Never Taste it Over

Coba icipin seujung sendok gula. Gimana terasa? Manis? Tentu saja. Cobalah lahap gula setakar satu centong nasi. Rasanya? Keblengerrr…jontor deh tuh bibir 😀

Pastinya semua udah paham, segala sesuatu yang berlebih tidak akan berujung baik. Nikmat di awal rasa namun apabila kekerapannya tanpa jeda, porsi tiada tara, apa dirasa? Muak, jenuh, bosan, dsb.

That’s right brader, nobody has ever been on somebody else’ shoes. Mana mungkin kisah hidup seseorang menjadi cetak biru bagi jalan hidup seseorang lainnya. Tetapi ilustrasi alam selalu tulus memberikan gambaran untuk pembelajaran.

31 Berkah

Alhamdulillah…moga berkah..

What a good day today! Nggak biasanya 3355 taruit di penghujung bulan, biasanya sih kudu sabar nunggu tanggal satu, itu juga kalau tanggal satunya bukan merah h3u…

Kerjaan hari ini udah kelar sebelum tengah hari. Eh, pulang dari masjid ba’dah dhuhur, ngedadak siang-siangan diundang masuk group wa alumni SD Lebak Bulus 😀 rumpi-rumpi nostagila sampe sekitar setengah tiga. Masih tiga puluh menit menunggu waktu pulang, aku ambil bacaan hikmah Islam Penerang Hati, terus seperti biasa menjadi kebiasan baruku di Ramadhan ini, bikin taman baca sendiri 🙂 Baru aja kebet tiga halaman, dapet notif via email: Hore! Anda menerima pesanan baru. Segera cek di Bukalapak. Gegas aku kembali ke pc. Alhamdulillah, tas koper second merk Polo yang kupasang iklannya sejak Senin kemarin hari ini dipesan orang Bandung *thumbs up*. Tas dokumen yang dulu dari 2014 kupake buat kuliah program kependidikan akta 4, pikir-pikir baru kepikir daripada bertaun disimpan di gudang kenapa nggak diduitin aja, eh beneran laku deh 🙂 Alhamdulillah Yaa Razaq.

 

Tentang Perolehan

Rezeki itu tidak bisa selalu dijadikan ajang balapan. Mungkin ada yang perolehannya cepat adapula yang lambat. Tetapi untuk mampu mandiri untuk memulai hidup barunya dengan hasil usahanya sendiri, menurut saya itu sudah merupakan langkah awal yang sangat bagus. Tak perlu ada dua dalam satu sehingga memungkinkan ada yang terbebani, ada rasa yang terusik, atau ada batas yang harus tergeser.

Tentang kenapa misalkan seseorang tidak memenuhi apa-apa sebagaimana orang pada umumnya menyegerakan. Ya, pemikiran setiap orang kan beda-beda, target-target dalam hidupnya pun belum tentu sama dengan kebanyakan orang. Mungkin, bukannya tidak mampu dari segi finansial, melihat dari perolehan pekerjaannya yang sudah bisa dibilang mapan, tetapi justru bisa jadi karena ia memiliki target lain yang ia ingin lebih prioritaskan terlebih dulu. Toh, jalannya hidup itu kan bertahap. Sejauh langkah-langkahnya sudah cukup realistis dan mandiri, lalu apanya yang salah jika urutan target yang ingin dicapainya tak selalu sama dengan kebanyakan lainnya?

And thank’s for a friend of mine who makes me laugh out loud just now. :mrgreen: a lil bit funnies which could release this strain.

Resolusi 2014: Hidup Sehat

I like this! semoga tahun 2014 bisa mengikuti pola seperti ini 🙂

pagi

Akhirnya kita masuk juga di tahun 2014. Dan seperti yang sudah-sudah didunia blogger, awal tahun kita akan menemukan banyak postingan para sahabat tentang refleksi tahun sebelumnya dan resolusi untuk tahun depan.

Saya percaya sebenarnya hampir semua orang pasti memiliki dan membuat resolusi dalam hidupnya, hanya blogger lebih beruntung memiliki kemampuan dan wadah untuk mengungkapkan secara terbuka dan dipenuhi semangat bahagia. Jadi berbahagialah menjadi blogger.

Dari semua resolusi yang saya baca inti utama tentu saja ingin menjadi lebih baik dalam segala hal yang dilakukan. Tapi tanpa menjelaskan hal yang rinci dan spesifik tentu kita bagai berjalan tanpa tujuan yang bingung mau ke mana dan singgah di mana.

Jadi harus tau apa yang ingin dilakukan dan capai, jangan sampai bingung dan setengah jalan gagal. Sebagai blogger tentu saya ingin memiliki tulisan yang meningkat secara kwalitas. Ingin lebih konsisten dan rajin, tidak hanya menjadi draft di folder kamputer. Sebagai perempuan yang sudah menjadi ibu dan istri saya ingin menjadi pribadi yang lebih baik untuk keluarga. Tapi di luar keinginan itu semua satu hal besar yang ingin saya lakukan di 2014 adalah merubah pola hidup lebih sehat.

Ya, saya ingin resolusi besar-besaran pada tubuh saya untuk menjadi lebih sehat dan lebih baik lagi. Karena kesehatan adalah yang utama. Berjuta rencana kegiatan yang saya susun tidak akan ada artinya jika tubuh sakit dan tidak fit untuk melaksanakannya.

Diusia yang sudah kepala tiga lebih, saat di mana semua penyakit mudah menyerang jika kita abai terhadap tubuh. Seperti mudah lelah, lemas dan sebagainya. Bahkan yang lebih parah terkena penyakit yang serius dan berat. Karena itu saya menyusun beberapa hal dasar yang ingin saya lakukan.

1. Mulai ‘memaksakan’ diri berolahraga minimal jalan kaki 30 menit sehari. Di mana sebelumnya saya sudah benar-benar stug dan jarang olahraga. Bahkan kalau diingat lagi, terkahir olahraga rutin justru saat hamil hampir lima tahun lalu. Setelahnya saya cukup abai dan malas hingga sekarang.

2. Saya mulai mengurangi melek sampai larut hanya untuk hal-hal yang tidak mendesak. Seperti mantengin DVD, browsing hal-hal ‘aneh’, dan mantengin sosmed. Selama setahun belakangan saya sudah berlaku buruk pada tubuh saya sendiri dengan memaksa tubuh melakukan hal-hal tidak bermanfaat.

3. Saya mulai mengatur pola makan sebaik mungkin. Seperti mulai mengurangi makanan berlemak, karbohidrat tinggi dan makanan berbahan pengawet dan instan. Terkadang tidak sadar dan kalap melihat makanan yang hanya enak di lidah tapi tidak enak di tubuh untuk jangka panjang. Sudah banyak artikel dari para ahli bagaimana makanan-makanan tak bergizi tersebut merusak tubuh kita tapi terkadang keegoisan diri jauh lebih berkuasa. Karena sebenarnya tidak ada laranga menikmati makanan enak tapi dengan porsi yang diatur. Pasti pernah mendengarkan “Semua yang berlebihan akan buruk akibatnya”. Jadi mulai sekarang saya akan berusaha meminimalkan mengkonsumsi makanan yang tidak begitu dibutuhkan oleh tubuh.

4. Dan yang paling penting adalah merilekskan pikiran. Mulai sekarang saya berusaha belajar untuk menjalani kehidupan dengan pikiran positif. Menghadapi setiap permasalahan dengan damai dan berpikir “semua masalah pasti ada jalan keluarnya dan setiap jalan terjal di depan adalah sebuah dinamika yang dialami semua orang yang hidup di dunia ini. Tidak hanya saya sendiri”.

Itulah hal utama yang ingin saya lakukan dengan sebaik-baiknya di tahun 2014. Karena percuma saya membuat berbagai rencana yang ingin dilakukan kalau akhirnya tubuh tidak mampu melakukannya. Dan saya tidak mau menyesal belakangan dan sadar betapa berharganya kesehatan justru saat sudah mengalami sakit.

Salam sehat salalu!

Resolusi 2014 : Hidup Sehat

Oleh: (sumarti Saelan) Icoel

Kompasiana

Lifestyle | Catatan | Artikel |Opini

OPINI | 06 January 2014 | 11:19

Pilihan

Seratus persen salah kalau orang pikir aku butuh puji-pujian. Hanya manusia bodoh yang gila pujian. Mengkritik untuk perbaikan dan inovasi yo mariii….tapi menghina ya jangan. Karena kita semua sama, sama-sama makhluk Ciptaan Sang Khalik yang sempurna, sama-sama memiliki tanggung jawab dalam kehidupan di dunia.

Profesi apapun bagi teman-teman itu adalah pilihan. Sedikitpun aku nggak pernah mencela pilihan hidup siapapun, sejauh itu semua masih berada di jalan-Nya, ya just go ahead! Lanzuuutkan! Tak perlu ada yang merasa lebih beruntung atau sebaliknya merasa lebih sial, toh kita semua udah dikasi kesempatan untuk berusaha membangun hidup masing-masing, dan mencari yang lebih baik itu manusiawi. Aku tidak memihak kepada siapapun, tidak membela siapapun, dan tidak perlu juga menyalahkan siapapun. Hidup itu enjoy aja, asyik-asyik aja, lakukan semua dengan potensi yang kita punya, jalan selalu ada. Semangat pagi!

Inner Power

inner-strengthKetika kita berdo’a, Sebenernya itulah yang membuat kita bertambah kuat, Ketika kita senyum, itulah yang membuat kita bertambah manis, Ketika kita sabar itulah yang membuat kita bertambah bijak, Kasih sayang kita terhadap orang yang kita cintai, Itulah yang membuat kita mengerti makna hidup…

#Ahmad Habib.

images source

Ngobrol Asyik

Berada dalam lingkungan yang berbeda-beda range usia mungkin kita merasa santai aja dengan kapabilitas komunikasi yang kita miliki, toh dengan seringnya berinteraksi satu dengan lainnya pasti bisa saling ngertiin si A seperti apa, si B seperti apa, dst. Benarkah demikian? Ternyata seorang teman saya dulu sempat ngeluh, katanya ada seorang cewe yang kelihatannya seneng ngajak dia ngobrol, *wah pe-de-ka-te niih?* usianya juga keliahatannya terpaut dua atau tiga tahun di bawah tetapi kenapa topik obrolannya justru artis dan penyanyi angkatan babeh gue? 😆

Yuk sejenak simak dulu yang satu ini:

Mereka yang Tumbuh di tahun 80-an

Pria yang tumbuh di tahun 80-an, saat ini sudah mencapai usia yang cukup dewasa. Di jaman mereka tumbuh, belum ada gadget-gadget seru seperti playstation maupun android. Untuk memulai pembicaraan yang renyah dengan para pria ini, coba deh bahas buku atau tren yang hits di awal 90an. Guyonan lawas ala Warkop DKI juga bisa menghangatkan suasana.

Andapun bisa bicara tentang filosofi kehidupan dengan mereka. Pria-pria mature ini biasanya punya pandangan yang sangat mendalam tentang kehidupan daripada sekedar membahas tren. Mereka suka orang yang punya visi ke depan dan dewasa, serta tak cuma memikirkan hari ini saja.

Mereka yang Tumbuh di tahun 90-an

Untuk generasi ini, Anda tak perlu susah-susah membuka buku sejarah. Mereka masih sempat merasakan tren boyband dan musisi jaman itu seperti Backstreet Boys, SO7, Padi dan sebagainya. Generasi ini juga masih sempat mengecap segarnya tren milenium.

Jangan membicarakan hal yang terlalu oldies. Bahaslah hal-hal seru seperti film masa kecil, planning ke setelah lulus, ide kreatif, karir impian dan sebagainya. Selain tren, mereka juga sudah mulai menjadi orang-orang yang punya cita-cita, bahkan target.

Mereka Yang Tumbuh di tahun ’00

Well, saat ini memang mereka masih sangat muda, namun jangan remehkan mereka. Untuk menghadapi pria yang tumbuh di tahun-tahun ini, Anda perlu lebih inovatif. Mereka memiliki pemikiran kritis dan tumbuh di antara kecanggihan teknologi dan perubahan jaman.

Mereka adalah generasi yang lebih speak up, sehingga Anda perlu menjadi orang yang to the point untuk bicara dengan mereka. Pahami perkembangan yang ada seperti reality show, stand up comedy, social media bahkan girlband dan boyband yang makin booming.

Nah, itu dia beberapa trik memahami topik pembicaraan dengan pria sesuai dengan usia mereka. Semoga bisa membantu agar Anda lebih mudah menemukan ‘klik’ dengan mereka

Sumber artikel:
Trik Ngobrol Asik Dengan Pria Sesuai Dengan Usia Mereka

Vemale.com
Selasa, 04 Juni 2013 16:30

Betuuul banget yaa…nggak cuma buat pria, saya sendiri nggak mudeng kalau ada yang ngajak ngobrol tentang seleb tahun-tahun 80-an ke bawah hihi… 😉