Baper

“Udah lah, nggak usah mengharap bintang jatuh dari langit. Iyra itu ibarat temaram indahnya bintang di langit malam, namun sebagai bintang ia tak sendiri, ada bintang-bintang lainnya yang senantiasa mengiringi. Dan kamu berpijak di bumi, tanganmu nggak cukup mampu merengkuhnya. Kecuali kalau kamu punya pesawat ruang angkasa, biar bisa ngapelin dia tiap malamnya.”

Advertisements

atm

Kelar membereskan urusan kartu atm tertelan mesin *lagian tuh mesin laper kali ya sampe kartu atmku dilahap juga?* Mana dilahapnya pas di penghujung bulan kemarin. Pas bersamaan dengan ‘habisnya masa berlaku paket komunikasi anda’. Huaaaaa…gimana ga komplit tuh? Apa masih perlu diberi ekstra lagi kalau k.a.m.u ingin terus bersilang pemahaman denganku?

Sisa setengah harinya mau ngapain? Hunting sesuatu yang baru! Pas juga momennya karena peristiwa-peristiwa apes kemarin justru menghindarkanku dari kejaran mereka yang menginginkan jasa mediasi dariku. Bukan apa-apa sih, jadi wasit, free of charge, eh giliran ‘kopi pahit’nya diguyurin ke aku. Malesin banget.

Nyari yang baru sih baru… tapi, ini sih serupa los di pasar tradisional yang udah lama ditinggalin. Masih dengan kadar percaya diri lima puluh persen, tanpa mau kehilangan muka begitu saja – keep moving on, cukuplah seminggu lalu tanpa kartu atm, tanpa paket dan quota, dan mungkin tanpa k.a.m.u juga yang aku nggak ngerti kenapah. Alhamdulillah-nya, nemu mushola di sudut terdalam. Yang ini bukan lagi pas melainkan tepat, sebelum jam dua siang bergeser lebih menjauh mendekati waktu Ashar. Tepat supaya nggak kelihatan sedang tersesat gara-gara males pake google map 😀 selalu  mengandalkan logika dan intuisi.

Abis itu kemana? Nyari yang pasti-pasti aja deh. Tabuhan irama keroncong di dalam sudah semakin memainkan ritmenya. Meski untuk ditempuh masih harus agak jauh tapi ya nggak apa-apalah. Semi-garden agaknya cocok buat melonggarkan peningnya kepala Jodha. Eh, masuk-masuk malah langsung disapa “Caan….tik” huahahaahaha…. Nggak usah su’udzon dulu pemirsah. Bukan aku merasa begitu. Semata karena sapaan soft music dari speaker di sudut ruangan yang intronya diawali gitarnya Andri Bayuaji tadi memang udah akrab banget di pendengaranku dan jadi favoritku sepanjang masa. Hah.

Hey… k.a.m.u. biasa ajah, terserah, mau pilih apa, siapa, dan yang mana, bebas aja yang penting elo bahagia. Nggak ada yang maksa juga keleus. So nggak perlu pake ngambek gitu sampai dibawa ke segala sektor: sektor pantry, sektor mushola, sampe sektor pos :mrgreen: nggak perlu seserius seperti k.a.m.u menunaikan pekerjaanmu, dibawa santai donk, de 🙂

#kamumahgitu

#ambekan

#akumahgagitu

#ketawabae

#kalaugabolehketawayaakusenyumaja

#buatmuakuikhlas

Jalan Setapak itu

Sudah sejak lama

bahkan sebelum keberadaanmu, tak berhingga berapa kali kulintasi jalan setapak itu, tiada berteman siapapun. Hingga pada keadaan suatu ketika pijar sore menyembulkan senyum ramahnya, bahwa jalan setapak itu tidak lagi kulewati seorang diri, dan malah sempat kutitipkan harap bahagia pada langit agar angin tidak membuat asa lekas memudar. Sayangnya, pergantian cuaca tetap mencoba memupus rona-rona jingga bahagia yang hanya beberapa menit saja melintasi setapak itu. Dan kini, tiada lagi pula kubertanya pada langit atau menuntut pada angin. Sesukamu saja. Bukan aku dan tiada pernah aku memaksa sesiapapun melintas melewatinya, andaipun mereka telah jemu lalu meninggalkanmu tanpa ucap di setapak itu.

Booklet ini…

Idealkah pekerjaanmu?

Apa sebenarnya standard idealnya suatu pekerjaan? Hmmm…. pekerjaan menyenangkan, lingkungan kerja kondusif, relasi ke segala arah yang baik dan komunikatif, break time yang fun, apalagi yaa?

Ah, mungkin yang ada saat ini adalah salary yang ideal #wishful thinking :mrgreen:

Sekembali dari makan siang tadi, terburu-buru aku menapakkan kaki pada jenjang anak tangga, di luar cuaca sedang panas-panasnya, jadi pinginnya bergegas masuk ke dalam kantor biar bisa ngadem. Ngaso sejenak di sofa ruang tamu kantor, mataku terpaku pada salah satu buku yang bertumpuk di rak bawah meja.

IMG_20170405_124928.jpg

Tidak banyak rekan di sini yang tahu tentang booklet ini, kecuali mungkin melihatnya sebagai sekadar bacaan bagi para visitor jika sedang menunggu di ruang tamu ini. Dulu ini hasil kerja kami. Kerjaan yang sebenarnya fun. Sangat menyenangkan, mengajak para penggerak roda industri perminyakan dkk-nya untuk bersenang-senang. Di samping, core subject pekerjaan organisasi kami adalah menyajikan event workshop berkelas nasional dan dunia. Setelah menyajikan event-event workhsop biasanya kami nggak lupa juga menyertakan event outdoor setelahnya, mountain trekking, fun rafting, fun bike, kadang juga bazar. Untuk menyenangkan banyak orang, yang kami lakukan di balik layar bukan main-main. Istilah yang menjadi topik keseharian kami adalah “injury time”. Pekerjaan kami nggak mengenal waktu normal. Berangkat jam tujuh pagi, kadang bersantai-santai dulu di kantor, setelah si boss tuntas mengerjakan pekerjaan pokok beliau, barulah kami diundang meeting… jam empat sore hingga pukul delapan malam, setelah itu barulah kami bekerja, menyiapkan segala keperluan event seperti mencetak tiket workshop, membuat surat-surat dinas untuk mengundang pembicara setelah menghubungi para petinggi (dulu bernama) bpmigas, kalangan akademis perguruan tinggi dan pekerja-pekerja KKKS, reservasi hotel sekaligus tempat wisata alam di daerah tempat pelaksanaan event, mencetak booklet dan buku kumpulan materi terkait materi workshopnya. Melewati hari dari pagi hingga larut bisa memakan waktu dua sampai tiga bulan sebelum hari H workshop event digelar. Nggak heran kalau dulu kami biasa nge-camp di kantor 😕

Terlihat dari luar memang tampak orang-orang yang bersenang-senang. Sekitar tiga bulan sekali dalam setahun kami berangkat dinas luar kota, menggelar event bergengsi yang dihadiri paduka-paduka penting di industri migas. Soal salary hahaha….. cuma bisa bilang entahlah….. mau bilang apa lah wong ini kan organisasi, bukan perusahaan jadi aturan pemberian salary juga tergantung kebijakan pimpinannya aja. Namun begitu nggak jarang event-event besar tersebut menghasilkan income yang luar biasa, dari situlah kami memetik buah bonusnya baik cash maupun reward pelatihan. Sekaligus mendapat kesenangan batin berkesempatan berwisata, terbang sana-sini, ikutan outdoor event, menginap di hotel-hotel berbintang, semuanya gratiiiss, nggak usah mikir ongkos karena naik mobil dinas kantor minimalnya avanza dan ford sampai ke bandara, masih ada juga reward yang diberikan kepada kami sebagai panitia event seperti didanai untuk mengikuti pelatihan/kursus/seminar fotografi, workshop kepenulisan (workshop menulis bersama Mbak Asma Nadia; pelatihan menulis dan fotografi berita Harian Pikiran Rakyat, dan banyak lagi), pelatihan menjadi Event Organizer, dan seabreg buku yang seluruhnya itu buat nambah ilmu kanuragan kami heheh… mungkin semisal gaji besar juga kalau untuk hal-hal seperti itu pake uang sendiri masih mikir-mikir yak? 😆

Kesungguhan

Kesungguhan. Sepagi ini sembari bersiap beraktivitas tiba-tiba teringat sebuah tembang manis yang dahulu menjadi favorit. Makna kesungguhan memiliki daya yang sangat dahsyat, cara yang santun dan tetap bening sebening embun pagi yang menyapa harimu pertama kali.

es-tape
Es Tape Ketan @Jl. Siliwangi Cirebon. Photo by: mcoffeey – 2016. Ilustration of clear

Maniskan Hati

Melihat pemandangan berkesan agak masam di waktu beberapa minggu belakangan ini, saat yang dahulu sahaja menjadi tak lagi sahaja, bahkan mungkin karena saking terperangah pada sesuatu yang ‘wah!’ sampai-sampai wajah dan senyum sapa pagi saya pun dilewatkan. Jadi perlulah kiranya memaniskan suasana hati. Suguhan sepiring roti bakar berlapis cokelat, diolesi susu dan bertabur cokelat toblerone, bercitarasa lapangkan hati, yummiii…yiuuuuuu :mrgreen:

Kedai Roti Bakar Jl. Karanggetas, Cirebon Kedai Roti Bakar Jl. Karanggetas, Cirebon. “aku nunggu kamu, kamu nunggu aku, jadi aja kita tunggu-tungguan”]

Apa Adanya

banana split & iced lemon tea Batik Kitchen. by mutz. 'Apa adanya' always look lightly
banana split & iced lemon tea Batik Kitchen. by mutz. ‘Apa adanya’ always look lightly – Photo by mcoffeey @Batik Kitchen, October 2016

Menyenangkan ketika berada di tengah mereka yang berbagi, tertawa, dan menumpahkan segala ide dan rasa apa adanya, dan mereka adalah yang kita sebut teman, dan merekapun mengakui keberadaanmu, merasa nyaman bersamamu, menaruh rasa percaya padamu, sebagai teman. Rasa dan dorongan batiniah secara naluriah manusiawi, yang tanpa diembel-embeli faktor kepentingan tertentu. Relasi sosial seperti itulah yang tak akan pernah lekang oleh waktu, kondisi, dan cuaca.

Sepanjang angka tahun yang sudah kulewati, bersyukur memiliki mereka bukan dari kuantitas, melainkan kualitas. Indikator keterhubungan yang baik mudah terbaca dari komunikasi dan perilaku. Lebih kepada sikap penerimaan. Hemat saya, tulus, jujur, apa adanya, menghargai, telah menautkan hati dan rasa percaya di antara kita. Thanx untuk sejumlah bendera jempol dan keep in touch from all of you.

Apa jadinya kalau ketulusan uluran tangan tidak atau menjadi kurang berkenan hanya karena konsep ‘apa adanya’ tidak bisa diterima? Diterima pun mungkin hanya karena keterpaksaan, nggak enak sama si pulan kalau menampik bantuannya, -misal. Pola seperti itu tentu karena bertolak belakang dengan konsep ‘apa adanya’, yaitu konsep yang inginnya ‘mengada-ada yang tidak ada’. Jadi, mungkin saja cukuplah kita balas saja pula dengan senyum ‘mengada-ada’.

Jumpa di Ruang Nostalgia

Siapa yang dikangenin, berbondong yang lain 🙂

Sukar lupa akan janji untuk bersua, sayang aral merentang dan menggugurkan niatan hingga yang tertinggal hanyalah keinginan melupakannya saja, atau merangkai angan dan harap lalu menanggalkannya tanpa kepastian pada detak waktu. Ketika senja hadir di beranda lamunanku kenapa ada rindu yang mengusik keheningan.. aahh, aku bahkan telah kehilangan aksara untuk mengawali mengetuk beranda hatimu.

Bermula dari usikan pesan yang masuk ke kotak obrolanku, seorang teman lama dari bangku kuliah menyapa dan menanyakan sesuatu bahasan. Dilanjut olehnya sedikit bahasan tentang kewaspadaan akan modus kriminal oleh seseorang tak bertanggung jawab tersebut dalam group, topik obrolan meluas. Nostalgia sesama perkawanan pun mengembang. Canda tawa menyelingi di antara pemberitaan masing-masing kabar. Keberadaan kami yang telah terpisah jauh berseberangan kota, wilayah, dan pulau terkumpul kembali dalam satu kotak mungil syarat kalimat dan visual. Sumringahnya rasa jumpa sapa lagi dengan semua sahabat lama, lupa malam kian melarut.

Setelah semua terlelap, kuteringat lagi…

apa kabar denganmu?

 

you are not a machine

There is nothing wrong with the marketing as an effort. Only sometimes it becomes difficult for me when someone knocked at my door and I recognized him as my best friend, but he came just aim to trade. Unfortunately, at the same time any goods which he offers are not meet to what I seek.

The day before he comes, coincidentally I thought about him, how’s he now? Remember about the togetherness in our childhood. Then the day after, I was so happy to see him again. But there’s a bit dissapointed because the message is conveyed solely for his purpose. He only shows his products advertisement in daily, monthly, even years, the things that I think he has no more human touch, just act like a machine.

Dear my friends,
Theres’s nothing wrong anyway if you occasionally show anything to what you think, about what you feel, mention the name of your friends, show that you do care about them, that things certainly will makes you look more alive! ‘Cause you’re not a machine, nor me. You and I, and everyone else, we live as human social life. If we lived there with sense of social human, no matter what you show even your goods, will get more appreciation. Please send my best regards to your family. 🙂

Warm regards,

Your friend 🙂

Reunion

It was two years ago when we’ve reunited for the second time in a social media network. What a happy I was cause you’re still you, my friend with your charm and friendliness as you were in past two decade. Unfortunately, we were lost contact with each other in the next year.

Someday, a friend of us reunite us in alumni group. But seems we got trapped in ‘don’t know what to say’ minded. None of us dare to go for it. Even the group does not really help us or just because we act as a movie watcher among those people?

Like a star falling, like I’m dreaming….
The sweet songs performed, those published meaningless words, encourages a nice conversation which is we’ve missed. Then you promised me to visit my heart oup’s excuse me 😀 I mean, my house after the Iedul Fitri next month. Think I’m dreaming when you mentioned it last night….I miss you too. *flying to the night sky* 😉