Salah Alamat

Baru deh sekali ini saya masuk ke sebuah warung makan tapi berasa ‘salah alamat’. Bukan karena menunya nggak menarik atau nggak enak, tapi berasa aneh dengan surrounding-nya. Malah sempat mendadak terbersit di kepala, jangan-jangan ini tempat pemotongan hewan.

Sebenarnya lokasinya udah cukup strategis, di tepi jalan raya, berjejeran juga dengan semarak penjaja makmin dari mulai gerobakan, resto/cafe, dan food court lainnya di jalur lingkungan kampus, sekolah, dan perkantoran. Ruangan cukup luas, meja panjang dan kursi tersedia cukup banyak, bersih, namun sepi pengunjung. Jalan masuk didominasi pintu besi tertutup rapat, hanya menyisakan celah kecil saja untuk jalan masuk-keluar. Udah lebih mirip tempat ritual pemujaan. Beberapa lembar poster iklan herbal terpampang di dinding. Begitu melangkah masuk, perasaan sungkan mendadak merayapi jiwa, seorang wanita paruh baya berwajah sosialita dengan paras rada jutek langsung menanyai apa keperluan saya. Tiba-tiba aja saya jadi berasa seolah datang dengan maksud minta dana sumbangan 😛 Iya saya langsung aja bilang mau beli bandeng presto goreng satu aja dan dibungkus. Lihat roman si nyonya batal niat semula nanti mau maksi di sini pas ada kesempatan maksi di jam isoma minggu depan. Lalu sembari dipersilakan duduk di salah satu kursi, saya disuguhi minum teh tawar. Oke sih, mungkin bagian dari service mereka. Tapi, makin berasa datang seperti tamu, bukan pengunjung yang mau beli makanan. Untungnya, ini adalah agenda survey di awal, bukan untuk langsung makan di tempat. Setelah pesanan saya diberikan, saya dipersilakan langsung menuju meja kasir, sebuah meja di mana terdapat tumpukkan barang yang sama sekali nggak berkaitan dengan keperluan warung makan. Seorang laki-laki gemuk paruh baya juga, penampilannya juga layaknya golongan elit, lima detik masih saja asyik perhatiannya tertuju pada ponselnya sembari bersandar santai di jok kursi, padahal saya sudah menyodorkan selembar lima puluh ribu *tanpa merasa perlu bertanya berapa harga menu tadi*. Sikapnya kayak yang nggak butuh dibayar jualannya. Setelah akhirnya dia terima lalu memberikan kembalian seraya menyebutkan jumlah uang kembalian tanpa ucapan terima kasih. Hadeeehhh…. salah alamat saiah 😵 *pantes aja kosong gitu, sepi pengunjung*.

IMG_20180406_183725_20180406224306594-777x1036

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s