Opaque

Jenis cemilan satu ini memang agak kurang rasa.

Kemarin selepas pekan libur panjang, ada yang bawain ini sebagai buah tangan. Melengkapi aneka oleh-oleh lainnya dibawa oleh beberapa teman, yang juga memberondong pantry. Sayangnya, opak nyaris tak ada yang melirik. Ikatan kantong plastiknya masih erat. Berbeda dengan cemilan-cemilan lainnya yang langsung tandas tanpa menghitung putaran jam. Mungkin karena opak itu rasanya hambar. Nah, daripada jadi mubazir, esoknya di rumah saya buat aja sambal rujak. Jadi deh, si opak dicocol sambal rujak baru terasa maknyusnya.

opak dari Majalengka

 

Setiap hal yang datang pada kita mungkin tidak semuanya sesuai harapan, mungkin terasa hambar di ranah rasa kehidupan kita. Tergantung bagaimana kita menyikapinya.

 

Kebetulan dapet quote dari @aagym di hari yang sama:

“Nikmat yg Alloh berikan kepada kita sangatlah banyak.

Sayangnya kita selalu sibuk dengan keinginan dan harapan sehingga lupa menyempatkan diri untuk mentafakuri nikmat yg Alloh berikan.
Jangan sampai kita sibuk dengan apa yang belum ada tapi sibuklah mentafakuri nikmat yang sudah ada.”

#Abdullah Gymnastiar

Fortuner?

Ba’dah maghrib begini tengah nongkrong di angkring roti bakar di totoar ruas Jalan Raya Sunan Gunungjati yang sedang macet-macetnya. Namanya negeri kita negeri yang banyak musim. Kalau menjelang Idul Fitri udah pasti musimnya mudik. Jadi hari ini, dan bahkan sejak kemarin ruas jalan tujuan Indramayu-Jakarta ini tengah dipadati rentetan bus antar kota. Bus-bus kosong. Di sisi badan bus terpampang spanduk dengan teks “mudik bareng nasional”, sepertinya bus-bus itu dikerahkan ke ibu kota guna mengangkut para calon pemudik.

Lagi nunggu pesanan saya dibuatin, tiba-tiba ada mamang becak lewat terus langsung menatap saya sambil berteriak …”mobilnya jangan parkir disini, bikin sempit jalan!” Saya sama tukang roti saling melongo, emang itu Fortuner siapaaaa… kita pada ngga tau. Saya memang satu-satunya pembeli saat ini. Dan sejak tadi mobil dimaksud sudah lama parkir di sisi trotoar dekat gerobak roti bakar. Laaah, saya ngga bawa mobil 😅😅😅😅

Jadi terpikir, barangkali aja ucapan si mamang tadi adalah do’a buat saya yang udah lama mendamba pingin ganti yang sudah usang. Iya diamini aja kali yah? Walau selama ini ngga terbersit sampai yang segede Fortuner, haha….

Carnivora

Ceritanya sore ini diundang bukbernya gabungan antara EP dan Persero.

IMG_20190521_165736-1036x777

Udah dari pukul empat sore menyimak khusyu sambutan-sambutan dari jajaran manajemen termasuk tausiyah dari ustad, mata saya dan teman-teman lagi-lagi melirik deretan sajian yang terhidang di meja. 😊😊

Begitu adzan Maghrib berkumandang serentaklah kami menyerbu meja saji. Cup Teh Tong Tji, kurma, kolak pisang, puding, risoles, martabak mini, jadi target awal, eh….malah ada juga yang langsung melipir ke sate ayam, empal gentong, dan lontong. Langsung cari yang nampol rupanya 😀

Tergesa pula saya dan teman-teman antri di tempat wudlu untuk lanjut shalat Maghrib berjama’ah. Tuntas shalat, lanjut antri lagi di meja saji. Porsi sate yang saya ambil mengundang tawa kedua teman saya. Cukup banyak memang, hehe…. Perkaranya yang saya ambil ini sepiring sate ayam, semangkuk empal gentong daging sapi, bakso, tanpa lontong, kehabisan. Jadilah menu saya malam ini berkategori carnivora 😂😂😂😂

 

Bocah Tanggung

Dalam ruang kelas. Saling bercakap di antara kita terkadang tentang fluktuasi suatu nilai dan fenomena, tentang perbandingan nilai harga suatu produk dari sisi kualitas dan kuantitas, tak jarang pula kita menertawakan lakon panggung politik lewat media yang kita lihat. Sejenak meninggalkan kelas untuk penerapan profit ekonomi terencana.

Lalu bocah tanggung datang bergabung. Membaur tanpa canggung. Celotehnya kesana-sini nggak nyambung. Ditanya tentang laut jawabannya gunung. Lontar cemo’oh berulang menelaah pada setiap gerak dan gestur kita, leluconnya sama sekali nihil nilai jual. Dia terhibur – dengan sinismenya sendiri.

Kita hanya saling berpandang. Melipat senyum dalam kulum. Gegas kembali kita dalam perkuliahan tentang kehidupan.

Se’i Sapi

Lagi ngelewatin Jl. Garuda abis dari gallery seluler, melintas di deretan kedai makanan. Salah satunya ada papan tertulis Se’i Sapi. Daripada penasaran akhirnya saya berhenti sejenak dan memang waktunya makan siang.

se’i sapi with sambal matah Heriyu Jl. Garuda 16 Cirebon

Irisan dagingnya tipis, bertekstur empuk, rasanya gurih ditambah pedasnya sambal matah nyerang banget.

Flat Tire

Paling risih kalau lihat satu aja ban mobil rada kempes. Makin terlewatkan pengecekannya makin gembos aja itu ban, manding-mandingnya buru-buru dibawa dan diperiksa minimal ke service tambah angin, supaya dicek tekanan anginnya dan ditambah. Selagi masih bisa diservice.

Karena secara logika, nggak mungkin kita memastikan laju kendaraan bisa lancar, lebih lagi tinggi kecepatannya, sedangkan untuk stabil saja tidak mungkin kalau kondisi satu dari keempat ban ada yang kempes.

“Nggak apa kempes satu, kan masih bisa mengandalkan tiga lainnya,” kira-kira ada nggak ya yang punya pemikiran seperti itu? 😅😅

Ya itu tadi, langkah pertama coba dicek kondisi ban yang kempes tadi, ditambah tekanan angin, diservice lah pokoke, kalau nggak bisa juga mungkin bannya memang udah gundul, ya artinya satu ban rusak itu kudu di#ganti. Daripada membuat laju kendaraan roda empat jadi tidak stabil dan berpotensi membahayakan secara keseluruhan baik bagi pengemudi maupun penumpang.

#jernihpikiran

Salam Kelingking Ungu

Di masa sekarang kita menjadi bangsa yang sangat peka terhadap setiap moment. Apapun itu maka dalam sekejap saja serentak hampir semua dari kita inginnya ikut terlibat dalam moment tersebut, tak lupa mempublikasikannya sebagai bukti keikutsertaan.

bukan ikut-ikutan salam kelingking ungu, tapi memang tadi memar abis kejepit laci meja 😅😅😅😅