Chess

If you wanna know what chess is, take a look to what I’m playing.

🤫sshh…. Chess no need out loud shout.

Advertisements

Meluntur

Dibutuhkan kepekatan sebuah warna, ketika tinta dipaksa bungkam seribu bahasa karena cinta tengah mendrama di hadapan mata. Karena setelahnya, kamu akan tahu apa makna kata meluntur.

#naik angkot GG, tujuan belum pasti. Kalau ada yang unik jangan dibeli, karena harus turun dulu.

😀

Ber-uang

download

Saya pengen ketawa saat melihat postingan seorang teman, intinya dari postingan foto ber-caption bahwa teman-temannya udah kayak keluarga. Saya cuma pengen tanya balik, apa iya seperti itu? Apa iya teman yang menyetiai dirimu selama ini benar-benar teman sejati, apalagi sampai menganggapmu saudara? Ge-er banget lo! Bukan apa-apa, karena baru-baru kemarin seorang yang semula saya kira sosok yang masih jauh dari kontaminasi dunia, seorang yang semula saya pikir akan menjadi teman baik saya, lebih pula ibunya pernah membisiki telinga saya supaya menjaganya, nyatanya terang-terang berpaling, menjauhi saya, membuang saya, lalu habis-habisan pula pedekate ke teman yang posting hal tadi.

Kenapa? Kenapa dia bersetia mati-matian padamu? Menganggapmu saudara? Menganggapmu keluarga? Dulu, dia pun nyaris bersikap serupa itu pada saya. Sayangnya, segala keterbatasan saya membuat jurang menganga antara saya dengan harapannya. Saya lebih sering membuatnya kecewa. Ya, kecewa karena  saya tidak memiliki kemampuan menjamunya, belum cukup mapan untuk memiliki kendaraan nyaman sebagaimana dulu selalu permintaannya agar saya bisa memberikan tumpangan terbaik baginya. Boro-boro nyaman, yang ada saja pendapatan saya yang hanya separuh dari pendapatannya lebih banyak ludes untuk mengisi bahan bakar yang ekstra boros dan reparasi berbagai spare part kendaraan yang memang sudah lansia. Sudah segini saja yang bisa saya miliki, namun perihal yang justru di matanya menjadi kekurangan menurutnya pantas dicela dan dijauhi. Yah, siapa juga orang rela memilih hidup susah? Meski selama ini saya tidak pernah mengeluhkan kesusahan saya apalagi membuat orang lain ikut susah. Dunia belum berkenan memberi saya pilihan. Hanya ini yang bisa saya jalani dengan hati memerih. Jadi, nggak perlu sekiranya heran kalau seorangpun enggan sekadar berteman. Kemanapun langkah kaki hanya seorang diri. Ngarep banget kalau saya bisa dianggap saudara, berteman pun tidak dipandang barang sebelah mata.

Hanya ingin menginsyafkan opini teman saya yang sekiranya terlanjur ge-er. Dia bersetia padamu, karena lo kaya! Bapak lo kaya! Barangkali ada baiknya sekali waktu kamu uji hati orang yang bersetia padamu sampai menganggapmu saudara itu, cobalah kamu berlagak bukan orang kaya, bukan anak orang kaya, setiap hari naik angkot berangkat kerja, misalnya? Dan biarkan segala aroma angkot yang nggak jelas menempel di baju bersihmu, adakah dia masih akan menempeli punggungmu dan merangkul mesra bahumu lalu berujar pada dunia ‘dia ini saudaraku!’ hmmm…?

Nama Keren Jalan di Bandung

Kalau ngerasa orang ban(d)ung sok atuh tebak nama-nama jalan ini…hehe… aku sih cuma hapal sebagian…

Taruwit tatarucingan nama jalan di Bandung yuk! 😊 #infobdg


1. Spend too much money = baros, (mereun)
2. Lots of porridge = balubur (mereun)
3. All prohibited = padalarang
4. Like poor = sukamiskin
5. Leaning tree = kiaracondong (bener ga ya?)
6. Town ancient = kota tua (Jl. Asia Afrika)
7. Water hardcore = cibatu
8. Fight father =
9. Independence = Jl. Merdeka
10. Like become = naah..ini bekas rumah eike: Sukajadi!

Tambahin nih:

11. Everybody like it = padasuka

12. Essence garden = tamansari

13. Coconut farm = kebon kalapa

14. Fruit stone = buahbatu

15. The Hero = Jl. Pahlawan

 

Berat Mana?

images
ilustrasi: dreamstime.com

Tulus itu menurutmu apa?

Yang memberi karena selalu dan terus-menerus diminta? Atau, yang memberi begitu aja tanpa diminta dan tanpa pernah meminta?

Kalau menurutku, Tulus itu….

.

.

.

.

.

.

.

lagunya bagus *_#

Grey

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

 

Bikin ranah rasa mengelabu, manakala mendung justru menari-nari di depan mata menampakkan kegerhanaannya menutupi pesona mentari. Lebih menjadi abu-abu lagi ketika rasa mengelabu justru disangka “pink”. Pink dari Hongkong?

Ngapain di Jumat siang, enaknya kemana ya? Pinginnya sih piknik, tapi butuh budget besar. Yaudah, melipir aja dulu deh ke gang…nyari yang dingin-dingin 😐 abis itu biasa, kembali ke rutinitas, sembari menikmati jazzy online-nya Abdul & Coffee Theory. Alhamdulillah pas banget pas kebanjiran job. Tapi aneh juga sih aku, lagi abu-abu pengennya nraktir orang, untung aja tadi melipir ke es campur Olahraga nggak ada yang ikut 😀 at least daripada kayak temen ane nih… kalau lagi bete lebih memilih mengelana ke tengah hutan terus manjat pohon. Kayaknya teman aku itu masih warga bangsa serigala hehe….

 

Mencarimu di Temaram

Langkahku terus beritme menapaki granit mengilap berwarna krem, pantulan cahaya dari pijaran di langit-langit sesekali menyebabkan percikan bak gemintang pada permukaannya.

Jalan pikiranku melarut dalam senyap di tengah keramaian khalayak pengunjung pusat perbelanjaan bertingkat tiga ini. Tiada satu pasang matapun ingin kulekati, sebagaimana mereka, hanyalah sosok-sosok asing yang bukan tak mungkin memiliki tuju yang sama. Karena nyata kudapati sudah ada yang lain mendahului niatanku melawan sepi di jelang temaram jingga di penghujung pekan.

Aku mencarimu. Meski bukan aku satu-satunya. Banyak yang menyukaimu. Lebih pula kalangan muda. Menggilaimu hingga rela menunggui satu demi satu untuk kau sudahi dahaga istimewa yang hanya padamulah keistimewaan itu menjadi buah bibir hingga tiada berkesudahan karena kamu tinggalkan kesan manis dan pahit berkesinambungan di ujung pencita rasa. Di jelang temaram senja, meski harus menempuhi petak ruang dan waktu, di antara deru, dan keterasingan yang akrab, kumencarimu, My fave iced Black Coffee 🍺