Like or Dislike

Percaya nggak, daripada melulu memikirkan yang nggak disuka lebih baik mengungkapkan apa yang disuka.

Memulai hari dengan apa yang disuka tentu akan memberikan energi positif minimal buat diri sendiri. Syukur-syukur apa disuka eh, ternyata disuka juga oleh orang-orang di sekitar kita. Kalaupun nggak, yah mending-mendingnya nggak perlu mempertajam perbedaan, lebih baik mencari hal lain lagi yang mungkin disuka. Intinya, daripada melulu mengisi jiwa dengan energi negatif bukannya lebih baik mengisi jiwa dengan energi positif? Dari tentang yang disuka akan lebih banyak mengundang minat menyenangkan dan melapangkan wawasan bagi orang-orang sekitar. Setelahnya kamu bisa mengungkap pula kenapa kamu menyukai sesuatu itu. Betul apa betul? Boleh dicoba deh.

Coffiesta: Alam Lestari

Coffiesta Part 4: Alam Lestari

Lay, temen aku yang satu ini puaaaaling getol berkuliner ria. Sepertinya bisalah dia diangkat jadi duta wisata kuliner baik domestik maupun internasional 💡

Sebenarnya Selasa siang (6/9/16) kita nggak ada niatan secara khusyu tentang kuliner. Destinasi awal dari kantor hanya sekadar ingin menjenguk seorang teman yang sedang sakit dan dirawat di RS. Permata Cirebon di Jl. Pilang Raya jam sebelas siang.

Menurut hukum tradisi ala DC, biasanya seusai suatu kunjungan serupa itu harus diakhiri sekalian dengan makan siang. Iyalah tentunya sebelum kita kembali ke kantor. Sekali ini rupanya lagi-lagi tanpa disengaja rombongan kami terpecah. Bukan seperti biasa bikin pecah suasana. Satu rombongan Rumpiers keluar dari pekarangan RS menuju Jl. Tuparev. Logis, secara di Tuparev berjejer beragam tempat makan menyisir tepi jalan. Tetapi rombongan kecilku, bersama dua orang teman, Lay & Jil, kita putar arah. Kalau mereka ke Tuparev, kita keluar lewat Pilang Raya. Menurut Lay, daripada bosan dengan kuliner yang biasa-biasa mending nyari tempat baru dan unik, pokoknya dijamin aku bakal betah disana. Tempatnya agak tersembunyi dari keramaian, tapi scen-nya greeny and homey. Dia juga dapetin info tentang resto itu dari instagram temannya.

Menapak pertama kali di Alam Lestari, arahnya dari Jl. Pilang Raya (seberang markas militer Arhanudse) Cirebon masuk ke Perumahan Pilang Setrayasa. Lokasinya Jl. Setrayasa Barat V/7 Cirebon. Begitu memasuki perumahan Pilang Setrayasa, nemu perempatan pertama-belok kiri (ada Plang Alam Lestari), nemu lagi perempatan-lewatin aja, di perempatan kedua-lihat ke kanan, nah disana tempatnya. Nggak jauh kan? Di jam makan siang banyak juga kendaraan motor dan mobil parkir di depan pagarnya.

Dari tampak depan benar-benar rumah. Memangnya mau ke rumah siapa ini?

al1-c

al1-a
inferior berkonsep kebun Alam Lestari, Cirebon
ayee!
ayee!

 

Milk Shake Oreo dan Es Kerinduan
Milk Shake Oreo dan Es Kerinduan

 

Inferiornya di depan berupa teras, ruang tengah lengkap dengan tv, ke dalam lagi kita mendapati kebun, nuansa alam terbuka, go green, rapi dan bersih. Meja dan kursi berdesain meubel kayu minimalis. di bagian tengah terdapat tempat lebih luas dengan konsep lesehan untuk rombongan lebih banyak. Uniknya di sekeliling kebun terdapat deretan kamar. Iseng temanku bertanya pada pramusaji. “Itu ruang kamar atau apa?” lalu si pramusaji menerangkan bahwa itu adalah deretan kamar-kamar karyawan Resto Alam Lestari. Mereka tinggal di sini. Can you imagine that? They really taking care of this place. Menu yang kami pilih yaitu Chicken Steak (35K), Milkshake Oreo (16K), Tenderloin Steak (55K), Es Kerinduan (20K), MpeMpek Palembang (15K), Es Teh Manis (5 rb saja). Bukannya menikmati hidangan dengan khusyu tanganku sibuk mainan smartphone gara-gara habis-habisan dibombardir serbuan bbm teman-teman The Rumpiers, “Tegaaaaaa…. 😯 nggak ngajak-ngajak kita!!”

Thumbs up for Lay & Jil. Nemu…. ajah…. nemu ajah…. tempat kuliner yang beda. More thank’s! You really know how to let me out of the blue. Without worries how to get there, no matter what, no matter how, vehicle is just a matter of spinning wheels, get fun is number one!

#yang-ga-suka-fun-kita-parkir-ajah

Green Food Maknyus!

Janten emut ka lembur … :mrgreen:

???????????????????????????????

Siapa bilang cabe rawit dan terong hijau tak bisa dijadikan santapan siang?

Ah bisa-bisa aja kok. Alhamdulillah dapat pemberian dari seorang sahabat sebungkus cabe rawit dan terong hijau. Besoknya coba-coba aku masak, terong hijau setelah dicuci bersih, iris, lalu goreng dan tambahkan sambal cabe rawit yang sudah diulek bersama dengan cabe merah jangan lupa sedikit garam yaa.. tak luput pula dibuat sambal terasi segar sebagai teman lalapan. Uiiiihhh santap dengan nasi panas di saat makan siang… bueeennnerr maknyuss! Thank’s yaa buat mba Ana 😉

Eh, dari tadi kok malah ngebahas soal makannya aja? Terong hijau ternyata punya khasiat baik juga lho buat kesehatan. Dari situs blog Manfaat Buah dan Sayuran

http://manfaat-buahsayuran.blogspot.com/2012/12/manfaat-terong-hijau.html

dijabarkan sebagai berikut,

Terong hijau merupakan tumbuhan yang masuk ke dalam family solanaceae dan genus solanum. Tanaman ini berasal dari India dan Sri Lanka. Merupakan tumbuhan hijau yang biasanya ditanam setiap tahun untuk di ambil buahnya. Buahnya ini biasa dijadikan sebagai sayur sebagai menu pelengkap makanan.

Terong hijau berperan sebagai anti kanker, anti kejang, serta pendepak gangguan pembuluh darah. Terong hijau mengandung skopolamin, strikin dan skoparon yang mampu menghambat serangan sawan, rasa gugup, dan juga kekejangan saraf. Untuk itulah buah ini biasa digunakan untuk mencegah serta mengobat serangan epilepsi dan penyakit kejang-kejang lainnya. Di negara Korea, terong dikonsumsi setelah dikeringkan terlebih dahulu sebagai obat sakit pinggang, encok dan nyeri lainnya. Lalu gimana kalau di-jus? Jus terong mampu menekan kerusakan sel-sel dengan penyimpanan kromosom sebagai pertanda adanya kanker di dalam tubuh. Kandungan tripsin inhibitor yang terdapat di dalam buah ini di yakini mampu melawan serangan zat yang dapat memicu kanker.

Arem-Arem Mie

Arem-Arem Mie dan Lemon Juice
Arem-Arem Mie dan Lemon Juice

Mengisi liburan memang asyiknya pulkam atau mungkin pergi ke tempat-tempat wisata. Pastinya menyenangkan ya? Meski seringnya terjebak kemacetan di tengah perjalanan? hehe… Nah, bagi yang kebetulan liburannya nggak kemana-mana, yuk kita icip-icip cemilan asyik. Sebenernya resepnya dapet dari Yahoo! tapi di sini takarannya sedikit dikurangi, karena namanya juga buat percobaan, jadi porsi dikit-dikit aja dulu.

 

 

 

Arem-Arem Mie

Apa aja bahannya?

– 2 bungkus mie instan lengkap dengan bumbu mie instannya
– 1 butir bawang merah, kupas, iris tipis
– 1/4 butir bawang bombay, kupas, iris tipis
– 1 buah wortel, cuci, kupas, potong kecil-kecil, rebus sebentar, tiriskan
– 2 butir telur ayam
– 3 sdm kecap manis
– 6 sdm susu cair
– 2 sdm daging korned
– garam dan merica secukupnya saja, kurang dari 1/2 sdt
– daun pisang untuk membungkus
– minyak goreng untuk menumis

Yuk, kita mulai bikin….

1. Siapkan penggorengan yang sudah diberi minyak goreng. Masukkan irisan bawang merah dan bawang bombay, garam, merica, dan kecap manis. Kemudian masukkan wortel. Tumis hingga harum.
2. Rebus mie instan bersama bumbunya, jangan sampai terlalu matang. Angkat dan tiriskan.
3. Siapkan mangkuk. Aduk telur. Tuangkan susu cair, aduk lagi. Masukkan mie instan ke dalam mangkuk kemudian aduk hingga rata.
4. Masukkan adonan mie ke dalam penggorengan tumisan. Menyusul daging korned. (Karena kebetulan tidak tersedia daging cincang, saya menggantinya dengan daging korned 😀 ) Aduk-aduk hingga rata dengan nyala api kecil. Setelah mengering matikan api. Ambil adonan dengan sendok makan, letakkan dalam daun pisang dan bungkus. Hasilnya diperoleh delapan bungkus.
5. Kukus selama sekitar 20 menit, atau hingga matang.
6. Angkat. Sajikan dengan saus sambal. Arem-Arem Mie terasa semakin mantap sebagai teman minum lemon juice.