I’m flying

The Lodge Maribaya, Lembang Bandung. 17-08-2018

Bebaskan ekspresi :mrgreen:

Advertisements

Medcheck Ed.2

Kedua kalinya, ganti kontrak, lagi-lagi wajib medical check up. Ngumpul dan ngeksis lagi di lab Pramita 🙂


Pada so syantik yah, termasuk saiah..hahah..

Thank’s buat Adzenk cs, usai test dari lab memperkenalkan aku sama ajang kuliner asyik di csb. Nggak sempat capture sih di sana gara-gara kelupaan saking serunya kita ketawaan, ngetawain accident parkir mobil tadi. Menunya asyik-asyik, harga okelah masih termasuk standard, pake dikomporin lagi dengan Kampung Nasgor yang pilihannya menggiurkan 👍

Nice. Jempol buat moment ini. Nggak usah sungkan kalau ngajak aku hang-out, apalagi mau bareng S-white ku, cuma emang aku belakangan nggak mau nawar-nawarin, karena udah nawarin dari titik paling nol dari hati alias nggak ngarep balesan apapun nyatanya ditolak itu rasanya sampai menusuk pinggang. Jadi, mau ikut atau mau ajak-ajak aku ya tinggal bilang aja. Nggak ribet kan aku mah orangnya?

Berlayar

Long weekend ini belum bisa piknik jauh, mending mantai aja kali ya? Kalau di edisi pertama sebelumnya ke Pantai Kejawanan bersepeda, kali ini nggak bawa sepeda sih, tapi nyempatkan diri buat ikutan berlayar ke tengah laut naik perahu nelayan 🛥 melihat perbedaan warna air lautnya dari pinggir pantai yang semula kecokelatan berubah semakin ke tengah semakin hijau, tambah lagi seru-seruan bersama penumpang lain berteriak bareng-bareng saat perahu diombang-ambing ombak.

IMG_20180617_111748-1296x972
my adventure @Kejawanan sea. June, 17 2018

Kukira bakalan lempeng aja nih perahu jalannya. Sampai mendekati tengah lalu balik lagi ke tepi. Waduh! Ternyata makin ke tengah makin diombang-ambing ombak dan semakin jauh berada di atas permukaan air yang sudah berwarna hijau semakin tinggi ombaknya. wow! Seruuuu! Mana posisi dudukku tadi cuma kebagian di posisi yang memunggungi arah perahu. Jadi aja mirip kalau naik angkot yang udah penuh penumpang terus kebagian tempat duduknya di ‘bangku artis’ 🤪 haha…

pixlr-2175x2175

 

Pantai Kejawanan

Baru kali ini menjelajahi pantai wilayah sendiri. Niat banget Minggu pagi edisi 22 April 2018 ini bersepeda 🚴 sekitar satu setengah jam, start dari rumah jam 07:00 tiba di area Pelabuhan Perikanan Kejawanan jam 08:30.

Karena bersepeda, benar-benar free, sama seperti pengunjung pejalan kaki, tidak dipungut biaya apapun, lain halnya kalau berkendaraan bermotor dikenai biaya semacam retribusi di pintu gerbang pelabuhannya, dan di area parkir pun harus bayar lagi.

Dulu pernah main kesini. Kukira sebatas bisa melihat-lihat kapal-kapal kayu milik nelayan yang tengah bersandar di bibir dermaga. Tapi, setelah dapet info dari pengalaman temanku, di Kejawanan ada pantainya juga, walaupun nggak seindah pantai di wilayah wisata, ada jalan setapak bebatuan yang menuju ke arah pantainya, dan bisa sewa perahu kalau pingin jalan-jalan melayar dengan tarif murmer cuma lima ribu perak. Uiihh…penasaran. Sejauh ini terlalu banget sampe belum mengenal pantai daerah sendiri. Akhirnya nekadlah aku ber 🚴 ke Kejawanan, meski luar biasa jarak tempuhnya. Huff…. but how would you know what an adventure at Sunday morning if you just stay?

Perahu nelayan di tepian dermaga Kejawanan, Cirebon
Lihat laut sekaligus Gunung Ciremai Jawa Barat dari Pelabuhan Perikanan Kejawanan, Cirebon. Minggu 22 April 2018
IMG_20180422_081551
Laut Kejawanan, Cirebon, Jawa Barat
Penjelajah. Bukan petugas pemda mau reklamasi pantai, lho! 🤣

Hunian Tepi Laut

Edisi Minggu pagi ini (26/11) nyobain berpetualang ke area belakang kantor. Tiap kali sarapan di driving range kantor suka penasaran lihat di balik dinding pembatas ke arah luar sana ada perumahan dan sarana jalan ke arah laut. Kayaknya daerahnya adem. Jadi pagi ini coba bersepeda ke daerah tersebut. Jarak tempuh sekitar satu kilometer dari jalan raya Sunan Gunungjati.

Rencana Sebuah Hunian

Ada sebidang tanah kosong sepertinya mau dibangun area hunian. Kalau dilihat-lihat apa mungkin ya buat berdirinya bangunan rumah-rumah sedangkan tanah ini di balik dinding itu adalah tanah berbentuk tambak, rawa-rawa, dan sudah lebih mendekati bibir pantai dan laut. Nggak takut amblas gitu? Hmm…

Festival Keraton Nusantara XI 2017

Jalan-jalan Sabtuan ini (16/9) berkesempatan menyaksikan Festival Keraton Nusantara XI yang diselenggarakan di Cirebon selama 15-19 September 2017.

Beberapa bidikan yang kudapat di area Alun-Alun Keraton Kasepuhan Cirebon, dimana pembukaan perhelatan dimulai:

Dari Keraton Kasepuhan Cirebon sebelum acara dimulai, futu dulu ya pak? hehe…

DSC04218
Salah satu Kereta Kencana
DSC04211
eh, ada bule juga? *loveface-mode-on* ❤
DSC04279
Keraton Kaprabonan Cirebon
DSC04274
Keraton Kaprabonan Cirebon
DSC04243
Keraton Kanoman Cirebon
DSC04295
Puri Agung Denpasar, Bali
DSC04296
Puri Agung Denpasar, Bali
DSC04297
Puri Agung Denpasar, Bali
DSC04300
Puri Agung Denpasar, Bali
DSC04319
Kerajaan Gowa Sulawesi
DSC04320
Kerajaan Gowa Sulawesi

 

DSC04326
Kerajaan Gowa Sulawesi
DSC04281
Kesunanan Surakarta
DSC04284
Kesunanan Surakarta
DSC04286
Kesunanan Surakarta
DSC04263
Pura Pakualaman Yogyakarta
DSC04264
Pura Pakualaman Yogyakarta
DSC04265
Pura Pakualaman Yogyakarta
DSC04259
Pura Pakualaman Yogyakarta
DSC04309
Kerajaan Sumedang Larang
DSC04310
Kerajaan Sumedang Larang
DSC04314
Kerajaan Sumedang Larang
DSC04315
Kerajaan Sumedang Larang
DSC04317
Kerajaan Sumedang Larang
DSC04199
Kerajaan Tallo Sulawesi Selatan
DSC04200
Kerajaan Tallo Sulawesi Selatan
DSC04201
Kerajaan Tallo Sulawesi Selatan

 

Otak Bakar

Neehh… kemaren ada yang penasaran sama jenis makanan satu ini,

IMG_20170827_103629

dapetinnya nggak susah kok, cuma cukup mampir ke pasar tradisional Kanoman, terus liat aja di trotoar seberang Toko Sinta Manisan udah langsung kelihatan, yang dagangnya duduk di bawah dan selalu dikerubutin pembeli. Bentuknya ternyata imut, dimakannya dicocol sambal kacang yang agak pedas, jadi gurih-gurih maknyuss…

 

 

KRI DEWARUCI

Berakhir pekan sesekali waktu kali ini nemu keasyikan baru. Mengenal lebih dekat pada bahari dalam moment Festival KRI Dewaruci di Pelabuhan Cirebon 25-27 Agustus 2017 dengan tema “Dewaruci Marani Grage”. Senangnyaaa bisa ikutan naik ke geladak kapal sekaligus selpih sukaesih dan menikmati sore sembari bercengkerama dengan derai air laut dan semilir angin.

unknown person :mrgreen:

 

Terus, KRI Dewaruci itu sendiri seperti apa? Yuk tengok sejenak ulasannya

KRI Dewaruci tengah bersandar di Pelabuhan Cirebon 25-27 Agustus 2017 menjadi objek wisata bagi masyarakat Cirebon

 

KRI Dewaruci yang Melegenda

KRI Dewaruci merupakan Kapal Latih kebanggaan TNI AL yang telah mengelilingi tujuh samudera dan keliling dunia untuk pelatihan Taruna dan Taruni juga sekaligus memperkenalkan Kebudayaan Indonesia pada Dunia setiap tahunnya. Salah satu kapal utama dalam Armada TNI Angkatan Laut ini memiliki sejarah panjang dalam kemaritiman Indonesia.

KRI Dewaruci dibuat pada tahun 1952 di galangan H. C. Stulchen and Sohn, Hamburg Jerman Barat, dan diluncurkan pada 24 Januari 1953. KRI Dewaruci dibawa dari Jerman Barat menuju Indonesia oleh Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) di bawah pimpinan kapal Kapten A. F. H. Roosenow.

Pada 1 Oktober 1953, KRI Dewaruci masuk dalam jajaran Armada RI dan diresmikan sebagai kapal latih bagi Taruna Akademi Angkatan Laut yang berbasis di Surabaya.

KRI Dewaruci telah melakukan misi pelayaran hingga ke berbagai negara dunia. Setelah 11 tahun diluncurkan, KRI Dewaruci melakukan misi keliling dunia yang pertama kali, menyusuri Samudera Hindia, Terusan Zues, Samudera Atlantik, Benua Amerika, lalu ke Terusan Panama hingga ke Samudera Pasifik.

Misi keliling dunia pertama tersebut ditempuh dalam kurun waktu sembilan bulan dari Maret hingga November 1964. Hingga di tahun 2013, KRI Dewaruci melakukan palayaran keliling dunia ke berbagai negara tujuan dalam mengemban misi latihan bagi taruna angkatan laut, misi diplomasi internasional dan memperkenalkan kebudayaan Indonesia ke berbagai negara yang disinggahi.

KRI Dewaruci yg memiliki panjang 58,30 meter dengan lebar 9,5 meter memiliki bobot 847 ton dan dapat mengangkut 70 ABK dan 70 Taruna. KRI Dewaruci digerakkan menggunakan mesin dengan kecepatan maksimal 10,5 knot. Selain itu, KRI Dewaruci dapat digerakkan melalui fungsi layar yang ada.

Terdapat sebanyak 16 layar yang terbagi dalam tiga tiang utama, yakni Tiang Bima, Tiang Arjuna dan Tiang Yudhistira. Total luas layar dari ketiga tiang tersebut mencapai 1091 meter persegi.

Sebagian besar konstruksi KRI Dewaruci terbuat dari logam baja. Penggunaan kayu hanya ditempatkan sebagai ormen dengan ciri khas ukiran-ukiran, untuk melapisi bagian-bagian tertentu dan bagian dalam kapal, seperti ruang navigasi dan ruang komandan kapal.
Sementara, peralatan navigasi yang digunakan dalam KRI Dewaruci sebagian besar menggunakan teknologi sederhana dan kebanyakan dioperasikan secara manual.

Dalam misinya sepanjang sejarah kemaritiman Indonesia, KRI Dewaruci telah mengarungi lautan dunia sebanyak 41 kali dengan 45 Komandan Kapal berbeda.

Masa tugas KRI Dewaruci sudah mendekati akhir. KRI Dewaruci yang telah berumur 63 tahun, akan lebih banyak bersandar dan akan difungsikan sebagai sarana objek wisata sejarah maritim Indonesia.
Misi-misi KRI dewaruci akan segera digantikan oleh kapal baru dengan spesifikasi lebih besar dan jumlah layar lebih banyak. Proyek pembuatan kapal sedang dilakukan di Kota Vigo, Spanyol. Kapal baru tersebut diperkirakan akan diluncurkan pada awal 2017 dengan nama KRI Bima Suci.

Artikel oleh: Silvester Lintang

Kompasiana | Wisata | 26 April 2017   01:57 Diperbarui: 29 April 2017   11:42

Sandal Jepit ke Mall Elit

IMG_20170805_124147

Menghabiskan sisa waktu sebelum kembali ke kota tepi laut, ceritanya ngedadak nge-mall sejenak bareng salah satu sahabat alumni 96 Jakarta, namanya ngedadak ga ada prepare apa-apa, menyambangi kawasan salah satu pusat perbelanjaan elit dengan style sandal jepit. Mana di pijakan escalator di dalam jelas tertera tulisan: “Untuk kenyamanan anda, mohon tidak menggunakan sandal jepit karet di dalam mal ini. Pantas aja di pintu masuk tadi aku diajak senyum ‘penuh arti’ oleh pak sekuriti 😁 😂

@Sogo-Metro Pondok Indah Mall

05 August 2017

Lebak Bulus

IMG_20170803_155259

Melukiskanmu kini menggugah haruku, perlahan terbayang pasti garis wajahmu…

Wajahmu telah banyak berubah. Lama kutak lagi lihat keadaanmu, hanya kenangan tersimpan dalam gulungan memory ketika dahulu setiap pagi kulintasi ini dengan seragam putih dan merah, hingga putih dan biru, dua puluh tahun lebih yang lalu.