengar sekilas iklan sebuah toko bahan bangunan, usai si pewara menyebutkan beraneka produknya, ย ia pun menyebut beberapa cabangnya di kota ini, di antaranya disebut cabangnya: di Jl. Ponegoro. Yang tadinya aku nggak ngeh dengan iklan jadi penasaran. Bener gitu ya tadi disebut Jl. Ponegoro???

Memang ini bukan baru satu-satunya kelucuan akibat kebutaan tentang nama pahlawan tanah air kita. Nggak jarang dulu pun saya sering dengar kelucuan serupa ini…

T: Rumahnya di mana?

J: di…. ponegoro

atau….

T: Kuliahnya di mana?

J: di… patiukur

#72 Tahun Indonesia Merdeka

#yuk baca lagi tentang Pangeran Diponegoro

#Dipati Ukur bukan di Patiukur

Sandal Jepit ke Mall Elit

IMG_20170805_124147

Menghabiskan sisa waktu sebelum kembali ke kota tepi laut, ceritanya ngedadak nge-mall sejenak bareng salah satu sahabat alumni 96 Jakarta, namanya ngedadak ga ada prepare apa-apa, menyambangi kawasan salah satu pusat perbelanjaan elit dengan style sandal jepit. Mana di pijakan escalator di dalam jelas tertera tulisan: “Untuk kenyamanan anda, mohon tidak menggunakan sandal jepit karet di dalam mal ini. Pantas aja di pintu masuk tadi aku diajak senyum ‘penuh arti’ oleh pak sekuriti ๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜‚

@Sogo-Metro Pondok Indah Mall

05 August 2017

96 in the House

Sehari sebelum keberangkatan ke acara reuni 04 Agustus 2017, saya beli zipped bag ini, ternyata teksnya memang “pas” banget. Entah ini kebetulan atau apa…

Lapangkan hati seluas samudera, terangkan pikiran seterang surya, pula pemahaman atas aku, kamu, dia, dan mereka. Mengagendakan perjumpaan bagi yang lama tak bersua memang tak semudah menengadah pada langit. Sikon profesi menuntut dedikasi di sisi lain kesetiakawanan meminta belas kasihan. Pengorbanan memang harus didahulu dari diri sendiri. Waktu, biaya, tenaga, kupetakan untuk tiga hari bertandang ke ibukota. Ah, salah pula sangka mengira, mengajak semua bersua nyata dikira hanya beberapa, cemburu pun menguras jiwa. Semua mengambil langkah mundur dari agenda. Cepat aku memutar rencana awal. Perjumpaan nostalgia di satu titik batal, tak ingin semua pengorbanan sia-sia, langkah maju terus melaju, strategi pun kubuat door to door. Lebih pula, tak ada jarak berdekatan di megapolitan. Alhamdulillah, silaturahim tetap terwujud.

Hutang emas dibayar emas. Bukan, bukan tentang berapa gram dengan sejumlah nominalnya. Inilah wujud pengimpasan hutang emas yang dahulu pernah diberikan padaku. Empat tahun masih kucatat dalam ingatan, sahabat sepermainan di dua puluh empat tahun silam pernah dengan niat baik dan tulusnya ingin menautkan kembali tali silaturahim, meski kala itu dia harus berjuang melewati arus di lautan padat merayapnya mesin-mesin beroda di pasca Idul Fitri 1434H. Meski kala itu keadaan tiada sampai mengizinkan wajah kami saling bertatap agar kedua tangan kami saling berjabat erat, namun bisa kubaca niatan baik dan tulus sepanjang penempuhan perjalannya, kami saling memantau tiada putus, sebagaimana keteguhannya untuk menyinggahi keberadaanku tiada pupus.

Lalu, kalau tiada lagi yang mengawali niatan baik dan tulus, haruskah kita menunggu putaran waktu menggerogoti usia kita? Tidak. Biar kutegaskan langkah. Usah beresah pada lelah. Biarkan pengorbanan semua itu termasuk pengorbanan hati karena kesilapan paham justru menjadi berkah. Selamat hari Persahabatan ๐Ÿ™‚

Shrimp City – Cilebut Bogor – Ps. Jumat Jakarta,
04 Agustus 2017

Lebak Bulus

IMG_20170803_155259

Melukiskanmu kini menggugah haruku, perlahan terbayang pasti garis wajahmu…

Wajahmu telah banyak berubah. Lama kutak lagi lihat keadaanmu, hanya kenangan tersimpan dalam gulungan memory ketika dahulu setiap pagi kulintasi ini dengan seragam putih dan merah, hingga putih dan biru, dua puluh tahun lebih yang lalu.