Kejutkan Harimu

Untuk sebuah hari baru, buatlah kejutan untuk diri sendiri. Lakukan yang terbaik yang kamu bisa lakukan, seakan besok kamu akan jadi kaya. Persiapkan hari ini, seakan ada sebuah keinginan yang akan kamu wujudkan hari ini. Buang pikiran negatif dan berjuanglah dengan bahagia hari ini! Buatlah kata motivasi hidup terbaik untuk menemanimu hidup berbahagia. ~Aesop~

Postingan kata-kata motivasi dari Facebook Batik Trusmi ternyata luar biasa menginspirasi hariku 🙂 💡

Prestasi hari ini –harus dirayakan-  😆 setelah dari beberapa bulan sebelumnya sempat desperate karena kukira semacam hil yang mustahal memporak-porandakan proteksi pada template Data Produksi Migas Bulanan. Template yang telah dibuat oleh para sesepuh di kantorku ini dan sayangnya para creator-nya sudah berada di negeri antah berantah sementara aku harus melanjutkan meng-update isi dari data tersebut. Menjadi masalah ketika ada pembaruan atau penambahan sumur baru dari data resource-nya, sementara template tidak menyediakan ruang banyak untuk penambahan row. Kolom berwarna biru hanya bisa diisi karakter angka-angkanya sesuai dengan update berdasarkan data sumber. Lalu harus gimana? Ada sumur baru mau ditaro dimana? Semua aplikasi Task Bar-nya mati karena di-protect. Mau bikin template baru, sayangnya, bukannya tidak ada yang berkompeten dalam hal tersebut, hanya saja takut karena bukan job-desk-nya. Alhasil selama ini penempatan sumur jadi acak-adut. Setiap ada penambahan sumur baru ya sebisa-bisa kapasitas ruang template saja. Asal masih ada ruang row kosong tersisa ya bisa ditambahkan tapi sistematika penempatannya jadi sembarang. Sementara untuk menambah row baru untuk tambahan Struktur dan Sumur baru tidak memungkinkan karena sheet sudah di-protect sehingga Task Bar pun offline. Tampilan sumur pun bercampur aduk.

Contohnya seperti ini, untuk Data Potensi Gas Area Jatibarang

  • Sumur KRB masuk ke Struktur Cemara, seharusnya ada kolom tersendiri untuk per masing-masing struktur. KRB harusnya memiliki kolom Struktur Karang Baru.
  • Sumur ASB masuk ke Struktur Gantar, seharusnya ASB memiliki sendiri yaitu kolom Struktur Akasia Besar.
  • Begitu pula sumur-sumur KRT, KRL, dan JKL seharusnya masing-masing masuk ke kolom Struktur Karang Tengah, Karang Luhur, dan Jati Keling, bukan bercampur dengan Struktur Kandanghaur Timur.
Contoh Template Data Potensi Area Jatibarang yang sheet-nya di-protect

Alhamdulillah setelah bertanya sana-sini sama Mbah Google aku menemukan solusi terbaiknya. Template yang udah bulukan untuk menerima update akhirnya bisa kubobol proteksi sheet-nya. Hingga sekarang akhirnya bisa menampung tambahan untuk sumur-sumur baru.

Contoh Template Data Potensi Area Jatibarang yang sheet-nya udah berhasil dibuka protect-nya. Sehingga sistematika penempatan masing-masing sumur bisa lebih rapih
Contoh Template Data Potensi Area Jatibarang yang sheet-nya udah berhasil dibuka protect-nya. Sehingga sistematika penempatan masing-masing sumur bisa lebih rapih.

Diposting di blog cabang sebelah ➡ 21 Desember 2016

Busi

Ngulik yang kecil tapi manfaatnya besar.

Yiuuuu coba lihat di sekitar kita mumpung lagi libur menjelang taun baru masasiih cuma melulu melototin gadget, nongki di depan tv, atau bobo cantik aja karena hujan mengguyur semalaman? Bisa jadi ada pekerjaan rumah yang mungkin selama ini belum sempat ditangani.

Udah seminggu ini kelar urusan booster rem mobil eh, kenapa sepulang dari bengkel berasa tekanan pedal gas agak kurang power. Jadi tiap kali awal starter mobil nggak mau langsung nyala nih mesin, padahal belum lama accu udah diisi ulang dan dicek kondisinya. Bahkan tiap dibawa ke jalan raya pun punya gejala mesin mau padam. Waduh, bisa gawat nih kalo sampe mesin ngedadak mati di perjalanan. Setelah konsultasi sama my brader, kita ngecek pertama tekanan angin untuk pedal gas, ternyata emang harus rada dinaikin dikit. Memang ada keuntungan kalau tekanan angin pedal gas di takaran rendah yaitu lebih irit bahan bakar tetapi kalau sampai rewel pada saat starter, opsi injak pedal gas berulang bisa pula beresiko banjirnya karburator dan accu. Setelah tekanan sedikit dinaikan, perlu juga cek busi.

salah satu busi yang harus diamplas untuk dibersihkan bagian kepalanya
salah satu busi yang harus diamplas untuk dibersihkan bagian kepalanya

Kebetulan untuk mesin mobil tetdiri dari empat buah busi. Letaknya ternyata tertutup oleh empat buah selang. Udah gitu berada di lubang berbentuk corong miring. Waduuuhh…untuk melepas masing-masing baut busi ternyata tidak mudah. Kalau pakai istilah pemboran sumur migas bisa dibilang posisinya ‘side track’ :mrgreen:

empat buah selang katup busi yang harus dilepas
empat buah selang katup busi yang harus dilepas

Baut busi yang udah dilepas kemudian diamplas guna membersihkan plak hitam akibat pembakaran dari bahan bakar. Timbunan plak jika tidak dibersihkan bisa menghambat percikan api setiap kali starter mesin. Busi berfungsi ibarat pemantik api. Pastikan pula mesin dalam kondisi adem.

OK. Demikian sekilas info mcoffeey sore ini, happy new year 2017!

Forecast vs Potential

Ahaii…. Kalau sebelumnya aku pernah ngebahas di blog sebelah tentang bedanya istilah Mscfd dan MMscfd dalam pengerjaan data produksi migas. Sepagi ini tiba-tiba diminta pertanggungjawaban (waduh kesannya sangar juga ya?) dari Reev* (PE-2). Dia minta penjelasan apa aku mengerjakan data kemampuan produksi migas? kalau iya kenapa ada kolom bagian forecast di situsnya bernilai nol. Nah loh???

Untungnya setengah jam sebelumnya satu mug my favorite coffee dan satu box peyeum bakar oles mentega udah tandas sebagai sarapan pagiku, baru pertanyaan tersebut muncul di layar pc. Total semua pekerjaan lain aku tinggalin dulu. Hiyaaa… segala daya upaya yang aku punya aku keluarkan. Mulai dari membuka data mentahnya, template update-nya, cek lagi seluruh angka dari seratus empat puluh enam sumur *kalo nggak salah ngejumlahinnya* :p dari tiga area di masing-masing sheet di format excelnya, ngecek apa ada yang terlewat, salah memasukkan angka, atau mungkin ada salah pengkonversian satuan. Nggak ada. Template yang aku isi sudah sesuai dengan data sumber. Tetapi gimana dengan tampilan data forecast yang menunjukkan angka nol? Pusing….pusing…..pusing….

Opsi kedua setelah ngutak-ngatik sendiri, aku bertanya pada Mas Joe (IT). Barangkali aja angka yang kita entry apa tapi yang tampil di web-based application-nya apa. Sembari menunggu hasil bantuan dari Mas Joe, pertanyaan berulang dari rekan Reev. Tanpa putus asa, aku coba tanya Jee* (PE-1) (yg ini kebetulan posisi mejanya berdekatan) 💡 Awalnya aku cuma tanya apa data kemampuan produksi ada kaitannya dengan data forecast. Sekilas jawaban darinya. “ya, ada”. Then…? Aku coba tanya via messaging ke Dyana* (Geologist) di gedung kantor user. Mungkin karena orangnya sedang meeting, pertanyaan aku belum dijawabnya.

Setelah terus utak-atik dan bertanya sana-sini, aku coba bentangkan antara tampilan production forecast dengan tampilan template yang biasa aku kerjakan. Ternyata, baru lihat sekilas saja sebenarnya secara udah terbaca perbedaannya. Data oil and gas production forecast di-update per hari. Sehingga tampilannya dalam satu bulan (Juli) mengurut dari tanggal satu sampai tiga puluh satu. Sedangkan template data kemampuan produksi yang aku kerjakan sesuai dengan data sumbernya adalah sudah merupakan satu blok akumulasi bulanan data kemampuan produksi sumur migas. Jadi, jelas, secara logika sekilas aja langsung kelihatan, nggak mungkin data yang update bulanan lalu muncul di web-based application-nya tampil terpecah dalam bentuk harian. Jelas, data sumbernya pasti beda lagi, dan entah siapa di antara kami yang biasa mengerjakan bidang forecast tersebut.

Berlanjut bantuan penjelasan Jee, setelah dia membaca masing-masing tampilan yang kubentangkan di pc dibantu pertanyaan-pertanyaan dari Mas Joe juga, Jee langsung menjelaskan, ini jelas beda. Oil and Gas Production Forecast bukan berasal dari Well Production Potential. Lah iya, coba lihat aja dari judulnya. Forecast dimaknai ramalan atau perkiraan, perhitungan untuk memperkirakan cadangan migas yang tersedia, sedangkan Potential sama dengan ability, atau kalau di-Indonesiakan Potensi atau kemampuan. Jadi beda-lah antara perkiraan produksi dengan kemampuan produksi.

cek_forecast

Berdasarkan penjelasan itu akhirnya menjelang waktu istirahat siang aku kasih jawabannya pada Reev. Nice! Dia pun bilang baru aja mendapat penjelasan dari Dyana. Nggak berapa lama kemudian Dyana pun memberi jawaban ke aku. Kalau updating data forecast itu ‘makanan’nya. Seharusnya memang Reev nanyanya ke Dyana. Ck….ck…ck….intinya dari semua ini hanya salah paham. Reev hanya kurang mengerti kalau data Forecast bukan Potential. Meski update keduanya saling berkait tetapi bukan berasal dari data sumber yang sama. Owalaaahhh… makan siang di mana nih?

*=nama samaran 😀

Bersih-Bersih Sepeda

???????????????????????????????Sore-sore sembari nge-teh di cuaca dingin musim hujan nggak ada salahnya sambil tetap memperhatikan perawatan kendaraan. Sepeda. Ya walaupun hanya kendaraan roda dua yang tidak pula memakai mesin dan bensin, tetapi perawatan untuk kebersihannya tetap harus dijaga supaya tetap awet dan tetap setia menemani aktivitas gowes.

Dua tahun sudah si Biru-Putih ini mengantarkanku selain pergi bekerja, sekadar jalan-jalan nyari jajanan, hunting objek foto di hari Minggu ke sudut-sudut kota, sampai kadang berbelanja ke pasar yang jaraknya sekitar dua kilo. Wajar saja kalau body-nya yang sudah tertutupi debu dan kadang tanah basah apalagi sampai menempel di bagian jeruji, gear, pedal, dan bagian-bagian sulit dijangkau lainnya harus selalu rajin dibersihkan dengan bantuan minyak pelumas juga sabun/shampo pembersih karat besi. Pernah mengganti crank arms kiri dan kanan karena cidera patah akibat tabrakan dengan sepeda teman. Termasuk ban bagian depannya juga sudah pernah diganti luar-dalam akibat jadi korban tertusuk duri tanaman di perjalanan.

Menulis tentang ban. Saya sempat keliru membeli ban dengan ukuran yang tidak sesuai. Niatnya ingin lekas memperbaiki ban sepeda bagian depan yang pecah tadi lalu membeli ban baru di toko sepeda. Semula saya meminta yang ukuran 26 x 1.95 tetapi diberi ukuran 26 x 1.75. Terlebih kata si pelayan toko sepeda ukuran tersebut tidak masalah. Sama saja. Tetap bisa terpasang di sepeda. Malah lebih ringan. Apalagi kalau hanya dipakai di jalan aspal. Menurutnya.

Memang setelah saya bawa ke bengkel ban sepeda tersebut bisa terpasang normal. Tetapi agak risih saya melihatnya. Kenapa ukuran lebar ban bagian depan kini terlihat lebih ramping? Pattern pada ban samar terlihat. Hanya berupa salur-salur kecil di sekeliling ban. Sekilas permukaan tampak lebih halus. Sementara ban belakang lebih besar dan lebih kelihatan tombol-tombolnya. Walhasil beberapa kali setiap kali saya pakai sepeda itu di jalan aspal terutama saat tergesa-gesa pergi ke suatu tujuan, di tikungan selalu saja terjadi slip pada ban depan saat menarik rem. Ban ukuran ramping dan permukaan halus tersebut ternyata pada sepeda saya dirasa lebih licin terutama jika dipakai saat hujan. Sehingga saya dibuat sering tergelincir dan nyaris jatuh. Parahnya lagi, seolah-olah ban baru tersebut memiliki jadwal untuk kempes. Jadi setiap dua minggu sekali pasti kempes dan harus dipompa. Sementara ban bagian belakang yang masih original kondisinya dari sejak awal hingga kini masih baik-baik saja.

Setelah saya ngerumpi dengan teman bikers di sebuah forum baru saya ngeh. Sebaiknya selektif memilih tipe ban. Tidak untuk membandingkan tetapi untuk aktivitas dengan frekuensi tinggi MTB sebaiknya menggunakan ban berbahan Kevlar dengan pattern/kembangan yang menonjol di permukaan. Jenis tapak roda dengan spasi knob/kembangan yang lebih luas biasanya menawarkan fleksibilitas yang lebih. Jangan lupa, sesuaikan ukuran. Kalau ban originalnya 26 x 1.95 maka jika ingin mengganti, gunakan yang sesuai ukurannya lagi. Untuk ban luar maupun dalam. Alhamdulillah saran teman bikers membawa manfaat. Setelah saya ganti dengan ban berbahan Kevlar dengan pattern yang jelas, dan ukuran ban luar-dalam sesuai, nggak ada lagi jadwal kempes 2 minggu sekali. Dan, nggak perlu lagi keserimpet di tikungan setiap kali nge-rem 🙂

baca: Tipe Sepeda Gunung

Ow iya…setiap kali saya bersih-bersih sepeda sore-sore, teringat dulu sering ada omongan…ngapain kamu rajin-rajin bersihin sepeda? Toh, nggak akan ada yang lihat.

Iya memang siih.. sepeda itu bagi saya buat dipakai. Dipakai ngantor, dipakai jalan-jalan, dipakai belanja, kadang dipakai buat lomba fun bike sekadar refreshing aja. Saya tetap bersyukur, kendaraan ini meskipun sederhana tetapi setia mengantar saya untuk mencari nafkah. Sementara kalau (beranggapan) kendaraan(nya) yang lebih hebat dari sepeda tetapi hanya untuk dilihat-lihat, dipandang-pandang di rumah, parahnya lagi kalau dibiarkan kotor bin dekil saking enggan bersih-bersih, ya buat apa juga ya?? Kalau cuma untuk dilihat-lihat beli aja pajangan.

Tips Berkendara Saat Banjir

Tips Siaga

Beberapa Tips Berkendara Saat Banjir :

1. Nyetir di tempat  banjir nggak perlu ngebut. Kenapa? Untuk menghindari cipratan berlebih di ruangan mesin yg berpotensi bikin mogok.

2. Nerjang banjir paling aman pakai gigi 1 (mobil matic pindah ke L atau 1). Karena beban mobil lebih berat waktu menerjang banjir

3. Nggak perlu resah urusan knalpot kemasukkan air. Kenapa? Karena knalpot gak akan bisa kemasukkan air selama mesin tetap nyala.

4. Ketimbang knalpot, yg harus diperhatikan justru filter udara di ruang mesin. Bagian ini lebih rentan bikin mogok di banjir karena filter udara yg kemasukkan air (cipratan dari menerjang banjir) bisa bikin mogok. Maka dari itu perlahan saat melintas.

5. Jika memungkinkan, hindari berhenti ditengah banjir. Karena saat mobil berhenti, permukaan air akan naik di ruang mesin.

6. Kenapa nggak boleh terlalu digas waktu lewat banjir? Karena filter udara semakin kuat menyedot udara. Makin berpotensi menghisap air.

7. Selalu siaga dan cermat. Tanpa disadari, yang bikin mobil kita mogok justru terjangan ombak air berlebih dari mobil sebelah.

8. Setelah melewati genangan, jangan langsung mengebut. Cukup berbahaya karena kondisi rem kita masih sangat licin.

9. Cara mengeringkan rem setelah melewati genangan? Cukup lakukan rem kecil berulang hingga terasa menggigit kembali.

10. Untuk mobil manual, usahakan menghindari menginjak kopling saat berada di genangan banjir. Mengapa? Menginjak kopling di genangan banjir membuat air masuk ke transmisi. Berpotensi merusak transmisi karena oli bercampur air.

11. Jika belum familiar dengan jalan yg dilewati. Usahakan jangan melintas pinggir jalan. Mungkin saja ada selokan.

Safety Driving

BB Mindset (quote)

BB nya nggak aktif, jadi mana mungkin aku bisa ngontak dia….

Sering dengar kalimat serupa itu? Atau kita termasuk yang juga sering mengatakan demikian di saat BB teman atau relasi sedang tidak aktif?

Semenjak Blackberry menjamur di kalangan masyarakat tak pandang usia, kalangan, profesi apapun, siapapun, secara menyeluruh tiba-tiba saja muncul pola pikir baru, bahwa BB/BBM adalah satu-satunya alat komunikasi yang telah menjadi harga mati. Tak punya BB, atau memiliki BB namun secara kebetulan sedang tidak aktif, maka langsung disimpulkan tak bisa berkomunikasi. Pesan tak bisa tersampaikan. Invalid command. Dsb.

Padahal, apa yang salah dengan alat komunikasi jarak jauh lainnya?

Betapa anehnya pola pikir akan teknologi di kalangan masyarakat kita, beranggapan bahwa salah satu sarana komunikasi yang tengah naik daun dan merebak di mana-mana (pada masanya) adalah satu-satunya jalan bagi terciptanya hubungan komunikasi. Seolah tanpa BB komunikasi jadi stuck. Pesan jadi mustahil tersampaikan, masalah menjadi tak menemukan solusinya. Padahal, kalaupun dalam situasi dan kondisi di mana BB tidak bisa dihubungi, lantas apa salahnya dengan mencoba sarana lainnya? SMS, telpon, email, inbox, atau media apapun sebagai alternatif. Sehingga adapun sesuatu yang sifatnya urgent masih bisa tersampaikan, tidak perlu terhambat untuk mencari solusi.

Bagi saya pribadi, saya menegaskan kepada teman-teman maupun relasi, mau menghubungi saya via BBM, SMS, telepon, email, facebook, dsb. pokoknya melalui akun apapun yang saya miliki, tak masalah, tetap akan saya respon as soon as possible. Jadi, nggak perlu kuatir saya cuekin. Di mata saya, BB itu cuma salah satu dari sekian banyak alat komunikasi. Nggak bisa di-BBM, ya kirimi SMS. Kalau SMS tak berbalas (mungkin yang di sana lagi nggak ada pulsa) ya ditelepon aja. Kalau ditelpon masih nggak mau respon juga, dikirimi email juga ‘not responding’ ya datengi saja langsung orangnya. :mrgreen:

Banyak jalan menuju Roma, bukan? 🙂

From:
#ilikkitik – BB Mindset

Ngilangin Penat

Joget

Jenuh melekat jadi satu dengan penat karena tuntutan pekerjaan sehari-hari.
Holooohh kesannya tuh super sibuk sekaleee…
Caramu gimana untuk mengatasi rasa pegal, penat, dan jenuh?

Terlalu lama berdiam di depan komputer bisa membahayakan kesehatan dan bisa berakibat fatal. Duduk minimal empat jam di depan komputer bisa menyebabkan berhentinya fungsi proses tubuh.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine memperingatkan bahwa orang menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer memiliki resiko mengidap penyakit berbahaya yang bisa berakibat kematian.

Terlalu sering duduk di komputer tanpa aktivitas fisik membuat individu memiliki kelebihan berat badan. Akibatnya, tubuh rentan terhadap serangan jantung penyebab kematian.

Bahkan jika tidak memiliki masalah berat badan, tidak adanya aktivitas otot terus-menerus menyebabkan perubahan-perubahan berbahaya dalam tubuh.

“Setelah empat jam duduk, tubuh mulai mengirimkan sinyal berbahaya,” ujar peneliti utama Elin Ekblom-Bak. Dia mengingatkan bahwa empat jam adalah periode ketika gen yang mengatur glukosa dan lemak yang terkait dengan proses tubuh berhenti berfungsi.

Olahraga teratur tidak cukup untuk mengimbangi proses berbahaya setelah duduk di depan komputer atau duduk di belakang meja. Peneliti menyarankan agar bergerak dan melakukan beberapa latihan peregangan otot setelah beberapa jam. Karena latihan akan kembali menyegarkan tubuh setelah duduk lama.

This is my way. Daripada tetap terpagut di depan PC, kadang sekadar meluangkan waktu dengan browsing, sambil dengerin musik, nonton movie, ngerumpi, ngemil, pergi ke pantry, toilet, atau mushola yang jauhnya hanya berjarak beberapa langkah dari ruang kerja. That’s not good enough.

Diam-diam aku menyelinap keluar dan mencari tempat buat feel free to express, like walking, singing and dancing. Pokoknya puas-puasin dah! Yaa paling tidak, lumayan buat ngilangin jenuh dan pegal. Sumpeh! Asli! Bikin hati senang dan riang. Oop’s! Asal jangan ketauan siapa-siapa 😎

Lagunya sih bukan Iwak Peyek. Gambarnya cuma ilustrasi lho…

Foot Pump

Lagi, ada-ada aja tentang sepeda.

Niatnya semula memompa ban setelah membersihkan sepeda yang baru keguyur hujan selama tiga hari. Belakangan bannya terlihat agak kempes. Yah, bukannya jadi bertambah anginnya malah yang ada selang pompa patah karena karetnya sudah lapuk.

Ke toko sepeda. Setelah berhasil memperoleh selang pengganti baru. Timbul masalah, menurut si pemilik toko, untuk menyambungkan selang ke mulut pompa nantinya potong saja bagian ujung karet selang lalu masukkan ke mulut pompa dan ikat selang dengan tali atau karet gelang.

What a solution! Cara seperti itu dulu pernah dilakukan si mamang ketika pompa sepedaku mengalami kerusakan serupa. Selang cukup dipotong,  disambungkan ke pompa, lalu diikat dengan tambang tipis. Tetapi untuk menahan tekanan angin sebesar 100 psi pada ban sepeda nyatanya malah bikin selang sambungan buatan tersebut jebol lagi.

Keterangan dari si pemilik toko tersebut sama aja dengan solusi si mamang. Sama sekali opsi tersebut nggak aku ambil. Yang ada, utak-atik memelintir ulir baut yang menutupi kepala selang. Lumayan! Selain menguras waktu juga energi. Caranya bisa menggunakan kunci pas nomor 12, atau tang, atau jepit buaya. Menggunakan kunci pas memang membuat baut berputar tapi tidak membuatnya terlepas. Akhirnya mesti dipaksa dengan tang dengan cara diputar sambil ditarik. Karena bagian pipa kecil berulir itu memang fungsinya bukan untuk di ujung selang dan bukan pula untuk di mulut pompa, melainkan untuk ditempatkan di sisi tuas floor pump.

??????????????????????????????? ???????????????????????????????

Nah, setelah terlepas pipa kecil berulir itu barulah hubungkan ujung selang dengan pompa. Supaya posisinya aman dan tidak mudah lepas, aku berinisiatif memolesinya dengan perekat besi sebelum memasangnya. Berhasil! Sekarang pompa usang tipe pompa injak ini sudah bisa berfungsi lagi.

???????????????????????????????

Reparasi Sepeda

Belinya udah kayak sekadar belanja barang sehari-hari aja. Langsung tunjuk ke si mas di supermarket, liat-liat sekilas. Berasa sreg dengan modelnya. Langsung deal! Nggak pake periksa dulu segala komponen yang melekat padanya, untung waktu itu nggak kepikiran juga nyari-nyari expired date-nya sekalian 😉

Waktu itu Desember 2012. Berarti kalo ngitung kalender baru tiga bulan nih sepeda. Awalnya berasa ok banget. Wara-wiri kesana-kemari maunya beroda dua terus. Lupakan roda empat, apalagi kalau yang rodanya lebih dari empat. Misalkan roda lima. Hah?

Jiah! Menyebalkan! Entah mungkin karena pemakaian yang kadang tak kenal ampun. Terkadang tanpa sengaja terjebak harus dikayuh dalam guyuran hujan deras. Jadilah bagian crank mulai berulah. Melonggar dan lepas begitu saja. Padahal tak ada yang kurang sesuatupun. Berulang kali aku mencoba berjuang sendiri mereparasinya dengan cara mandiri, alias belum aku bawa ke bengkel sepeda atau ke toko sepeda. Yang ada kuambil langkah-langkah so’ iyeh banget hehe… bolak-balik keluar-masuk toko sepeda dan toko teknik sampai pegawai tokonya kayak yang heran gitu hihi… maklumlah, in a small town begini berasa aneh kali yaa? Mulai dari beli baut, crank, kunci pas nomor empat belas dan alat pemutar baut. Rada apes, soalnya untuk crank nggak bisa berdiri sendiri alias mesti belinya satu set dengan Gear. OMG! itupun sulit ditemukan di kota kecil ini, dan kalaupun ada harganya selangit. 😯 Setelah beberapa kali mencoba ngakal-ngakalin dan mencoba lagi memperbaikinya secara mandiri akhirnya berhasil sejauh 3 hari ini belum terlihat tanda-tanda keluhannya. Crank dan pedal udah OK, siap gowes lagii! cemungutt!

??????????????????????????????? ??????????????????????????????? ??????????????????????????????? ??????????????????????????????? ???????????????????????????????