wkwk café

Imagi tentang hari di penghujung pekan adalah bahagia, sukacita, penuh canda tawa, masihlah jauh panggang dari api. Saling ulur tangan sia-sia pula maknanya terbuang.

Mending-mendingnya kita sambangi aja dulu wkwk café, bukan café ketawa lho ini, tapi setidaknya lumayan menghibur karena sampai akhir April wkwk yang baru saja gerainya dibuka ngasih diskon hingga 70%

IMG_20180420_174801-777x1036
wkwk food & drink, Jl. Kesambi Cirebon, depan RSUD Gunung Jati
Oreo Milk Shake & Roti Panggang Scrambled Egg, IDR 12K discount 15%
Advertisements

Tongseng Sapi

Di tepian jalan Diponegoro persis bersebelahan dengan SPBU, sebuah warung makanan bercita rasa Solo, di sana yang menjadi kekhasannya adalah sate buntel. Sejauh ini saya sendiri belum pernah icipin seperti apa rasanya. Dari hasil googling, nama warung yang terlihat adem di bawah naungan pohon-pohon rindang bernama Warung Jokowi, alias Joko Wibowo.

tempat lesehan

Kamis sore ini iseng aja saya bersepeda sore sepulang kantor mampir ke warung Jokowi buat mesan Tongseng Sapi.

Tongseng Sapi Warung Jokowi Jl. Diponegoro, Cirebon. Price: IDR 27K

Daging sapi yang empuk, beberapa lembar irisan kol, kuah sedikit pedas dan manis, agak mirip masakan daging semur, menurutku. Tadi sempat intip juga price list nya, untuk sate buntelnya dibanderol seharga lima puluh lima ribu rupiah dua tusuk. Minat? Monggo…

Salah Alamat

Baru deh sekali ini saya masuk ke sebuah warung makan tapi berasa ‘salah alamat’. Bukan karena menunya nggak menarik atau nggak enak, tapi berasa aneh dengan surrounding-nya. Malah sempat mendadak terbersit di kepala, jangan-jangan ini tempat pemotongan hewan.

Sebenarnya lokasinya udah cukup strategis, di tepi jalan raya, berjejeran juga dengan semarak penjaja makmin dari mulai gerobakan, resto/cafe, dan food court lainnya di jalur lingkungan kampus, sekolah, dan perkantoran. Ruangan cukup luas, meja panjang dan kursi tersedia cukup banyak, bersih, namun sepi pengunjung. Jalan masuk didominasi pintu besi tertutup rapat, hanya menyisakan celah kecil saja untuk jalan masuk-keluar. Udah lebih mirip tempat ritual pemujaan. Beberapa lembar poster iklan herbal terpampang di dinding. Begitu melangkah masuk, perasaan sungkan mendadak merayapi jiwa, seorang wanita paruh baya berwajah sosialita dengan paras rada jutek langsung menanyai apa keperluan saya. Tiba-tiba aja saya jadi berasa seolah datang dengan maksud minta dana sumbangan 😛 Iya saya langsung aja bilang mau beli bandeng presto goreng satu aja dan dibungkus. Lihat roman si nyonya batal niat semula nanti mau maksi di sini pas ada kesempatan maksi di jam isoma minggu depan. Lalu sembari dipersilakan duduk di salah satu kursi, saya disuguhi minum teh tawar. Oke sih, mungkin bagian dari service mereka. Tapi, makin berasa datang seperti tamu, bukan pengunjung yang mau beli makanan. Untungnya, ini adalah agenda survey di awal, bukan untuk langsung makan di tempat. Setelah pesanan saya diberikan, saya dipersilakan langsung menuju meja kasir, sebuah meja di mana terdapat tumpukkan barang yang sama sekali nggak berkaitan dengan keperluan warung makan. Seorang laki-laki gemuk paruh baya juga, penampilannya juga layaknya golongan elit, lima detik masih saja asyik perhatiannya tertuju pada ponselnya sembari bersandar santai di jok kursi, padahal saya sudah menyodorkan selembar lima puluh ribu *tanpa merasa perlu bertanya berapa harga menu tadi*. Sikapnya kayak yang nggak butuh dibayar jualannya. Setelah akhirnya dia terima lalu memberikan kembalian seraya menyebutkan jumlah uang kembalian tanpa ucapan terima kasih. Hadeeehhh…. salah alamat saiah 😵 *pantes aja kosong gitu, sepi pengunjung*.

IMG_20180406_183725_20180406224306594-777x1036

 

Ayam Geprek Arieka

Masih di edisi nguliner sore. Kemarin sekalian nyari cemilan buat buka puasa, nah buat makan malemnya, sekalian deh aku liat-liat sekitar -masih di Jl. Perjuangan- ada ayam geprek mozarela dengan harga mulai dari lima belas ribu rupiah aja. Soal rasa lumayan lah ada cita rasa gurih dari lumeran mozarelanya, pedasnya cukup.

Ayam Geprek Arieka dengan topping mozarela, lokasi: Jl. Perjuangan, depan kampus IAIN Cirebon

Banana Nugget

Kalau jelang maghrib saat shaum sunah, suka pinginnya ngulinerin yang unik dan enak. Baru-baru dapet info dari dunia IG, ada banana nugget melted lokasinya di Jl. Perjuangan, depan kampus IAIN Cirebon. Langsuuuuungg…tadi rada jahil aku nggak pake nunggu teng jam empat sore, masih lima menit lagi jelang jadwal pulang kantor aku langsung ngabur, cincai lah dengan urusan inject print, masih bisa aku mampir sejenak numpang inject print di kantor depan..hehe…lanjoooottt.

Destinasi sore ini menuju Jl. Perjuangan. Ternyata emang bener, ada lumayan aneka kuliner. Aahh dasar aja emang akunya bawaan laper. Niihh…

banana.nugget_cirebon

Banana Nugget. Harga mulai dari 15K. Bentuknya mirip banget nugget ayam tapi isinya pisang. Gurih, maknyuus, cuco buat cemilan sore, apalagi buat buka puasa. Masih ada aneka pilihan rasa, selain topping green tea, ada vanila, oreo, milo, strawberry, dll. Beneran nggak pengen ngikut ngulineran sore sama aku? Masih ada menu unik lainnya lagi di Perjuangan. Nanti aku bahas di posting selanjutnya.

Waja Ketan Susu

IMG_20180327_181238-777x1036
Waja – Ketan Susu

“Tak Ketan Maka Tak Sayang

Begitu tag line pada tenda warung spesialis ketan susu di Jl. Pekalipan Cirebon. Bukanya sore-sore, sekitar jam lima, jadi cocok banget buat hang out sepulang kantor. Pilihan menunya, uiiihh beragam, gaul banget, nih… o iya pilihan ketannya bisa pake susu kental manis atau kuah. Cekidot…