Take your Lines

Laut2aku dan adikku, Manda

As we grow older and get older, we are no longer guided by the teacher in the classroom, no longer given instructions by the lecturer about the books we should read, but we keep going through this life, find our own breadth of knowledge and build our character, putting ourselves wherever our feet stand.

Stay Thursday

Dalam ruang terbuka
terbiasa kita bersua, meski mungkin hanya dengan sedikit kata

cukuplah kadang seulas senyum sekadar sapa

Kita bersama namun tak jarang berada dalam bayang sendiri

Kerap kumencarimu jauh dalam riuh keramaian agar aksara kembali bercerita sebagaimana sediakala

Sering pula kumencarimu dalam setiap takaran pencita rasa agar aku tak kehilangan asa, meski kutahu itu akan lebih sia-sia

Rasa Baru

Seperti sebagaimana di akhir pekan sebelumnya. Bersepeda (bareng teman).

Uniknya kalau gowes di Minggu pagi, ada saja salam sapa dari sesama goweser. Entah sekadar membunyikan ting-ting saat melintas dekat atau berpapasan, karena sepeda saya ngga ada ting-tingnya paling saya balas senyum aja. Saat melintas di Jl. Kanggraksan, disapa oleh tim goweser, kalau lihat dari punggung t-shirt nya tertulis “Samadikun Bikers”.

“Ayooo semangat mbak!”

“Iya mas, semangat, hehe…”

“Sendiri aja gowesnya?”

“Iya… ( *eh…..🀭 abis bingung mau bilang jujur, da katingalina mah saya teh olangan 🀣 )

“Start dari mana?”

“Klayan”

“Oh, dekat dong. Kita dari Samadikun. Mbak barangkali minat kapan-kapan gabung nanti kita ramean gowesnya. Ada mbak-mbaknya juga kok,” Sembari gowes dia ngerogoh tas pinggangnya. Memberi selembar kartu nama klub gowesnya, lengkap dengan nama tim, alamat sekretariat klub, nomor kontak, dsb.

“Oke, makasii yaa…. sampai nanti! Saya udah kudu belok nih…”

Dijawab dengan lambaian dan acungan jempol.

Hanya Konjen

Ada suatu negeri yang mana pemimpinnya dikenal berhasil mengelola segala sumber daya yang dimiliki tanah airnya. Kejayaannya menyebar luas. Hingga katakanlah si Presiden berhasil ini menjadi sorotan dunia. Ada kemudian negara tetangga ingin sekali Presidennya ini mengorek tentang strategi yang digunakan oleh si Presiden sukses tadi. Dibuatlah jadwal pertemuan bilateral.

Tepat pada waktu dijadwalkan, ternyata si Presiden kepo ini harus menyelesaikan urusan lain di sebuah forum internasional. Berhalangan hadir sebagaimana kesepakatan, tidak pula bisa mengutus Wapres, bukan pula Duta Besar yang diutus melainkan setingkat Konsul Jenderal.

Presiden berhasil yang pula dikenal kepribadiannya arif dan bijak, legowo, ramah dan bersahabat, tetap menerima dengan baik kunjungan Konjen Negara tetangganya tadi dengan agenda sebagaimana disepakati sebelumnya yaitu empat mata Presiden to Presiden. Diterima di ruang vip Presiden, dijamu sebagaimana mestinya, tetapi Presiden sukses sama sekali tidak membahas tentang resep yang diinginkan oleh si pengutus yaitu Presiden tetangganya. Sembari tetap tersenyum ramah dalam hati Presiden ini berujar,

“Yaaiyaaaalaaaahhh hellooooowwww….mas bro, black box itu bernilai sangat muahal, dan kamu cukup menawarnya dengan setingkat konjen?

Fua Fua

Sepagi hingga menjelang sore saya dibikin pusing. Gara-gara aplikasi whatsapp di hp saya hang. Dalam hitungan jam tidak ada update status dari teman-teman. Tidak ada kicauan dari group alumni sekolah yang biasanya tidak pernah tidur selama dua puluh empat jam. Sudah cek paket kuota, masih full.

Saya coba opsi force stop dan clear chache, hapus semua foto dan video yang terunduh secara otomatis dari percakapan di group alumni. Kemudian restart ponsel. Sia-sia. Whatsapp hp saya tetap hang. Akhirnya saya coba uninstall dan install ulang dari Play Store. Tergoda tawaran dari Play Store untuk menginstall double akun whatsapp saya coba juga install Whatsapp for business. Kedua WA tersebut saya registrasikan nomor ponsel yang sama. Hasilnya, keduanya tidak bisa diberikan nomor verifikasi.

Saya coba pilih opsi ‘call me’ tapi harus menunggu dua menit. Setelah dua menit barulah opsi ‘call me’ bisa digunakan. Saya ditelpon oleh suara mesin. Si mesin menyebutkan nomor vervikasi “fua…fua… eight… seven… nine… one”. Bingung fua fua itu angka berapa? Saya kira saya salah interpretasi. Mungkin maksudnya one… one… (kan dibacanya uan…uan…) 😁 jadi di halaman verifikasi saya masukkan angka 1-1-8-7-9-1. Ten…nooooot! Salah! Kembali saya harus menunggu dua menit lagi untuk bisa mengulang opsi ‘call me’. Hal serupa berulang. Si mesin menyebut angka yang sama. Makin saya bingung. Fua fua itu apa atau angka berapa. Kalau pronounce si mesin untuk angka 8791 nya jelas. Chrystal. Tapi fua fua itu apa??? Setelah empat kali mencoba baru saya ngeh. Oooo maksudnya four…four… hadeeehh itu aksen Bahasa Inggrisnya dari negara mana yaa sampai saya bingung dengan “fua fua” πŸ˜†πŸ˜…πŸ€£πŸ˜‚

Arrival

mcoffeey pic

Mula kukira hanya mematung diri bersitatap dengan hamparan senja.

Terlalu abai dan kuluput akan kesinggahanmu pada selasar yang belum lagi kubuka pintu berandanya, lontaran ucapan salammu ramah menyapa, bahkan berikanku ucapan ‘selamat’ pada tahapan tapak jalanku yang kubalas dengan tawa tanpa rasa.

Baru bilik lubuk tergugah ketika kamu ungkap inginmu bersamaku memaknai melukis tabir di ufuk barat.

EOA

Kadang setiap dari kita suka terpikir, ngga apa-apa bayar mahal di muka kalau toh nanti akan lebih hemat buat kedepannya. Kalau pola itupun diterapkan pada langkah kita, dan kita justru merasa senang. Just be aware ’cause in fact that we (or you) have been directed fastly to the end of the alley.

Pic taken from: http://www.alamy.com

Lost

Once I came home from an event when it was getting late. Immediately I was lost on the way home. Then in the middle of the road I asked someone with sunglasses. The sunglasses man gave me the directions. Apparently after that I was even more lost. I just realized I was asking a blind one.

Bungkusan

Buatku, menyenangkan berada bersama, menikmati pilihan yang kita pilih, dan berbagi tentang banyak hal, pun tentang citarasa dari cicipan berasal dari jerih masing-masing. Adapun seorang diri, tak masalah. Terbiasa langkah ini melenggang menelasar tebing dan lembah metropolitan.

Kalau yang kamu tawarkan bungkusan?

Maaf, aku tidak minta dicarikan bungkusan πŸ˜†

Β 

Β 

Β