Termos Tayo

 

nggak ada kaitan sama sekali dengan Bus Tayo, hanya sebutan teman-teman 😆

Perlulah sekali waktu kita membiarkan pikiran terbuka terhadap ide-ide dari orang lain, meski sekalipun datangnya dari seseorang yang tak sejalan.

Buatku termos multifungsi ini nggak sepenuhnya buruk. Lihat sisi baiknya. Seperti pagi ini, sebagaimana pagi lain hari sebelumnya, setiap kali tiba di pantry kantor di sisa waktu sepuluh menit sebelum pukul tujuh, sering kutemukan kondisi kabel terminal dispenser dalam kondisi sudah tercabut. Padahal kemarin sorenya masih terpasang pada stop kontaknya. Selalu ada saja ‘tangan terampil’ yang sengaja datang lebih awal sekadar untuk mencabut kabel terminal. Mudah saja memang bagiku segera sekadar memasangnya kembali, tetapi menunggu air dispensernya memanas butuh lebih dari sepuluh menit kedepan. Nah, berkahnya Termos Tayo ini, buatku bisa bawa air panasnya dari rumah, setiba di kantor ya tinggal seduh my fave coffee, tanpa peduli mau kabel terminal dispenser di pantry terpasang atau tergeletak di lantai.

Affogato

Affogato

Tadi siang sekadar mampir abis dari Gallery Smartfren 😎

 

Idealnya serentak setidaknya berturutan, setelah usai menyantap santapan lalu sebagai penutup manisnya satu cup ice cream. Sayangnya, agak membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk penyajian makanan *yailah kan kudu diolah dulu*.

Satu cup ice cream tidak ingin menunggu lebih lama apakah makanan sudah tersaji lebih dulu atau menyusul di belakang, waktu tak akan membiarkannya tetap pada lekuk uniknya karena ia akan harus segera berubah cair. Dan apakah kita akan segera pula menyicipnya saat ini juga atau tetap berpijak pada idealisme?