Camping #mozilla

indexCamping under the stars is a great chance to view the night sky. And to feed mosquitoes.

#Mozilla Firefox Start Page

Advertisements

Wanita Pahlawan Indonesia

Seri Pahlawan Wanita_1

Seri Pahlawan Wanita_2

Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 33 Tahun 1964, pahlawan adalah seseorang yang semasa hidupnya sangat berjasa terhadap bangsa dan Negara dan telah mendapatkan pengesahan dari pemerintah dengan surat keputusan Presiden.

Berikut adalah Perempuan Indonesia yang turut aktif berperan dalam perjuangan fisik melawan kolonialisme sejak abad ke-18:

  1. Nyi Ageng Serang (1752 – 1828)

Pemimpin gerilyawan Jawa menyerang Kolonial Belanda di Jawa Tengah

  1. Martha Christina Tiahahu (1800 – 1818)

Gerilyawan Maluku yang wafat ditahan Belanda

  1. Cut Nyak Dien (1850 – 1908)

Istri dari Teuku Umar ini adalah pemimpin gerilyawan yang melakukan penyerangan terhadap Belanda di Aceh

  1. Cut Meutia (1870 – 1910)

Pemimpin gerilyawan yang melakukan penyerangan terhadap Belanda di Aceh Utara

  1. Opu Daeng Risaju (1880 – 1964)

Politisi wanita pertama yang melakukan perlawanan terhadap Belanda saat Revolusi Nasional

Perempuan Indonesia yang menjadi penggerak dalam perjuangan intelektual untuk mencerdaskan bangsa:

  1. Maria Walanda Maramis (1872 – 1924)

Berprofesi sebagai pengajar, pendukung hak asasi perempuan dan mendorong hak suara wanita

  1. Raden Dewi Sartika (1884 – 1947)

Pengajar yang mendirikan sekolah pertama untuk perempuan di Pasundan

  1. Nyai Hj. Siti Walidah (1872 – 1946)

Istri dari Ahmad Dahlan ini adalah pendiri Aisyiyah, Muhammadiyah, berprofesi pengajar agama

  1. Rangkaya Rasuna Said (1910 – 1965)

Pendukung hak asasi wanita yang berjiwa nasionalis

  1. Raden Ajeng Kartini (1879 – 1904)

Cita-cita luhur R.A. Kartini adalah beliau ingin melihat perempuan pribumi mendapat kesempatan untuk belajar dan menuntut ilmu seperti saat ini.

Sepatu Kerennya Polisi di TKP Sarinah

Sepatu Kerennya Polisi di TKP Sarinah

komen-igun-soal-polisi-teroris

Sebenarnya dari sejak semalam saat melihat berita di Metro TV sekitar kurang-lebih pukul sembilan malam, 14/01/16,  pandangan saya sudah agak teralih alias tidak lagi terlalu fokus kepada inti dan runtutan peristiwa tentang serangan bom di kawasan pusat perbelanjaan Sarinah Thamrin, melainkan kepada dua orang yang mengenakan baju hitam/biru tua dan celana panjang berwarna gading tengah berlari-lari sembari tangan mereka menggenggam senjata api. Berikutnya yang saya tahu dari tayangan berita di tv di punggung mereka tertulis “POLISI”. Saya sempat tersenyum saat melihat tayangan itu, dalam hati saya berkata…”Aduh itu siapa? Lucu ih, mereka larinya keliatan bogel :mrgreen: Oohh mereka itu polisi toh? Yang tengah beraksi melawan aksi teror di TKP Sarinah?” Karena semula justru saya kira mereka itu dari pegawai toko atau resto, karena sekilas melihat kedua orang itu tidak mengenakan seragam sebagaimana seragam polisi biasanya, maklumlah saya kan orang awan yang cuma tahu kalau seragam polisi ya yang warna cokelat muda dan celana panjangnya cokelat tua, serta sepatu lars hitam thok seperti ini.

Ilustrasi pengamanan (ANTARA/Fouri Gesang Sholeh)
Ilustrasi pengamanan (ANTARA/Fouri Gesang Sholeh)

Atau seperti ini buat penanganan anti teror

Members of the Indonesian police anti-terror squad take part in an anti-terror drill at the police special forces headquarters compound in Depok, Indonesia's West Java province March 9, 2010. The anti-terror drill was conducted in preparation for the planned visit of U.S. President Barack Obama to Indonesia next week. REUTERS/Beawiharta (INDONESIA - Tags: CRIME LAW)
Members of the Indonesian police anti-terror squad take part in an anti-terror drill at the police special forces headquarters compound in Depok, Indonesia’s West Java province March 9, 2010.

Terlebihnya makin tergelitik siang ini setelah membaca lintasan-lintasan berita, salah satunya adalah postingan Ivan Gunawan yang sontak siang ini mengajak para netters di manapun ikutan memperhatikan dan minimalnya senyum-senyum.

Hanya sedikit berbeda, kalau Ivan Gunawan memuji gaya berpakaian dan sepatu kedua polisi yang bertugas saat itu di TKP Sarinah, semalam saya justru bertanya, tapi ya dalam hati aja, pertanyaan saya: itu polisi yang dua itu kan tengah berada di TKP yang sangat genting dan rawan, di tengah aksi teror bom dan baku tembak, kenapa mereka tidak terlihat pakai baju pelindung anti peluru dan helm? Whuaahhh berarti mereka udah percaya diri sekali ya? Menghadapi aksi teror secara live di tempat terbuka tanpa pelindung sama sekali, seperti sosok Superman? Wait a minute, itu kejadian asli kan? Bukan sedang syuting film bertema polisi? 😀

Terlepas dari tentang gaya mereka yang mana saya juga sependapat dengan Ivan Gunawan, keren dari style baju, tas punggung dan sepatu mereka yang notabene bermerek. Sekali lagi W.O.W. Hanya saja saya pikir bukankah semestinya ada Standard Operating Procedure untuk penanganan darurat seperti itu? Ya at least bukankah harusnya mereka menggunakan alat-alat pelindung diri dari serangan bom dan baku tembak? Oke lah, salam sukses aja buat para aparat Kepolisian RI. Semoga para pelaku teror segera dapat dibekuk.

Artikel terkait: Seleb Update

Tentang Kucing, Ternyata Selama Ini

Ternyata selama ini kita sudah di bodohi oleh mitos kedokteran tentang kucing.. Dunia kesehatan mengatakan bahwa kucing itu berbahaya, mulai dari bulunya hingga air liurnya..

Hal ini dibarengi dengan politik XXI untuk mengangkat citra Anjing..

Dan sehingga, orang yang menonton XXI akan berpandangan bahwa Anjing itu binatang yang sehat dan bersahabat..

Namun, bagaimanakah fakta sebenarnya??

Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, di kala Nabi hendak mengambil jubahnya, ditemuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai di atas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, Nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya.

Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, Nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak tiga kali.

Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang Nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar adzan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan.

Kepada parasahabatnya, Nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyayangi keluargasendiri.

Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhari, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi Muhammad SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.

Dari Ibnu Umar ra bahwa rasulullah saw bersabda, “Seorang wanita dimasukkan kedalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai,” (HR. Bukhari).

Nabi menekankan di beberapa hadis bahwa kucing itu tidak najis.

Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing karena dianggap suci.

Kenapa Rasulullah Saw yang buta baca-tulis, berani mengatakan bahwa kucing suci, tidak najis? Lalu, bagaimana Nabi mengetahui kalau padabadan kucing tidak terdapat najis?

Keistimewaan Kucing

Fakta Ilmiah 1 : Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri. Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia. Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya.

Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannyayang kasar bisa membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.

Fakta Ilmiah 2 : Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap kucing dan berbagai perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor. Pada bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan.

Di samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus. Terus diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya.

Hasil yang didapatkan adalah :

1. Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif berkuman, meskipun dilakukan berulang-ulang.

2. Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut.

3. Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil negatif berkuman.

4. Sekalinya ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan.

5. Tidak ditemukan kelompok kuman yang beragam.

6. Berbagai sumber yang dapat dipercaya dan hasil penelitian laboratorium menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba. Liurnya bersih dan membersihkan.

Komentar Para Dokter Peneliti

– Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing.

– Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit. – Dr. Gen Gustafsirl menemukan bahwa kuman yang paling banyak terdapat pada anjing,

– Manusia 1/4 anjing, kucing 1/2 manusia.

– Dokter hewan di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan bahwa kucing memiliki perangkat pembersih yang bemama lysozyme.

– Kucing tidak suka air karena air merupakan tempat yang sangat subur untuk pertumbuhan bakteri, terlebih pada genangan air (lumpur, genangan hujan, dll)

– Kucing juga sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya. Ia tidak banyak berjemur dan tidak dekat-dekat dengan air.

– Tujuannya agar bakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing.

Fakta Ilmiah 3 : Dan hasil penelitian kedokteran dan percobaan yang telah di lakukan di laboratorium hewan, ditemukan bahwa badan kucing bersih secara keseluruhan. Ia lebih bersih daripada manusia. Fakta Ilmiah Tambahan :

Zaman dahulu kucing dipakai untuk terapi.

Dengkuran kucing yang 50Hz baik buat kesehatan selain itu mengelus kucing juga bisa menurunkan tingkat stress. Sisa makanan kucing hukumnya suci.

Hadist Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu. Pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum.

Kabsyah berkata, “Perhatikanlah. ” Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran?” Ia menjawab, “Ya.” Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Nabi SAW prnh bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),” (H.R At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Nabi Saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah. Lalu, beliau berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.” Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.

Nabi ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”

Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur. Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu, iamemberikan isyarat untuk menaruhnya.

Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur.

Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut. Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah lalu membersihkan bagian yang disentuh kucing, dan Aisyah memakannya.

Rasulullah Saw bersabda, “Iatidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah Saw berwudhu dari sisa jilatan kucing.” (H.R AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni).

Hadis ini diriwayatkan Malik, Ahmad, dan imam hadits yang lain. Oleh karena itu, kucing adalah binatang, yang badan, keringat, bekas dari sisa makanannya adalah suci, Liurnya bersih dan membersihkan, serta hidupnya lebih bersih daripada manusia. Mungkin ini pula-lah mengapa Rasulullah SAW sangat sayang kepada Muezza, Kucing kesayangannya. [islampos/berbagai sumber]

Subhanallah…

Nadran 2013

Nonton Nadran sekaligus pesta laut, 15 November 2013

Hujan membahana derasnya sejak pukul 14:00 WIB hari Jum’at 15 November 2013 namun tak menghalau niat dan semangat para peserta arak-arakan untuk tetap memparadekan kreasi dari masing-masing kelurahannya guna memeriahkan tradisi kesenian lokal, Nadran.

Nadran1
Lokasi: Jl. Raya Sunan Gunungjati, Cirebon
Nadran2
Lokasi: Jl. Raya Sunan Gunungjati, Cirebon
Nadran4
Lokasi: Jl. Raya Sunan Gunungjati, Cirebon

Pesta Laut atau tradisi sedekah bumi yang diyakini masyarakat Cirebon agar hasil panennya terus membawa berkah. Pesta Laut diselenggarakan di pagi hari sekitar pukul 09:30 WIB pada Sabtu 16 November 2013 di Sungai Condong, Gunungjati, Cirebon hingga bermuara ke laut.

Nadran5
Lokasi: Kali Condong, Gunungjati Cirebon

Lokasi: Kali Condong, Gunungjati Cirebon
Lokasi: Kali Condong, Gunungjati Cirebon
Lokasi: Kali Condong, Gunungjati Cirebon
Lokasi: Kali Condong, Gunungjati Cirebon

Hari Batik Nasional

batik-inilah-comINILAH.COM, Jakarta – Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam mengingatkan masyarakat di seluruh tanah air untuk mengenakan batik pada Selasa (2/10) besok, karena bertepatan dengan Hari Batik Nasional.

Melalui surat edarannya Nomor SE-12/Seskab/IX/2013, tertanggal 27 September 2013, Seskab Dipo Alam meminta para menteri dan seluruh pimpinan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) untuk memerintahkan kepada seluruh pegawai di bawah jajajrannya agar memakai baju batik pada hari Rabu tanggal 2 Oktober.

Seskab Dipo Alam juga meminta Menteri Dalam Negeri untuk memerintahkan seluruh gubernur/bupati dan walikota di tanah agar mewajibkan seluruh pegawai pemda memakai baju batik.

Perintah wajib memakai baju batik, juga dilayangkan kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), agar memerintahkan seluruh pegawai BUMN untuk memakai bau batik pada Hari Batik Nasional, Rabu (2/10) besok.

Sebagaimana diketahui sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009 pada setiap tanggal 2 Oktober telah dinyatakan sebagai Hari Batik Nasional.

Pemilihan 2 Oktober berdasarkan keputusan UNESCO yaitu Badan PBB yang membidangi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan, yang secara resmi mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. UNESCO memasukkan batik dalam Daftar Representatif Budaya Tak benda Warisan Manusia. Pengakuan terhadap batik merupakan pengakuan internasional terhadap mata budaya Indonesia.

Peringatan hari Batik Nasional Oktober 2012 ini telah memasuki tahun keempat. Penetapan Hari Batik Nasional sebagai usaha pemerintah untuk meningkatkan martabat bangsa Indonesia dan citra positif di forum internasional, serta untuk menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan masyarakat terhadap kebudayaan Indonesia.

Presiden SBY menyatakan penetapan Hari Batik sebagai wujud rasa syukur dan juga sebagai pendorong untuk terus mengembangkan batik nasional. [setkab]

Berita INILAH.COM: Besok Hari Batik Nasional, Jangan Lupa Pakai Batik

http://nasional.inilah.com/read/detail/2034262/besok-hari-batik-nasional-jangan-lupa-pakai-batik#.Ukt4yqx26v8

Kopi Sumatra, Kopi Termahal di Amerika

SORE itu, saya tengah duduk Kafe Donkey, yang terletak di jantung kota Athens, Ohio, Amerika Serikat (AS), sambil menyelesaikan beberapa tugas. Tiba-tiba, seorang wanita dengan rambut pirang datang memesan kopi. Dengan bahasa Inggris, ia berkata kepada pelayan kafe. “Apakah saya bisa memesan kopi Sumatra?” Saya yang duduk tak jauh dari kasir langsung tersentak. What? Kopi Sumatra?

Kafe Donkey di Athens, Ohio
Kafe Donkey di Athens, Ohio

Saya lalu menemui pelayan kafe dan mengajaknya berbincang. Ia bercerita tentang kopi Sumatra sebagai salah satu kopi paling laris di Athens. Ketika saya tanya, apakah ia tahu di mana letak Sumatra? Pelayan itu langsung mengatakan Indonesia. Ia lalu bercerita bahwa kafe itu mendatangkan kopi organik dari beberapa komunitas petani di Aceh. Mantap.

Kopi Sumatra memang telah lama menjadi salah satu komoditas paling laris di Amerika yang dikenal sebagai negera dengan tingkat konsumsi kopi terbesar. Anda bisa bayangkan, satu dari tiga warga Amerika adalah peminum kopi. Dikarenakan kopi hanya bisa tumbuh dari negara-negara yang terletak di sekitar khatulistiwa, maka hampir setiap tahun, pihak pengusaha AS mengimpor kopi dari beberapa negara-negara yang terletak di sekitar khatulistiwa. Urutan terbesar kopi didatangkan dari Brazil, Colombia, selanjutnya Vietnam, Meksiko, Guatemala, dan Indonesia.

Lantas, apa yang membedakan kopi Sumatra dengan kopi negara lain? Ternyata kopi Sumatra adalah kopi termahal. The Guardian melaporkan kopi luwak asal Sumatra sebagai kopi termahal di dunia. Mereka juga melaporkan perbandingan harga kopi Sumatra dengan kopi asal Brazil. Ternyata, harga kopi Sumatra masih lebih mahal. Pantas saja jika kopi ini menjadi favorit bagi warga Athens Ohio.

Tadinya saya tidak percaya dengan fakta-fakta ini. Namun saat menelusuri beberapa kafe di kota kecil ini, saya menyaksikan selalu ada informasi tentang kopi Sumatra. Di Kafe Whits yang terletak tak jauh dari Donkey, saya menyaksikan label tentang kopi Sumatra yang dicampur dengan kopi Kolombia. Saat singgah di Starbucks, informasi tentang kopi Sumatra juga dipajang demi untuk menjaring pelanggan. Bahkan di beberapa pusat perbelanjaan, seperti Walmart, kopi Sumatra juga menjadi komoditas yang laris.

kopi Sumatra di Kafe Donkey
kopi Sumatra di Kafe Donkey

Menurut beberapa warga Amerika yang saya tanyai, kopi Sumatra menjadi favorit karena memiliki cita rasa yang berbeda. Kopi-kopi asal Indonesia seperti kopi Suatra, kopi Jawa, atau kopi Toraja dikenal berharga mahal serta identik dengan cita rasa berkelas.

Nasib Petani

Mulanya, saya sangat bangga ketika mendengar popularitas kopi asal Indonesia di Amerika. Namun, saya juga miris saat membayangkan nasib para petani kopi di tanah air. Nasib para petani amat kontras dengan nasib kopi yang ditanaminya, dan kemudian mejadi komoditas paling mahal di negara lain.

Dua tahun silam, saya beberapa kali bertemu petani kopi di Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang bercerita tentang harga kopi yang terus jatuh di tanah air. Kata mereka, harga kopi di tingkat petani hanya berkisar sekitar Rp 3.500 hingga Rp 4.000 per kilogram. Padahal di Amerika, secangkir kopi bisa dihargai hingga lima dollar atau sekitar Rp 45.000 (dengan asumsi 1 dollar sama dengan Rp 9.000). Anda bisa bayangkan, jika satu kilogram kopi bisa diolah hingga berpuluh cangkir, maka berapakah keuntungan yang didapat para pengusaha kopi di kedai Starbuck?

Saya merasa penasaran mengapa harga kopi demikian rendah di kalangan petani. Belakangan, saya menyadari bahwa sebelum tiba di Amerika, kopi telah menempuh perjalanan panjang dan berpindah-pindah. Petani menjualnya ke para kolektor, kemudian kopi berpindah ke pedagang kecil, setelah itu berpindah ke pihak ketiga, kemudian dijual lagi ke pedagang besar, yang selanjutnya diekspor ke perusahaan multi-nasional. Jika pindah ke banyak tangan, pantas saja jika kopi itu jadi sangat mahal.

Saya juga melihat bahwa permainan harga itu banyak disebabkan oleh perusahaan multinasional seperti Starbucks, Kraft, Nestle, Sara Lee, serta Procter & Gamble. Mereka datang ke petani, lalu membeli dengan harga murah, kemudian menjualnya ke manca negara. Beberapa perusahaan multi-nasional mengejar untung berlipat-lipat dengan cara mendatangi langsung para petani. Mereka juga yang mengatur untuk harga beli kopi di kalangan petani.

Ironisnya, para petani tak pernah punya kuasa untuk menentukan harga. Harga kopi dunia ditentukan oleh organisasi International Coffee Agreement (ICA) yang bermarkas di New York dan London. Organisasi ini yang menentukan harga, mengatur kouta perdagangan, serta segala hal menyangkut kopi. Bukankah mata rantai perdagangan ini menjadi sangat kejam ketika nasib 50 juta petani kopi dunia hanya ditentukan oleh segelitir orang di New York dan London?

Harapan di Kafe Donkey

Di tengah fakta miris tentang nasib petani kopi itu, saya tiba-tiba menemukan rasa optimisme di kafe Donkey. Kafe ini didirikan oleh aktivis bernama Chris Pyle yang mengusung misi social justice. Saat berbincang dengannya, ia menjelaskan bahwa para aktivis di Amerika menyadari benar betapa kejamnya mata rantai perdagangan kopi bagi petani. Mereka lalu berjejaring, menyebarkan informasi, lalu membangun gerakan sosial dengan cara-cara sederhana.

informasi tentang kopi Sumatra di Kafe Whit
informasi tentang kopi Sumatra di Kafe Whit
kopi Sumatra yang dijual di Walmart
kopi Sumatra yang dijual di Walmart

Mereka menolak untuk membeli kopi dari para importir kakap. Mereka membangun jaringan dengan organisasi Dean’s Bean serta TransFair USA yang kemudian mendatangi langsung para petani lokal, memberikan harga tinggi bagi petani, kemudian kopi tersebut lalu disebarkan ke beberapa kafe yang mengusung misi yang sama, sebagaimana Donkey. Kata Chris, jangan pernah mau membeli kopi dengan harga murah, sebab petani bermandi peluh demi segelas kopi itu.

Misi kafe yang didirikannya adalah Coffeine with Conscience diterjemahkan dengan cara membeli mahal semua produk dari petani lokal, kemudian dijual di kafe itu, lalu ampas kopi akan dikembalikan kepada petani untuk menjadi pupuk organic. Sistem kerja jaringan seperti ini diharapkan bisa memutus alur perdagangan yang tak adil itu.

Chris membuka pintu-pintu kesadaran saya tentang apa yang sedang terjadi. Ketika mengingat sistem perdagangan internasional, saya merasa geram. Saya membayangkan sebuah gurita yang membelit para petani hingga tak berdaya. Akan tetapi, ketika mengetahui langkah-langkah kecil perlawanan dari mereka yang berdiam di kafe ini saya menjadi sangat optimis. Meski dampak mereka tak seberapa besar bagi petani secara keseluruhan, tapi langkah itu menunjukkan bahwa ada setetes embun di tengah kegersangaan berita tentang para petani kopi.

Di Kafe Donkey itu, mata saya membuka. Saya melihat lebih terang tentang satu hal yang tadinya tak terlintas di benak. Saya banyak belajar dari diskusi di kafe ini, yang kemudian menginspirasi saya untuk melakukan hal serupa.

Barangkali, perubahan tak akan pernah lahir dari pembicaraan yang dilakukan di hotel-hotel berbintang atau dari ruang-ruang akademik yang penuh target dan seremoni. Perubahan selalu dimulai dari langkah-langkah sederhana yang didasari hati bening serta pikiran jernih untuk menghadirkan senyum di wajah orang lain.  Dan itu yang saya temukan di kafe itu; Kafe Donkey.

Penulis:

Yusran Darmawan

Seorang warga negara biasa yang tinggal di Kota Bau-Bau, di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Lulus di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, dan Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat. Kini, sedang belajar di Ohio University at Athens, Amerika Serikat. Blog pribadi beralamat di http://www.timur-angin.com

Kopi Sumatra, Kopi Termahal di Amerika

Kompasiana | Artikel Luar Negeri

HL | 06 May 2013 | 09:24

Handpresso, Pembuat Kopi Otomatis dalam Mobil

HandpressoLiputan6.com, London: Pecinta kopi kini bisa menikmati enaknya membuat espresso di dalam mobil Anda. Newslite mewartakan, Sabtu (31/3), dengan Handpresso Auto, pengendara bisa menikmati segelas espresso hangat di perjalanan.

Alat yang praktis itu hanya menggunakan tenaga dari pemantik rokok mobil. Anda hanya perlu waktu dua menit membuat kopi espresso. Cukup mengisi perangkat dengan air, lalu masukkan biji kopi dan panaskan. Setelah tanda menunjukan 16 bar, berarti espresso siap dinikmati.

Alat ini dibanderol seharga 125 Poundsterling atau Rp 1.828.000. Meski dari mesin sederhana, rasa kopi espresso-nya sama dengan minuman yang dijual gerai kopi ternama dunia.(AIS)

Sumber:

Handpresso, Pembuat Kopi Otomatis dalam Mobil

Liputan6.com

Desika Pemita

31/03/2012 15:01 | Teknologi

Minum Kopi karena Merk atau Kesegarannya?

KOMPAS.com – Seperti apa kebiasaan Anda minum kopi? Gaya minum kopi Anda, mulai frekuensi, pilihan jenis atau bahkan kedai kopi nyatanya bukan sekadar pemenuhan kepuasaan pribadi. Namun juga punya dampak pada peningkatan konsumsi kopi Indonesia.

Orang Indonesia memiliki kebiasaan minum kopi sejak zaman prakemerdekaan. Namun, soal kualitas, belum banyak orang Indonesia yang menikmati kopi terbaik. Padahal Indonesia penghasil kopi terbesar ketiga di dunia, setelah Brasil dan Vietnam.

Kopi Indonesia diperhitungkan di berbagai negara di dunia. Sebagai salah satu produsen terbesar di dunia, kopi Indonesia berkontribusi atas pemenuhan kebutuhan konsumsi dunia. Soal citarasa, ragam variasi dan kesegaran kopi Indonesia tak ada duanya. Dari Aceh seperti kopi Gayo, hingga Papua dengan kopinya yang nikmat dari Wamena, Indonesia kaya dengan citarasa kopi. Sayangnya, konsumsi kopi di Indonesia masih rendah, hanya 0,8 kg per kapita per tahun. Kopi asli Indonesia juga belum menjadi primadona di negeri sendiri.

Kabar baiknya, kebiasaan minum kopi di Indonesia mulai meningkat hingga 0,9 kg per kapita per tahun. Pranoto Soenarto, Wakil Ketua Umum Bidang Spesialti dan Industri Kopi dari Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI), mengatakan tren minum kopi di kafe turut menyumbangkan kenaikan angka ini.

“Rata-rata orang Indonesia minum kopi dua kali sehari. Namun seiring berkembangnya tren minum kopi, kebiasaan minum kopi meningkat 3-4 kali. Dalam seminggu, kedai kopi dikunjungi penikmat kopi,” kata pemilik kedai kopi lokal yang mengaku terbiasa minum kopi delapan cangkir sehari.

Peningkatan angka konsumsi kopi di Indonesia tak lantas menunjukkan kopi Indonesia semakin digemari. Karena belum tentu penggemar kopi memilih menikmati satu dua cangkir kopi asli Indonesia di kedai lokal. Tak ada data pasti, apakah peningkatan konsumsi kopi di Indonesia ini berjalan seiring dengan semakin banyaknya kopi asli Indonesia yang terkonsumsi.

Justru faktanya, kesadaran masyarakat Indonesia untuk meningkatkan konsumsi kopi asli Indonesia, masih harus ditingkatkan. Salah satu cara yang dipilih AEKI bekerjasama dengan Asosiasi Duta Indonesia adalah dengan menggelar pemilihan perdana Miss Coffee Indonesia dan Miss Coffee International, dengan Indonesia sebagai penggagas dan tuan rumahnya.

Kecintaan masyarakat Indonesia untuk menikmati kopi asli Indonesia termasuk lebih memilih kedai kopi lokal yang juga banyak ditemui di mal ternama, masih perlu dipupuk. Meski begitu, Pranoto mengaku tak berkecil hati bersaing dengan kedai kopi bermerek internasional.

“Pemain asing di industri kopi adalah mitra. Justru banyak kalangan ekspatriat datang ke kedai kopi lokal untuk menikmati kesegaran kopi yang sesungguhnya. Kopi lebih segar di kedai lokal karena dalam 2×24 jam kopi diantar ke kafe langsung dari pabriknya,” jelas pemilik kedai kopi anak perusahaan merek kopi lokal Kapal Api di sela jumpa pers Miss Coffee Indonesia 2012 di Excelso, Grand Indonesia, Jakarta, Senin (30/1/2012).

Sumber:

Minum Kopi karena Merk atau Kesegarannya?

Kompas.com | Female

Wardah Fazriyati | wawa | Senin, 30 Januari 2012 | 21:36 WIB