Pernah…

Ada yang pernah seperti ini?

😳

Advertisements

Oat

Sepertinya ada yang salah :mrgreen:

 

Sebagaimana tradisi di opis, setiap ada yang bepergian ke luar kota pulangnya bawa oleh-oleh, ya emang hukumnya bukan wajib juga. Kalau berkenan, kalau nggak ya nggak apa-apa. Sekali ini rekan terdekat ceritanya baru aja pulang dari bepergian. Sebungkus bingkisan pun digeletak begitu saja di meja tengah di ruangan kami setiba dia di kantor. Tanpa basa-basi, dan kami pun yang telah lama mengenalnya sangat maklum dengan karakternya yang kadang-kadang ‘nggak mudeng’. Meski setibanya dia di meja kerjanya udah kami senggol-senggol tentang oleh-oleh dia nggak menyahut, asyik sendiri dengan ponsel dan browsing internert di pc-nya.

Satu jam kemudian teman-teman dari ruangan lain datang menyerbu dengan pertanyaan yang serupa, nggak jauh dari tentang oleh-oleh. Karena sedari tadi ada bingkisan tergeletak di meja tengah, *secara meja tengah ini dipakai buat umum oleh kami. Apalagi kalau ada yang bawa makanan atau cemilan udah pasti ditaronya di meja tengah*. Ya kami serbulah bingkisan yang berisi keripik bawang dan sebungkus oat yang sepertinya dibeli dari supermarket. Seorang dari kami malah sempat protes…. “ini sih bukan oleh-oleh Bandung,” meski begitu tak peduli, kami tetap menyerbunya.

Rada herannya, karena yang terdekat posisinya adalah aku. Dia nanya,

“itu apa?”

“oat.” jawabku santai sembari mulai membuka dan mengunyah.

Dia cuma melongo agak lama kemudian geleng-geleng kepala.

Lalu sejenak aku mampir di pantry, eh… ada sebungkus keripik pisang tradisional.Β Pikir punya pikir sepertinya ada yang salah nih… Sementara teman-teman lain sudah menggaruk beberapa bungkus oat dengan santainya, tapi kenapa aku merasa berdosa sendiri yah? πŸ˜€ Habis, dari tadi ditanya olehku dan oleh teman-teman lain dianya nggak mudeng, not responding, alias nggak ngejawab sepatah kata pun. Hanya yang aku perhatiin tadi saat teman-teman belum menyerbu bingkisan di atas meja tengah, dia beberapa kali menggumam nama salah seorang teman kami. Oup’s! Apa jangan-jangan oat dan keripik bawang ini dikhususkan hanya buat seseorang aja ya?

#Setiap abis dari bepergian jauh selalu ada yang “dikangenin”. Mungkinkah oat dan keripik bawang itu hanya untuk seorang? OMG….. πŸ˜†

Ponegoro

Sembari bersantai malam biasa aku ngerunguin radio. Terkesiap begitu mendengar sekilas iklan sebuah toko bahan bangunan, usai si pewara menyebutkan beraneka produknya, Β ia pun menyebut beberapa cabangnya di kota ini, di antaranya disebut cabangnya: di Jl. Ponegoro. Yang tadinya aku nggak ngeh dengan iklan jadi penasaran. Bener gitu ya tadi disebut Jl. Ponegoro???

Memang ini bukan baru satu-satunya kelucuan akibat kebutaan tentang nama pahlawan tanah air kita. Nggak jarang dulu pun saya sering dengar kelucuan serupa ini…

T: Rumahnya di mana?

J: di…. ponegoro

atau….

T: Kuliahnya di mana?

J: di… patiukur

#72 Tahun Indonesia Merdeka

#yuk baca lagi tentang Pangeran Diponegoro

#Dipati Ukur bukan di Patiukur

Mangan sing puoooll

Mangan, mangan opo sing puaaaliiing puooll nampol? Jawabnya, mangan karo konco!

Menyenangkan memang kalau rame-rame jalan n makan bareng teman-teman, seolah segala penat bisa mendadak sirna seketika. Ajaib nggak tuh? Sama, aku juga sependapat. Satu dekade lalu aku juga sering mangan bareng konco. Kami satu tim dalam pekerjaan, sering seperjalanan dinas bersamanya, otomatis sering pula mangan bareng. Kadang ada kalanya temanku ini menilai-nilai pilihan menu yang kupilih. Karena pada dasarnya aku cuek, sing penting mangan, *makanan ini gue yang makan, napa lo yang protes?* namun mungkin karena kelewat sering juga mendengarkan komplainnya, semisal soal jenis yang terlalu umum sampai pada soal berapa yang mampu kubayar, sehingga pada waktunya sari makanan gagal mencapai perut disebabkan asam lambung naik karena emosi, aku mesti hentakkan sendok dan garpu di atas piring. Lalu dengan perasaan menyesalnya akhirnya dia membayar semua tagihan makanan termasuk pesananku. I said, no, thank’s. Maaf, bukannya aku tidak menghargai uangmu yang memang berlipat ganda dari punyaku, tapi aku ingin merasa nyaman saat makan bareng teman.

Kalau mangan bareng berangkat dari ketulusanmu, yiuuu….namun kalau untuk menerima ‘cawan kopi pahit’, sejak lama aku udah terbiasa mangan dewek di berbagai food court sampai angkringan.

Obras Dadakan

Hari ini meski tak ada yang mengatakan secara gamblang tetapi gerak laku kita seolah jujur mengungkap, ini adalah satu hari yang istimewa.

Empat puluh lima menit. Andai saja bukan panggilan ibadah yang menggema, tidak satupun dari kita rela beranjak meninggalkan obras (obrolan santai) dadakan di siang jelang sore di markas makmin ala-ala seadanya. Aku, Nensi, Jupe, Wisman, Handsy, dan Paud the singer. Keseharian biasa nyaris langka format obras seperti ini. Tanpa terasa kita malah asyik ngobrol, sekadar saling berbagi cerita pengalaman walau sesederhana apapun. Sharing tought and laugh. Put aside anything that maybe burdened your mind. Buang jauh aja segala prasangka. Karena kalau masih saja nilai-nilai negatif yang kamu benamkan dalam alam bawah sadarmu, semisal begitu ketemu si ini minus ketemu si itu minus, emang nggak pegel tuh mata? Nggak capek tuh hati? Kapan juga kamu akan berbaur dengan dunia? Moreover, you’ll never find real energy of happiness in this world. Obras tadi ini bukan formasi yang biasa apalagi rutin, cuma nggak sengaja ngumpul, anehnya kita kompak sedemikian betahnya. Wanna join us? Free of charge kok πŸ™‚

Komet & Satelit

Ada yang tau nggak bedanya komet sama satelit?Β Komet berekor, nah kalau satelit ya ngekor melulu πŸ˜† just intermezo.

Semenjak mengenal, senang berteman denganmu. Banyak kisah terurai dan canda terbagi. Sayangnya, beberapa butir kerikil yang kita lewati di hampir setahunmu mungkin saja tidak terlalu berasa di kaki melainkan berbekas di hati. Selalu ada niatan untuk meluang waktu bersama denganmu, tetapi sepertinya kamu hanya memberiku sepetak ruang dengan durasi yang berbatas. Mungkin, karena dugamu kusering meninggalkanmu sehingga kamupun merasa perlu menyamakan perilaku. Andai dalam sepetak ruang dan waktu yang sudi kamu bentang dan luang, kiranya akan kuungkap bahwa bukan inginku begitu, semata hanya karena di sana ada dia yang tak ingin pesta kecil rutinnya di setiap pagi kuhadiri.

Kau sering pergi tinggalkan aku

Ku juga suka meninggalkanmu

Lama-lama kau dan aku menjauh…

mending jadi diri sendiri aja deh πŸ˜€

Ilustration: nasi goreng tong tji tea house
Ilustration: nasi goreng tong tji tea house, free to be myself πŸ™‚

Puasa 1436H

Sambil menunggu keputusan waktu beribadah di bulan suci Ramadhan….

puasaSebentar lagi Ramadhan, saya ingin mengirim buah-buahan untuk antum sekalian,
1. Markisa : Mari Kita Sabar
2. Stroberi : Selalu Introspeksi,Belajar Rendah Hati
3. Salak : Selalu Baik Dalam Bertindak
4. Jeruk : Janganlah Berbuat Buruk
5. Pisang : Pantang Iri, Sombong dan Angkuh
6. Anggur : Ayo Gemar Bersyukur
7. Melon : Menolong Orang Lain
8. Tomat : Tobat Sebelum Kiamat
9. Talas : Tak Ada Kata Malas
10. Mentimun : Menuntut Ilmu, Tidak Banyak Melamun

Wah! Lifestyle

DSC02914
status temen gw (di bold). cuco eemm? πŸ™‚

Nggak jarang saya melihat sikap hidup orang-orang yang kian hedonis. Bahkan, istilahnya sampai bela-belain nombok dulu, tekor juga nggak apa-apa, asalkan bisa tampil ‘wah’ di mata orang lain yang berarti semata-mata tujuan hidupnya hanya untuk memenuhi konsumsi penilaian pandangan orang lain.

Kalau saya, sepakat banget sama prinsip teman saya si Gugun πŸ˜€

happy friday! and have a nice weekend πŸ™‚