Meluntur

Dibutuhkan kepekatan sebuah warna, ketika tinta dipaksa bungkam seribu bahasa karena cinta tengah mendrama di hadapan mata. Karena setelahnya, kamu akan tahu apa makna kata meluntur.

#naik angkot GG, tujuan belum pasti. Kalau ada yang unik jangan dibeli, karena harus turun dulu.

😀

Advertisements

Talks

Speak by using the other person’s language!

Talk is easy, but make the other person understand the idea we want to convey is not necessarily understandable to the other person if different profession, background and so on. Such as, when I talk about the use of templates in a job to someone who he does not understand what template is. While he only knows the use of computers limited use of form like typing in ms word, excel, and how to use internet browsing. Will I call it a template, or should I illustrate it as a form in ms excel? So, don’t let you and him frustrated just because both of you doesn’t catch each other #talks

Ber-uang

download

Saya pengen ketawa saat melihat postingan seorang teman, intinya dari postingan foto ber-caption bahwa teman-temannya udah kayak keluarga. Saya cuma pengen tanya balik, apa iya seperti itu? Apa iya teman yang menyetiai dirimu selama ini benar-benar teman sejati, apalagi sampai menganggapmu saudara? Ge-er banget lo! Bukan apa-apa, karena baru-baru kemarin seorang yang semula saya kira sosok yang masih jauh dari kontaminasi dunia, seorang yang semula saya pikir akan menjadi teman baik saya, lebih pula ibunya pernah membisiki telinga saya supaya menjaganya, nyatanya terang-terang berpaling, menjauhi saya, membuang saya, lalu habis-habisan pula pedekate ke teman yang posting hal tadi.

Kenapa? Kenapa dia bersetia mati-matian padamu? Menganggapmu saudara? Menganggapmu keluarga? Dulu, dia pun nyaris bersikap serupa itu pada saya. Sayangnya, segala keterbatasan saya membuat jurang menganga antara saya dengan harapannya. Saya lebih sering membuatnya kecewa. Ya, kecewa karena  saya tidak memiliki kemampuan menjamunya, belum cukup mapan untuk memiliki kendaraan nyaman sebagaimana dulu selalu permintaannya agar saya bisa memberikan tumpangan terbaik baginya. Boro-boro nyaman, yang ada saja pendapatan saya yang hanya separuh dari pendapatannya lebih banyak ludes untuk mengisi bahan bakar yang ekstra boros dan reparasi berbagai spare part kendaraan yang memang sudah lansia. Sudah segini saja yang bisa saya miliki, namun perihal yang justru di matanya menjadi kekurangan menurutnya pantas dicela dan dijauhi. Yah, siapa juga orang rela memilih hidup susah? Meski selama ini saya tidak pernah mengeluhkan kesusahan saya apalagi membuat orang lain ikut susah. Dunia belum berkenan memberi saya pilihan. Hanya ini yang bisa saya jalani dengan hati memerih. Jadi, nggak perlu sekiranya heran kalau seorangpun enggan sekadar berteman. Kemanapun langkah kaki hanya seorang diri. Ngarep banget kalau saya bisa dianggap saudara, berteman pun tidak dipandang barang sebelah mata.

Hanya ingin menginsyafkan opini teman saya yang sekiranya terlanjur ge-er. Dia bersetia padamu, karena lo kaya! Bapak lo kaya! Barangkali ada baiknya sekali waktu kamu uji hati orang yang bersetia padamu sampai menganggapmu saudara itu, cobalah kamu berlagak bukan orang kaya, bukan anak orang kaya, setiap hari naik angkot berangkat kerja, misalnya? Dan biarkan segala aroma angkot yang nggak jelas menempel di baju bersihmu, adakah dia masih akan menempeli punggungmu dan merangkul mesra bahumu lalu berujar pada dunia ‘dia ini saudaraku!’ hmmm…?

Pantai Kejawanan

Baru kali ini menjelajahi pantai wilayah sendiri. Niat banget Minggu pagi edisi 22 April 2018 ini bersepeda 🚴 sekitar satu setengah jam, start dari rumah jam 07:00 tiba di area Pelabuhan Perikanan Kejawanan jam 08:30.

Karena bersepeda, benar-benar free, sama seperti pengunjung pejalan kaki, tidak dipungut biaya apapun, lain halnya kalau berkendaraan bermotor dikenai biaya semacam retribusi di pintu gerbang pelabuhannya, dan di area parkir pun harus bayar lagi.

Dulu pernah main kesini. Kukira sebatas bisa melihat-lihat kapal-kapal kayu milik nelayan yang tengah bersandar di bibir dermaga. Tapi, setelah dapet info dari pengalaman temanku, di Kejawanan ada pantainya juga, walaupun nggak seindah pantai di wilayah wisata, ada jalan setapak bebatuan yang menuju ke arah pantainya, dan bisa sewa perahu kalau pingin jalan-jalan melayar dengan tarif murmer cuma lima ribu perak. Uiihh…penasaran. Sejauh ini terlalu banget sampe belum mengenal pantai daerah sendiri. Akhirnya nekadlah aku ber 🚴 ke Kejawanan, meski luar biasa jarak tempuhnya. Huff…. but how would you know what an adventure at Sunday morning if you just stay?

Perahu nelayan di tepian dermaga Kejawanan, Cirebon
Lihat laut sekaligus Gunung Ciremai Jawa Barat dari Pelabuhan Perikanan Kejawanan, Cirebon. Minggu 22 April 2018
IMG_20180422_081551
Laut Kejawanan, Cirebon, Jawa Barat
Penjelajah. Bukan petugas pemda mau reklamasi pantai, lho! 🤣

wkwk café

Imagi tentang hari di penghujung pekan adalah bahagia, sukacita, penuh canda tawa, masihlah jauh panggang dari api. Saling ulur tangan sia-sia pula maknanya terbuang.

Mending-mendingnya kita sambangi aja dulu wkwk café, bukan café ketawa lho ini, tapi setidaknya lumayan menghibur karena sampai akhir April wkwk yang baru saja gerainya dibuka ngasih diskon hingga 70%

IMG_20180420_174801-777x1036
wkwk food & drink, Jl. Kesambi Cirebon, depan RSUD Gunung Jati
Oreo Milk Shake & Roti Panggang Scrambled Egg, IDR 12K discount 15%

Tongseng Sapi

Di tepian jalan Diponegoro persis bersebelahan dengan SPBU, sebuah warung makanan bercita rasa Solo, di sana yang menjadi kekhasannya adalah sate buntel. Sejauh ini saya sendiri belum pernah icipin seperti apa rasanya. Dari hasil googling, nama warung yang terlihat adem di bawah naungan pohon-pohon rindang bernama Warung Jokowi, alias Joko Wibowo.

tempat lesehan

Kamis sore ini iseng aja saya bersepeda sore sepulang kantor mampir ke warung Jokowi buat mesan Tongseng Sapi.

Tongseng Sapi Warung Jokowi Jl. Diponegoro, Cirebon. Price: IDR 27K

Daging sapi yang empuk, beberapa lembar irisan kol, kuah sedikit pedas dan manis, agak mirip masakan daging semur, menurutku. Tadi sempat intip juga price list nya, untuk sate buntelnya dibanderol seharga lima puluh lima ribu rupiah dua tusuk. Minat? Monggo…