Someday

Selepas mengerjakan seabreg rurinitas rumah sepulang kerja dan baru tuntas di jelang pukul sepuluh malam. Lagi buka-buka lagi akun facebook sembari muterin tembang lawas. Eh, lah kok ya pas banget saat sebuah nama yang udah sekian lama nggak pernah nongol di beranda kabar berita, malam ini baru aja meng-update sebuah posting, berbarengan dengan lantunan manisnya Debbie Gibson & Chris Cuevas, Someday, dari music player-ku.

Lagu manis itu dulu bukan sekadar kenangan di antara kami, lebihnya semacam sebuah ikrar janji, entah nantinya kita masing-masing berada di mana, suatu hari nanti kita akan bersama lagi. Sembari melantun lagu tersebut berdua di jalan setapak di bukit Cibodas (kala itu sedang dalam event piknik sekaligus perpisahan sekolah), jauh di dalam batin yang tak terhitung kedalamannya, serasa teriris. Usiaku dan dia masih lima belas ketika itu. Belum memiliki otoritas atas diri untuk menentukan jalan hidup. Mengingini untuk melanjutkan masa depan bersejajaran karena telah dia begitu percaya menitipkan segala kisah, dan pula aku mengibaratkannya kotak pandora, hanyalah sebatas angan dan secuil harapan untuk suatu hari nanti.

Sesuatu yang kali ini ingin kulayangkan pada langit tentang keingintahuanku, mengapa individu berbeda dan peristiwa serupa berkurun dua tahunan, selalu bersinggah sepanjang hidupku?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s