4 days

Seumur-umur kerja, baru kali ini dapat tugas standby di jelang Idul Fitri, di hari-hari cuti bersama. Segala faktor memang sangat mendukung penugasan buatku, posisi rumah paling dekat ke kantor, ada data produksi yang harus update setiap hari termasuk di hari libur, dan aku nggak kemana-mana, nggak punya agenda mudik lebaran. Jadilah empat hari aku bertugas stand by @office sesuai jam kerja berlaku selama bulan Ramadhan: 7-15.

H1 – Horor di siang bolong

Nggak ada mikir apapun selain apa yang mesti kukerjakan di hari pertama Senin pagi, ngupdate data produksi mulai dari data hari Sabtu sebelumnya sampai data hari Minggu. Selesai update jam sembilan pagi. Jiiaaahhh…server mati. Aplikasi buat entry data otomatis nggak bisa diakses. Who’s to call? Di hari begini benar-benar sebatang kara aku di kantor. Adapun kemarin lihat list jadwal stand by mestinya ada beberapa rekan yang stand by juga tapi ternyata cuma jadwal ‘buat laporan aja’. 😦 Orang IT nggak ada, si boss juga nggak ada. Lah terus piye iki data? Pintu ruang si boss lampunya nyala, begitu aku tengok yaah… kosong. Muter otak, aku cek ruang sebelahnya tempat pc server. Nekad aku masuk, nggak pake nyalain lampunya dulu karena kupikir toh masih ada cahaya matahari masuk lewat jendela, meski ruangan itu terlihat remang. Meja pc server berada di paling dalam di sudut ruangan. Kucoba otak-atik pc server, pc itu masih tetap dalam kondisi aktif. Hanya sebatas klak-klik buka windows explorer, nyari link-link entah apapun, buka command prompt, nihil! Nggak ngerti harus diapain dan gimana caranya mengaktifkan servernya. Aku keluar lagi dan kembali ke ruang kerjaku. Kucoba jalan lain, lewat database access, artinya harus aku buat dulu datanya dalam bentuk template manual. Hiyaaaa… berasa sedang nyoba berpindah-pindah dari kemudi matic ke kemudi manual. Selesai dalam waktu tiga jam. Nyatanya tetap saja aku menemukan jalan buntu saat mencoba meng-uploadnya lewat database access. Ada nomor urut harus diisi dulu tapi susunan nomor per sumurnya tidak berurut. Haduuuhh pusing pala jodha! Jam sudah menunjuk hampir pukul dua belas siang, adzan dhuhur pun berkumandang dari masjid berjarak sekitar lima ratus meter dari kantor. Penasaran dengan server, aku kembali menyambangi ruang server. Kali ini pake nyalain dulu saklar lampu dekat pintu. Tanpa pikir macam-macam kucoba lagi utak-atik. Lagi serius-seriusnya kepoin pc server, tiba-tiba…

BRAAKK!!!

Sontak aku menoleh kaget ke arah sumber suara. Sebuah odner terjatuh dari tumpukkannya di kursi di sebelah meja server. Still with calm, aku beranjak dan mengembalikan odner yang mendadak jatuh sendiri tadi ke tumpukkannya, lalu mematikan saklar lampu dan kutinggalkan ruang server setelah pintunya kututup kembali. Hmm… aneh kalo diinget. Tumpukan odner tadi tidak terlalu tinggi, hanya ada dua tumpukkan di atas kursi yang tinggi kursinya hanya setinggi lutut dewasa. Kalaupun terjatuh suaranya mungkin nggak akan sekeras itu, lah ini sih dari suara hentakkannya seolah odner itu dibanting. Hiiyy…. tapi ya sudahlah, kembali aku fokus merapihkan file yang kukerjakan tadi. Abis itu matikan pc lalu pulang. Masih ada tiga hari berikutnya berpetualang stand by.

H2 – si boss dan langkah mute-nya

Pintu ruang kerja kubentang lebar pakai apar besar sebagai pengganjal agar pintu tidak menutup secara otomatis. Padahal bisanya kalau weekend aku kesini santai aja sendirian di ruang kerja dengan pintu tertutup. *masih keinget tentang odner kemarin*.

Sekitar jam delapan tiga puluh, akhirnya si boss nongol juga, langsung aja aku infokan keluhan tentang data yang belum bisa diupload karena server-nya mati. Sebentar aja si boss nanganin masalah server, malah dia pake ikut nunguin juga sampai kerjaanku kelar (nunggu di pos jaga di basement).  Cuma, tadi kenapa pas si boss masuk nggak ada sama sekali kedengeran suara langkahnya ya? Padahal kalau di hari-hari kerja biasanya langkah kaki si boss tuh paling berisik. *nepokjidat* kenapa tadi aku nggak merhatiin kakinya ya? kali aja nggak napak ke lantai makanya nggak kedengeran apa-apa pas dia datang dan pergi tadi. Jam sepuluh, kelar udah kerjaanku. Turun ke basement, pulang. Nggak lupa pamit dulu ke si boss yang lagi ngobrol sama shift jaga di pos. Tuh kan…. lupa lagi aku, nggak liat kakinya wkwkwk…

H3 – Dikunjungi Supervisor.

Si Mbak Pengawas sidak sekitar jam delapan. Biasa aku nggak pernah ngobrol sama beliau jadi mau nggak mau ngobrol juga deh sejenak. 😊

H4 – nothing happen

All done, lancar jaya abadi, udah ah, jam delapan lima belas dah kelar, pulang. Cuaca masih suam-suam kuku, sepertinya enak nih buat lanjut jalan-jalan. Besok lebaran.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s