Grey

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

 

Bikin ranah rasa mengelabu, manakala mendung justru menari-nari di depan mata menampakkan kegerhanaannya menutupi pesona mentari. Lebih menjadi abu-abu lagi ketika rasa mengelabu justru disangka “pink”. Pink dari Hongkong?

Ngapain di Jumat siang, enaknya kemana ya? Pinginnya sih piknik, tapi butuh budget besar. Yaudah, melipir aja dulu deh ke gang…nyari yang dingin-dingin šŸ˜ abis itu biasa, kembali ke rutinitas, sembari menikmati jazzy online-nya Abdul & Coffee Theory. Alhamdulillah pas banget pas kebanjiran job. Tapi aneh juga sih aku, lagi abu-abu pengennya nraktir orang, untung aja tadi melipir ke es campur Olahraga nggak ada yang ikut šŸ˜€ at least daripada kayak temen ane nih… kalau lagi bete lebih memilih mengelana ke tengah hutan terus manjat pohon. Kayaknya teman aku itu masih warga bangsa serigala hehe….

 

Advertisements

Mencarimu di Temaram

Langkahku terus beritme menapaki granit mengilap berwarna krem, pantulan cahaya dari pijaran di langit-langit sesekali menyebabkan percikan bak gemintang pada permukaannya.

Jalan pikiranku melarut dalam senyap di tengah keramaian khalayak pengunjung pusat perbelanjaan bertingkat tiga ini. Tiada satu pasang matapun ingin kulekati, sebagaimana mereka, hanyalah sosok-sosok asing yang bukan tak mungkin memiliki tuju yang sama. Karena nyata kudapati sudah ada yang lain mendahului niatanku melawan sepi di jelang temaram jingga di penghujung pekan.

Aku mencarimu. Meski bukan aku satu-satunya. Banyak yang menyukaimu. Lebih pula kalangan muda. Menggilaimu hingga rela menunggui satu demi satu untuk kau sudahi dahaga istimewa yang hanya padamulah keistimewaan itu menjadi buah bibir hingga tiada berkesudahan karena kamu tinggalkan kesan manis dan pahit berkesinambungan di ujung pencita rasa. Di jelang temaram senja, meski harus menempuhi petak ruang dan waktu, di antara deru, dan keterasingan yang akrab, kumencarimu, My fave iced Black Coffee šŸŗ

Kelangan

Bukan penyimak genre dangdut, apalagi kalau menggunakan bahasa daerah, mungkin ada sedikit aku ngerti bahasa Jawa, tapi saat menyimak lagu ini aku bisa merasakan gimana sakitnya…

Baru tahu infonya kalau ini adalah lagu daerah Banyuwangi dinyanyikan olehĀ WandraĀ dan di panggungĀ DA Asia 3 dibawakan manis olehĀ GabrielĀ šŸ™‚

 

WANDRA - " KELANGAN " LOve One Nada 201405:21

WANDRA – ” KELANGAN ” LOve One Nada 2014

Hang sun karepnoā€¦biso ambi riko
Selawaseā€¦.yo mung ambi riko..
Tapi kelendi maningā€¦ceritone wis bedo
Saikine riko wis sing ono
di gowo wong liyo

Hang sun karepnoā€¦biso ambi riko
Selawaseā€¦.yo mung ambi riko..
Tapi kelendi maningā€¦ceritone wis bedo
Saikine riko wis sing ono
Di gowo wong liyo

[Reff:]
Kelangan isun iki wis kelangan
Kembang…hang sun eman eman
Loro rasane ati mulo loro
Kudangan..di gowo wong liyo
Lilo sun cobo ngelilakeno
Masioā€¦ abot hang sun roso
Hang sun karepnoā€¦biso ambi riko
Selawaseā€¦.yo mung ambi riko..
Tapi kelendi maningā€¦ceritone wis bedo
Saikine riko wis sing ono
di gowo wong liyo

Hang sun karepnoā€¦biso ambi riko
Selawaseā€¦.yo mung ambi riko..
Tapi kelendi maningā€¦ceritone wis bedo
Saikine riko wis sing ono
Di gowo wong liyo

[Reff:]
Kelangan isun iki wis kelangan
Kembang…hang sun eman eman
Loro rasane ati mulo loro
Kudangan..di gowo wong liyo
Lilo sun cobo ngelilakeno
Masioā€¦ abot hang sun roso

Kelangan isun iki wis kelangan
Kembang…hang sun eman eman
Loro rasane ati mulo loro
Kudangan..di gowo wong liyo
Lilo sun cobo ngelilakeno
Masioā€¦ abot hang sun roso

Loro rasane ati ya Gab, lah ya iki dudu digowo wong liyo tapi mekso minta digowo karo wong liyo. hadeeeh@$%#*!?

Terhiburkan

“Gila!”

Ujar teman sebelah mejaku seketika. Biasa aja, aku nggak concern jauh-jauh karena udah jadi kebiasaan teman sebelah meja kerjaku begitu, kadang sing a long dengan suara kaleng rombengnya, kadang ngakak sendiri di depan pc, kadang komen-komen seenak udel, cuma semata dia hobi nonton film, nge-games online, kadang baca-baca info heboh seputar seleb atau tokoh. Dan aku abaikan itu. Udah ngga aneh.

“Gila!”

Pekiknya sekali lagi. Masih kutak ambil peduli.

“Nih kalau kayak begini gue mesti suka apa ngeri ya? Gue mending pulang apa nggak ya?” Lanjutnya.

Dia menoleh padaku. Jadi kali ini dia minta pendapatku, serta-merta dia miringkan layar pc nya ke arahku.

“What? Siapa yang gila?” Kukira dia sedang menyimak info selebriti yang tengah bikin sensasi. Aahh itu juga udah nggak aneh. Sore ini sebenarnya pikiranku lagi penat, mata juga sepet, lihat pemandangan persoalan itu-itu lagi di seberang sana, lagu lama diputar dan ditayangkan kembali. Ada hikmahnya siang tadi nggak ikut hadir, mungkin bisa-bisa malah nyakar-nyakar daun pisangnya deh. Bosan, jemu, tapi tak bisa mengalihkan dari hamparan acting yang memuakkan yang tertangkap kamera. Dasar aja yang bikin acting-nya nggak kreatif, pirex eh perex, n nggak move-on, mainnya kandangan melulu šŸ˜›

Gimanapun aku nggak memperlihatkan tentang apa yang mengganggu pikiran pada sesiapa tetapi tiba-tiba tetangga sebelah mendadak sore ini bikin aku ketawa guling-guling.

Yang dia tunjukkin di layar pc nya adalah seperti biasa di jelang sore yaitu ajakan pulang dari istrinya. Secara emang istrinya satu kerjaan dengan kami tapi beda gedung kantor. Lokasi kantor istrinya berjarak lima ratus meter dari kantor kami jadi komunikasi seringnya via aplikasi komunikasi di pc seperti ipmessenger. Nah, sekali ini bukan sekadar kalimat…”ayo pulang…” melainkan lebih horor…

ay… ayo pulang, sore ini aku bawa kabel charger buat ngiket tangan kamu di saat kita bercinta nanti

šŸ˜† :mrgreen: šŸ˜€

Komit

Just share, dari kisah ini emang rasa-rasa lagi ngemilin rujak cuka šŸ˜€

Apa menurut lo tentang arti sebuah janji? Sesederhana apapun sebuah janji tetaplah janji. Buat gw hukumnya harus ditepati karena itu adalah wujud penghargaan gw terhadap diri dan orang yang bersepakat bersama.

Pernah, gw diminta nemenin seorang temen cewek di suatu event. Tanpa ada pikiran apa-apa gw langsung ok aja. Pula gw respect berkesempatan bersamanya agar bisa lebih saling mengenal, semasa ini agak sukar waktu memberikan kita peluang bahkan sekadar untuk berbincang. Sesuai waktu dan tempat yang kita sepakati bertemulah kita di sana. Namanya acara ramean yang hadir bukan gw sama dia doank, banyak. Sepagi itu pula di mana bening embun semestinya jernih dan tembus pandang, tidak dengan suasana mood gw yang mendadak butek alias suram. Kemarin dua sampai tiga kali ngomong ke gw minta ditemenin begitu ketemu besoknya seharian dia malah nemenin temannya. Gw ulur aja, ngasi kesempatan barangkali ada hal penting lain yang ingin dia bahas dengan temannya. Berharap apa yang dibahasnya lekas tuntas dan dia ingat akan permintaannya kemarin. Mau ikut nimbrung nggak enak karena ngga kenal, mau gw tinggalin saking udah betenya tapi separuh hati gw masih teguh memegang janji untuk menemani. Alhasil sampai acara selesai n bubar gw lebih mirip mbeeeekkk… Kalau mbek sih karuan sekujur badannya berbulu tebal, bukan kakinya aja yang mirip bulu sikat kakus *saking bete gw*.