Termos Tayo

Β 

nggak ada kaitan sama sekali dengan Bus Tayo, hanya sebutan teman-teman πŸ˜†

Perlulah sekali waktu kita membiarkan pikiran terbuka terhadap ide-ide dari orang lain, meski sekalipun datangnya dari seseorang yang tak sejalan.

Buatku termos multifungsi ini nggak sepenuhnya buruk. Lihat sisi baiknya. Seperti pagi ini, sebagaimana pagi lain hari sebelumnya, setiap kali tiba di pantry kantor di sisa waktu sepuluh menit sebelum pukul tujuh, sering kutemukan kondisi kabel terminal dispenser dalam kondisi sudah tercabut. Padahal kemarin sorenya masih terpasang pada stop kontaknya. Selalu ada saja ‘tangan terampil’ yang sengaja datang lebih awal sekadar untuk mencabut kabel terminal. Mudah saja memang bagiku segera sekadar memasangnya kembali, tetapi menunggu air dispensernya memanas butuh lebih dari sepuluh menit kedepan. Nah, berkahnya Termos Tayo ini, buatku bisa bawa air panasnya dari rumah, setiba di kantor ya tinggal seduh my fave coffee, tanpa peduli mau kabel terminal dispenser di pantry terpasang atau tergeletak di lantai.