Temani Aku

Malam itu Desember 2009, sudah lebih dari tiga jam Ford Everest melintasi jalur panjang Pantura membawa tim EO kembali ke Cirebon dari event arung jeram di Sungai Ciberang Banten.

Tidak ada pemandangan yang bisa kulihat di luar. Pekat malam melingkupi sekitar. Hanya cahaya lampu secara bersilih menyilaukan pandangan. Menoleh ke jok belakang pun, teman-teman yang sudah terlanjur kelelahan lelap dalam alam mimpi masing-masing atau mungkin impiannya masihlah berada di atas perahu karet diombang-ambingkan arus sungai di bawah kaki Pegunungan Halimun siang tadi. Tidak pula ingin kuusik konsentrasi Pak Amin, our office driver. Sayup kudengar sebuah tembang dari radio dalam mobil yang sejak tadi diputarkan dengan volume pelan. “…. Temani, temani aku ….. temani, temani aku….

Usai satu lagu Naff tadi, si penyiar radio menginformasikan sebuah peristiwa ter-update, baru saja terjadi kecelakaan lalu lintas di kilometer … di Jalan Raya Losarang, Cemara, sebuah motor bertabrakan dengan truk….. “ yang kudengar selanjutnya kejadiannya sangat tragis bagi si pengendara motor yang segera dilarikan oleh pihak Polsek Losarang ke RS Bhayangkara Indramayu.

“Di depan sana, berarti,” ucap Pak Amin memecah hening.

“Depan mana, Pak?”

“Nggak jauh dari sini, kita ini udah sampai Kandanghaur, mbak,” Pak Amin sedikit menggeser volume radio. “Innalillahi, kepalanya sampai putus!” pekiknya lagi. Kerongkonganku berasa tercekat. Semenit kemudian Pak Amin mengganti channel radio ke arah lain. Volumenya kembali dipelankan. Kembali ia berkonsentrasi pada kemudinya. Entah kenapa, tiba-tiba saja bulu tengkukku berasa merinding. Karena pas sekali saat pilihan channel jatuh pada gelombang radio lainnya, sebuah lagu sedang bersenandung ….

Temani, temani aku ….. temani, temani aku….

Bila nanti kau milikku
Temani aku saat aku menangis
Dan Bila nanti aku milikmu
Temani aku hingga tutup usiaku

Ku bahagia bila ragamu di sampingku
Ku merasa tenang bila tanganmu memelukku

Kenapa lagu yang sama berulang? Ah, ya bisa saja, kan beda radio.

Hingga kembali tiba ke aktivitas keseharian, kembali kepada kesibukan sebagaimana biasa. Aku bahkan tidak ingat lagi perjalanan malam itu.

Tahun berganti. 2010. Perubahan banyak terjadi. Satu-persatu teman satu timku beranjak untuk beroleh rezeki lebih baik di luar kota. Aku sendiri ditransfer job, pindah kantor. Satu tersisa dari kami pun gegas mencari ladang lebih menjanjikan di lain kota.

Malam itu di bulan kedua 2015. Waktu sudah hampir melarut. Ketika sebuah pesan masuk ke smartphone-ku. Seorang teman dari kantor lama mengabariku kalau satu teman dari tim kerjaku dulu baru saja tutup usia. Aku terlongong membaca pesan di bentang layar mungil dalam genggamanku. Gegas aku mengirimi balasan bertanya balik pada temanku itu mengenai penjelasan lebih jauh. Tanpa kusadar sayup kudengar dari radio di kamar yang memang sedari tadi tengah memutarkan tembang-tembang lawas. Lagu itu lagi… lagu yang sama ketika enam tahun sebelumnya kudengar di lintasan Kandanghaur, Indramayu.

Aku yang dulu sering memintanya menemaniku. Dan dia setia menemaniku, dalam keseharian kerja kami. Dia pun kadang memintaku menemaninya melewati malam di ruang kerja karena job di bagiannya sangat banjir dan luber.  Kita memang saling menemani dan tak jarang pula sesuatu hal membuat kita berpunggungan, dan saat di penghujung penentuan nasib masing-masing pun bahkan sudah teramat jauh wajah kita berpaling.

Kenapa lagu yang sama berulang?

Kenapa peristiwa yang nyaris serupa berulang? 😥

Advertisements

Renungkan ini

Apa yang membuat hatimu memilihkan menempatkannya dalam singgasana hatimu untuk mendampingi perjalanan hidupmu?

dia yang selalu hadir di hari-harimu
dia yang berbicara denganmu sepanjang waktu dan membuat senyummu mengembang
dia yang menemanimu pergi ke mall, membayarimu makan, nonton, dan tiket wisata

adakah dia…
menyediakan bahunya untukmu?
melapangkan dadanya untuk air matamu?
menguatkan genggamnya untuk menopang yang kamu tak kuasa menopangnya sendiri?
menggelarkan sekujur raganya entah kamu peduli atau tidak, untuk menjagamu dari terpaan badai?

Pernah, seorang karib bertutur kegalauannya dalam hitungan bulan jelang pengakhiran masa lajangnya. “Diakah pilihan hati dan hidupku?” Bimbangnya. Pasalnya, sejauh masa penjajakan dua hati mereka untuk menjadi padu buaian rayuanlah yang mengangkasa, sementara tiada usaha membangun pondasi rencana ‘rumah’ bagi hidup mereka kelak. “Selama ini selalu aku yang bayar, alasannya uangnya belum cukup, dagangannya tengah merugi, atau…dompetnya hilang.” Dear karibku, dengarkan kata hatimu. Panjatkanlah doa-doa malam. “Sudah, bahkan sudah aku istikharah, tapi tak kunjung kudapat mimpi. Ibuku menyaran, kalau nggak sreg, mundurlah, selagi janur belum lagi melengkung. Tidak. Tekadku bulat. Aku tidak boleh melihat sisi buruknya semata.” Baiklah….

Hari H karibku pun tiba, sayang, calon mempelai sang calon penopang mahkota dewi tiada kunjung tiba. Beribu alasan, merugi dagangan, dompet hilang (lagi), motor raib, sampai pada kompor rumah meleduk. Karibku tak ingin menyerah pada janji suci yang ia yakini cinta. Berangkatlah ia dan keluarga serta kerabat, membalikkan adat dan tradisi yang semestinya. Nyata, bukan bahagia dijalani ketika sejak kemarin pun jiwa ksatria itu tak pernah lahir dan bertumbuh dari lelaki yang dulu begitu diyakini oleh karibku sebagai cinta.

Mutiara Maghrib (ed.20-03-2014)

masjid

اَللّهُ telah mengkaruniakan pasangan kepada kita. Adanya kekurangan dari diri karena ada yang dilebihkan dari pasangan, begitu pula sebaliknya, kekurangan yang ada pada pasangan karena ada yang dilebihkan dari diri ini. Lalu mengapa harus mencari-cari jalan untuk mencari seseorang yang lain selain pasangan? Memang sepintas seseorang yang lain memiliki lebih dari segalanya, padahal itu semata hanyalah tipu daya syaiton yang seringnya lalai dari pandangan mata manusia kecuali dilihat dari pandangan iman. Ia sesungguhnya sama sekali tidak memberikan kelebihan apapun kecuali fatamorgana indah dengan tujuan menyesatkan saja selama hayat di dunia agar kelak terjauhkan dari ridho اَللّهُ SWT dan di akhirat terjauhkan pula dari pintu syurga.

Narrow Minded

Closed Minded

For most people especially in a small town, a balance relationship sometimes hard to be valued. Whereas in this current global era where communication is very much needed in the work activities and for the work performance itself, but still there are some people have such narrow minded. Invited in exchanging contact numbers then considered intend to start an affair, though we know each other as co-workers.

*pat forehead*

Tetes Keringat

“Alhamdulillah….kerjaanku kelar hari ini, jadi besok bisa berlibur!”

Ujar seorang rekan tadi sore. Sementara aku masih memandangi kaca jendela yang sisi luarnya terbasuh derasnya hujan sembari menunggu redanya, waktu telah bergulir satu jam dari jadwal ngantor.

“Kenapa coba kalau kita udah nuntasin kerjaan udahnya bisa tidur nyenyak?” Lanjutnya berceloteh.

“Karena capek,” jawabku.

“Betul teh. Istilahnya kita udah menunaikan kewajiban hidup, mengaplikasikan ilmu, berkarya, sesuai dengan tugas dan tanggung jawab kita, maka setelahnya pasti ke badan ini terasa rileks, pikiran tenang, tetes keringat menjadi tidak sia-sia, tinggal refreshing deh. Coba kalau kita nggak ngerjain apa-apa, meski ada tugas dan tanggung jawab tapi cuek, males, ogah-ogahan, pikiran ngelantur, akal nggak terasah, intelejensi jadi tumpul, kemampuan analisa juga melorot, ngobrol sama orang juga jadi nggak ada makna dan nggak manfaat, ujung-ujungnya cuma pandai ngegosip, dan sangat disayangkan…waktunya terbuang sia-sia. Apa nanti yang bakal dijawabnya saat diminta pertanggungjawaban, iya di dunia, iya di akhirat?”

🙂 Bener banget pemirsa, apa yang barusan disampaikan rekanku itu, meski usianya baru menginjak angka dua puluh tiga tapiiii…emang bener banget yee kata-katanya. Ya semoga ini menjadi introspeksi dan resolusi buat diri kita mulai hari ini dan di tahun berikutnya. Selamat berlibur! *thumbs up*

Masih Rezeki

Siapa yang pikir rezeki adalah melulu soal uang? Tentang berapa jumlah pendapatan yang kamu peroleh? Bagaimana dengan kesehatan, kekuatan, keluarga, sahabat, kesempatan akan kebaikan? Bukankah hal tersebut adalah sisi lain dari kata rezeki? Karena rezeki itu sangat luas maknanya.

Kamis sore, aku tersentak ketika merogoh saku celana panjang. SIM gw manaaa???

Sontak aku mencarinya di tas, dompet, laci dasboard mobil, hingga kamar, nothing! Padahal sore ini aku sudah ada janji untuk suatu urusan dan hendak menuju tempat tujuan dengan kendaraan. Berusaha sekuat ingatan mengingat-ingat dimana terakhir kali menyimpannya. Ya, tadi pagi aku mengendarai mobil untuk membeli sarapan lalu aku langsung menuju kantor. Surat izin mengemudi kusimpan di saku celana panjang, yakin banget. Begitu pula saat istirahat siang, aku masih menyimpannya dalam saku. Lalu mengapa tiba-tiba sore ini selembar kartu penting tersebut raib? Padahal sejak pagi aku tidak mengantongi pernak-pernik lain dalam lipatan celana panjangku.

Gegas sore itu pula kuputar balik langkah kembali ke kantor, setelah kusimpan mobil di garasi. Berbagai macam pikiran buruk mendadak hinggap memenuhi kepalaku, gimana kalau SIM-ku hilang? Berarti harus mengurus lagi ke polres yang lokasinya jauh di wilayah kabupaten, berapa lagi biaya pengurusannya, waktu yang bakal tersita, bisakah diurus hanya dalam sehari? Oh my God!

Setiba kembali di area kantor aku berputar-putar di parkiran kendaraan. Pandanganku menyapu daun-daun kering berwarna cokekat yang berserakan di aspal, bisa jadi SIM-ku yang bersampul kulit berwarna cokelat terjatuh disini tadi siang. Kalau tidak kutemukan di sini aku akan lanjut ke tingkat atas ke ruang kerja, siapa tahu terjatuh di lantai atau tertinggal di laci meja kerja.

Alhamdulillah Yaa Allah
Pandanganku langsung tertumbuk pada sampul kulit cokelat di antara dedaunan kering berserakan. Gegas tanganku memungut dan membuka, isinya masih utuh. Betapa bersyukurnya aku. Alhamdulillah masih rezekiku, kalau ini hilang…. I don’t know what would be.

loggoff

offline
feel free! :mrgreen:

Exciting indeed in a state of on-line. You could share anything with everybody with all. And I have set my heart within this line. Unfortunately … it’s getting uncomfortable, when there must be a lie, sensitive, wish being accompanied for all day but confusing, I’m asked to be here but you go along with someone else, being invited in a tête-à-tête but you tell me I’m wrong in all way, omg! Better you go overboard! 😆

iseng.com

Manakala sentak terhenti karena perihal tak dimengerti. Upaya sekuat hati mengerti pun masih tertatih karena belumlah terlatih.

harus apa?

harus apa lagi??

harus kata apalagi???

Pasang aja foto aneh di pp, targetkan berapa jumlah quota komentar dalam satu hari. Haiyyaaahhhh! Langsung diserbu oleh komentar2 my buddies. Daripada berlari dalam pikiran menerawang dan diam dalam kelam. Lumayan! yang datang lebih dari yang ditargetkan, jadi mohon maaf kalau nggak kebagian seat harap mengambil tiket berdiri, halahh apa siih? 😀 The point is…. I invite you all in a fit and fun ^_^

10 Adab Agar Doa Dikabulkan

dakwatuna.com – Ramadhan adalah syahrud du’aa’ –bulan berdoa-. Sehingga rangkaian ayat-ayat shaum yang panjang itu, disisipi seruan untuk berdoa. Allah swt. berfirman:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)

Pengalihan seruan dari orang-orang beriman terkait dengan hukum-hukum shaum, beralih pada seruan untuk Rasulullah saw. agar beliau mengajarkan dan mengingatkan orang-orang beriman, apa-apa yang mesti mereka perhatikan dalam pelaksanaan ibadah, baik berupa ketaatan maupun sikap ikhlas, juga bersimpuh hanya kepada-Nya dengan doa, doa yang mengantarkan mereka pada petunjuk dan jalan kebaikan. Ini menunjukkan betapa pentingnya ibadah doa. Bahkan ada tiga kelompok yang doanya tidak akan tertolak:
“ثلاثة لا ترد دعوتهم: الصائم حتى يفطر، والإمام العادل، ودعوة المظلوم يرفعها الله فوق الغمام وتفتح لها أبواب السماء ويقول الرب: وعزتي وجلالي لأنصرنك ولو بعد حين ” (رواه أحمد والترمذي)
“Tiga kelompok yang tidak akan ditolak do’anya: Orang yang berpuasa sampai ia berbuka. Pemimpin yang adil. Dan do’a orang yang teraniaya. Allah menyibak awan dan membuka pintu-pintu langit seraya berfirman: “Demi kemulian-Ku dan keagungan-Ku, pasti Aku tolong kamu, walau setelah beberapa waktu.” Ahmad dan At Tirmidzi

Doa adalah perwujudan rasa cinta seorang hamba kepada Allah swt., sekaligus pengakuan akan kebutuhan dan pertolongan-Nya. Hakikat doa sebenarnya juga meminta kekuatan dan kesanggupan dari Allah swt. Dalam doa ada makna memuji Allah swt., ada pengakuan bahwa Allah Maha Mulia lagi Maha Pemurah. Itu semua menjadi ciri pengabdian dan penghambaan. Rasulullah saw. bersabda:
من لم يسأل الله يغضب عليه
“Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah, Allah marah padanya.” Beliau juga bersabda:
“أفضل العبادة الدعاء“.
“Sebaik-baik ibadah adalah doa”

Diriwayatkan dari Nu’man bin Basyir dari Nabi saw. bersabda: “Doa adalah ibadah. Dan Tuhan Kalian menyeru: Berdoalah kalian kepada-Ku, Pasti Aku kabulkan doa kalian.” Rasulullah saw. juga bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling bakhil di antara manusia adalah orang yang pelit salam. Dan selemah-selemah manusia adalah orang yang tidak mau berdoa.”
Dari Salman berkata, Rasulullah saw. bersabda:
(لا يرد القضاء إلا الدعاء ولا يزيد في العمر إلا البر(
“Putusan atau qadha’ Allah tidak bisa ditolak kecuali dengan doa. Dan sesuatu tidak akan menambah umur kecuali kebaikan atau al-birr.”

Diriwayatkan dari imam Ahmad, Bazzar dan Abu Ya’la dengan sanad jayyid, dari Abu Said bahwa Nabi saw. bersabda:
عن أبي سعيد أن النبي -صلى الله عليه وسلم- قال: “ما من مسلم يدعو بدعوة ليس فيها إثم ولا قطيعة رحم إلا أعطاه الله بها إحدى ثلاث إما أن تعجل له دعوته وإما أن يدخرها له في الآخرة وإما أن يصرف عنه من السوء مثلها”. قالوا: إذا نكثر. قال: “الله أكثر”.
“Tiada setiap muslim berdoa dengan suatu doa, dalam doa itu tidak ada unsur dosa dan memutus tali silaturahim, kecuali Allah pasti memberikan kepadanya salah satu dari tiga hal; adakalanya disegerakan doanya baginya, adakalanya disimpan untunya diakhirat kelak, dan adakalanya dirinya dihindarkan dari keburukan.” Para sahabat bertanya: “Jika kami memperbanyak doa?” Rasulullah saw. bersabda: “Allah lebih banyak (mengabulkan doa).”

Rasulullah saw. bersabda: “Tiada di atas permukaan bumi seorang muslim yang berdoa kepada Allah dengan suatu doa kecuali Allah akan mendatangkan kepadanya apa yang ia pinta, atau Allah palingkan darinya keburukan. Ketika ia tidak berbuat dosa atau sedang memutus hubungan silaturahim.” Rasulullah saw. juga bersabda dalam hadits Qudsi, Allah swt. berfirman:
وقال رسول الله -صلى الله عليه وسلم-: “إن الله يقول: أنا عند ظن عبدي بي وأنا معه إذا دعاني”.
“Aku tergantung persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya ketika ia berdoa kepada-Ku.”

Adab Berdoa

Pertama, Memakan makanan dan memakai pakaian dari yang halal. Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Seorang laki-laki yang lusuh lagi kumal karena lama bepergian mengangkat kedua tanganya ke langit tinggi-tinggi dan berdoa : Ya Rabbi, ya Rabbi, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dagingnya tumbuh dari yang haram, maka bagaimana doanya bisa terkabulkan.?” Imam Muslim

Kedua, Hendaknya memilih waktu dan keadaan yang utama, seperti:

1. tengah malam, Rasulullah saw. bersabda:
: قال صلى الله عليه وسلم: “أقرب ما يكون الرب من العبد في جوف الليل الآخر فإن استطعت أن تكون ممن يذكر الله في تلك الساعة فكن”.
“Keadaan yang paling dekan antara Tuhan dan hambanya adalah di waktu tengah malam akhir. Jika kamu mampu menjadi bagian yang berdzikir kepada Allah, maka kerjakanlah pada waktu itu.”
Dari Jabir berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya bagian dari malam ada waktu yang apabila seorang hamba muslim meminta kebaikan kepada Allah dan sesuai dengan waktu itu, pasti Allah mengabulkannya.” Imam Ahmad menambah: “Itu terjadi di setiap malam.”
2. saat sujud. Rasulullah saw. bersabda: “Dan adapun ketika sujud, maka bersungguh-sungguhlah kalian berdoa, niscaya akan diijabahi doa kalian.”
3. ketika adzan. Rasulullah saw. bersabda: “Ketika seorang muadzin mengumandangkan adzan, maka pintu-pintu langit dibuka, dan doa diistijabah.”
4. antara adzan dan iqamat. Rasulullah saw. bersabda: “Doa antara adzan dan iqamat mustajab, maka berdoalah.”
5. ketika bertemu musuh. Dari Sahl bin Saad, dari Nabi saw. bersabda: “Dua keadaan yang tidak tertolak atau sedikit sekali tertotak; doa ketika adzan dan doa ketika berkecamuk perang.”
6. ketika hujan turun. Dari Sahl bin Saad dari Nabi saw. bersabda: “Dan ketika hujan turun.”
7. potongan waktu akhir di hari Jum’at. Rasulullah saw. bersabda: “Hari Jum’at 12 jam tiadalah seorang muslim yang meminta kepada Allah sesuatu, kecuali pasti Allah akan memberinya. Maka carilah waktu itu di akhir waktu bakda shalat Ashar.”
8. doa seseorang untuk saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya. Dalam riwayat Imam Muslim dari Abu Darda’ berkata: “Rasulullah saw. bersabda: “Tiada seorang muslim yang berdoa bagi saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya itu, kecuali Malaikat berkata, bagimu seperti apa yang kamu doakan untuk saudaramu.” Dalam kesempatan yang lain Rasulullah saw. bersabda: “Doa seorang al-akh bagi saudaranya tanpa sepengetahuan dirinya tidak tertolak.”
9. hendaknya ketika tidur dalam kondisi dzikir, kemudian ketika bangun malam berdoa. Dari Muadz bin Jabal dari Nabi saw. bersabda: “Tiada seorang muslim yang tidur dalam keadaan dzikir dan bersuci, kemudian ketika ia bangun di tengah malam, ia meminta kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat, kecuali Allah pasti mengabulkannya.”

Ketiga, Berdoa menghadap kiblat dan mengangkat doa tangan.

Dari Salman Al-Farisi berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah Maha Hidup lagi Maha Pemurah. Dia malu jika ada seseorang yang mengangkat kedua tangannya berdoa kepada-Nya, Dia tidak menerima doanya, nol tanpa hasil.”

Keempat, Dengan suara lirih, tidak keras dan tidak terlalu pelan.

Rasulullah saw. bersabda: “Wahai manusia, sesungguhnya Dzat yang kalian berdoa kepada-Nya tidak tuli dan juga tidak tidak ada / gaib.”

Kelima, Tidak melampaui batas dalam berdoa.

Allah swt. berfirman: “Berdoalah kepada Tuhan kalian dengan penuh rendah diri dan takut (tidak dikabulkan). Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang yang melampaui batas.” Al-A’raf:55. Contoh melampai batas dalam berdoa adalah minta disegerakan adzab, atau doa dalam hal dosa dan memutus silaturahim dll.

Keenam, Rendah diri dan khusyu’. Allah swt. berfirman:

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” Al-Araf:55. Allah swt. berfirman dalam surat Al-Anbiya’:90:
“Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.”

Ketujuh, Sadar ketika berdoa, yakin akan dikabulkan dan benar dalam pengharapan.

عن أبى هريرة قال: قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم-: “ادعوا الله وأنتم موقنون بالإجابة واعلموا أن الله لا يستجيب دعاء من قلب غافل لاه”،
Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Berdoalah kepada Allah, sedangkan kalian yakin akan dikabulkan doa kalian. Ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” Imam Ahmad

Rasulullah saw. juga bersabda: “Jika salah satu di antara kalian berdoa, maka jangan berkata: “Ya Allah ampuni saya jika Engkau berkenan. Akan tetapi hendaknya bersungguh-sungguh dalam meminta, dan menunjukkan kebutuhan.”

Sufyan bin ‘Uyainah berkata: “Janganlah salah seorang dari kalian menahan doa apa yang diketahui oleh hatinya (dikabulkan), karena Allah swt. mengabulkan doa makhluk terkutuk, iblis laknatullah alaih. Allah swt. berfirman: “Berkata iblis: “Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan. Allah berfirman: “(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh.” Al-Hijr:36-37

Kedelapan, Hendaknya ketika berdoa memelas, menganggap besar apa yang didoakan dan diulang tiga kali.

Ibnu Mas’ud bekata: “Adalah Rasulullah saw. jika berdoa, berdoa tiga kali. Dan ketika meminta, meminta tiga kali. Rasulullah saw. bersabda: “Jika salah satu di antara kalian meminta, maka perbanyaklah atau ulangilah, karena ia sedang meminta kepada Tuhannya.”

Kesembilan, Hendaknya ketika berdoa dimulai dengan dzikir kepada Allah dan memujinya dan agar mengakhirinya dengan shalawat atas nabi saw.

Kesepuluh, Taubat dan mengembalikan hak orang yang dizhalimi, menghadap Allah dengan ringan.

Dari Umar bin Khattab ra. berkata: “Sesungguhnya saya tidak memikul beban ijabah, akan tetapi memikul doa, maka ketika saya telah berupaya dalam doa, maka ijabah atau dikabulkan akan bersamanya.”

Ia melanjutkan: “Dengan sikap hati-hati dari apa yang diharamkan Allah swt. Allah akan mengabulkan doa dan tasbih.”

Dari Abdullah bin Mas’ud ra berkata: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan kecuali orang yang sadar dalam berdoa. Sesungguhnya Allah tidak mengabulkan dari orang yang mendengar, melihat, main-main, sendau-gurau, kecuali orang yang berdoa dengan penuh keyakinan dan kemantapan hati.”

Dari Abu Darda’ berkata: “Mintalah kepada Allah pada hari di mana kamu merasa senang. Karena boleh jadi Allah mengabulkan permintaanmu di saat susah.” Dia juga berkata: “Bersungguhlah dalam berdoa, karena siapa yang memperbanyak mengetok pintu, ia yang akan masuk.”

Dari Hudzaifah berkata: “Akan datang suatu zaman, tidak akan selamat pada zaman itu, kecuali orang yang berdoa dengan doa seperti orang yang akan tenggelam.”

Menghindari kesalahan dalam berdoa

Ada beberapa praktek doa yang disebagian umat muslim masih terus berlangsung, padahal itu menjadi penghalang doa dikabulkan. Di antaranya adalah:

Pertama, Berdoa untuk keburukan keluarga, harta dan jiwa.
Dari Jabir ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kalian berdoa untuk kemadharatan diri kalian, dan jangan berdoa untuk keburukan anak-anak kalian. Jangan berdoa bagi keburukan harta-harta kalian. Janganlah kalian meminta kepada Allah di satu waktu yang diijabah Allah, padahal doa kalian membawa keburukan bagi kalian.” Imam Muslim

Kedua, Terlalu keras dalam berdoa. Allah berfirman:
“Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai Al-Asmaaul Husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu (doamu) dan janganlah pula merendahkannya. Dan carilah jalan tengah di antara kedua itu.” Al-Isra’:110

Ketiga, Melampau batas. Seperti berdoa agar disegerakan adzab, doa dengan dicampuri dosa dan memutus tali silaturahim.

Keempat, Berdoa dengan pengecualian. Contoh: “Ya Allah, ampuni saya jika Engkau berkenan.”

Kelima, Tergesa-gesa. Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Akan diijabahi doa kalian, jika tidak tergesa-gesa. Sungguh kamu telah berdoa, maka atau kenapa tidak diijabahi?” Imam Bukhari

Demikian, uraian singkat tentang keutamaan doa di bulan Ramadhan, adab berdoa, waktu-waktu yang istijabah, dan hal-hal yang harus dihindari ketika berdoa. Semoga kesungguhan doa kita, terutama di bulan suci ini didengar Allah swt., Amin. Allahu a’lam.

Oleh: Ulis Tofa, Lc

Sumber : http://www.dakwatuna.com

10 Adab Agar Doa Dikabukan