Molen 

jumbo size 😀
Advertisements

Sate Baso

Baso Panggang

Setiap Minggu pagi kalau lagi bersepeda ke sekitar alun-alun kota, sering lihat jajanan baso bakar. Ukuran basonya kecil, pakai tusuk sate, dioles-oles mentega, dan dilumuri kecap, kalau pesanannya pedas ditambahi taburan msg rasa pedas. Saya sih nggak beli 😁 tapi terinspirasi untuk bikin sendiri.

Sabtu ini, sembari belanja ke pasar saya beli dua bungkus baso mentah seharga delapan ribu. Sampai di rumah, rebus dulu basonya, bubuhi seperempat sendok teh merica dan garam, selama sepuluh menit. Setelah itu tiriskan. Setelah dingin tusuk dengan tusuk sate. Olesi dengan mentega.

Untuk sausnya, tuangkan ke dalam piring kecap manis kurang lebihnya tiga sendok makan, dan saus sambal secukupnya saja. Aduk rata.

pixlr-1946x1946
sate baso dipanggang

Karena tidak tersedia arang jadi saya pakai pemanggang saja. Panggang sate baso. Saat setengah matang, angkat sate baso, gulirkan di adonan kecap tadi, panggang lagi. Angkat. Hidangkan panas-panas supaya lebih maknyus untuk disantap.

ngegonjing

Bukan ngegosip

🤐

Ide bikin-bikin makanan sekadar cemilan emang suka ngedadak melintas di kepala. Sstt… biasanya kalau saya lagi bété, disalahartikan melulu tentang bagaimana sebaiknya. Dulu saya mengulur tangan seringnya bersambut kata ‘tidak’. Sekarang saya diam tapi tetap berupaya berteman, eh, kok maunya menjauh seperti ingin mengulang saling bermusuhan. Jadi mending-mendingnya saya posting sesuatu hasil karya, walaupun sederhana tapi harapan saya supaya bisa menginspirasi siapapun untuk membuat apa saja yang bermanfaat. Lebih-lebih buat saya yang suka pingin aja ada varian buat sarapan.

Kue tradisional yang dibuat dari dari bahan-bahan sederhana. Kalau istilah lokal sini disebutnya kue gonjing, di Bandung lebih dikenal dengan kue bandros, sementara di Jakarta namanya kue pancong, dan di Bali dikenal dengan nama haluman. Info dari Saelekko.com

Gonjing dengan taburan keju dan susu kental manis coco pandan

Resepnya seperti ini:

+ 1 1/2 gelas santan kental

+ 1 gelas kelapa parut

+ 1 gelas tepung beras

+ 1 sendok teh garam

– untuk toppingnya bebas

Aduk semua bahan dalam satu wadah, sampai rata, jangan sampai tersisa gumpalan. Masukkan adonan ke dalam cetakan gonjing yang sudah diolesi minyak dengan menggunakan kuas bersih.

Bakar di atas api kecil sampai menguning kecoklatan. Taburi bahan topping selagi setengah matang.

Angkat dan sajikan panas-panas. Kalau udah dingin malah rasanya jadi anyep.

Crunchy Choco

final decision of crunchy choco

Masih dengan bahan seperti cake sebelumnya, hanya kali ini aku mencoba memberi taburan coco crunch di atasnya. Hasilnya….agak berantakkan 🤭 tapi bitter sweetnya teteup dapeet karena terigunya berpadu dengan bubuk cokelat Van Houten.

Scrambled Egg Bread

Pernah menyantap yang begini dimanaaa… ya? hehe… *pura-pura amnesia* 😅

scrambled egg bread dapoer mcoffeey

Selama masa bulan Ramadhan, yang namanya mau keluar rumah sore-sore buat nyari makanan jadi enggan, lalulintas jalan-jalan raya di musim puasa ini di jelang senja luar biasa dipadati pengendara bermotor. Macet di setiap ruas jalan.

Seadanya aja deh, seperti biasa, manfaatin yang ada di dapoer mcoffeey, paling tadi pergi keluar rumah menuju minimarket di sekitar buat beli roti tawar. Sekembali ke rumah, mari kita buat…

Olesi dua lembar roti dengan mentega dan selai kacang, tangkupkan. Buat dadar telur orak-arik, sisihkan. Siapkan pemanggang happy call yang juga diolesi dengan mentega, panaskan di atas api kecil. Panggang roti bolak-balik hingga kecokelatan, angkat. Sajikan di piring, taburi dengan orak-arik, bubuhi dengan mayonis dan saos sambal. Mari berbuka puasa.

Class of Chocolate

IMG_20180520_171621-777x1036

seadanya bahan yang ada di dapur 🍱

– 4 butir telur

– 70 gram gula pasir

– 80 gram tepung terigu

– 30 gram bubuk cokelat van houten

– 100 gram mentega, cairkan

– 1/4 sendok teh bubuk vx

– 1/2 sendok makan TBM

– 1-2 batang cokelat L’agie Alpine Bitter Sweet

Let’s do it!

  1. Campurkan terigu bersama cokelat bubuk dan vx.
  2. Aduk dengan mixer telur dan gula pasir sampai mengembang. Tambahkan TBM, aduk rata.
  3. Setelah selesai di-mixer, tuangkan terigu yang sudah berwarna cokelat bergantian dengan mentega cair secara bertahap, aduk pelan-pelan sampai rata.
  4. Tuang adonan ke dalam loyang yang sudah diolesi mentega dan dibubuhi tepung terigu secara merata. Tuang setengah bagian dulu lalu parut batang cokelat L’agie. Tuang lagi adonan sampai habis, tambahkan lagi parutan cokelat L’agie di atasnya.
  5. Panggang dalam oven dengan temperatur 180° selama kurang lebih dua jam. Angkat, diamkan sejenak hingga panasnya mereda lalu sajikan

Nasi Uduk Sewiwi

Siaaaang….

Udah pada makan siang ini? Di long weekend hari kedua ini saya sejak pagi berkutat di dapur, eh, diawali belanja dulu tadi ke pasar buat beli bahan-bahan. Nah, akhirnya jadi deh:

Apaan aja?

– 200 gram beras

– 400 gram kelapa parut

– 3 cm serai

– 1 lembar daun salam

– 1 sendok makan pas garam

Bersihkan beras. Sisihkan. Beri dua gelas air bersih pada kelapa parut. Saring, ambil perasan airnya untuk dibuat santan encer. Didihkan. Ambil air santan yang sudah masak lalu tanak bersama nasi, bubuhi garam, serai, dan daun salam. Untuk menambah aroma alami, alasi dulu penanak nasi dengan beberapa helai daun pisang yang sudah dibakar sebentar di atas api. Masak hingga nasi matang.

Untuk tambahan variannya bolehlah saya tambahkan ayam goreng sewiwi, dadar telor, irisan lalapan timun dan daun kemangi, jangan lupa sambal. Mari bersantap 🍽  siang.