The Secret of Carstensz (a Novel Review)

Cover Carstensz_edit

4.884 Meter di atas permukaan laut (mdpl), Carstensz, nama lain dari Puncak Jayawijaya, puncak gunung tertinggi di Indonesia, memiliki salju abadi, dan merupakan salah satu gunung tertinggi di dunia. Tak hanya sekadar tertinggi tetapi menyimpan kekayaan alam yang luar biasa.

Krisna Kusuma dan teman-teman pendaki gunung terbaik Indonesia, mendapat tantangan besar untuk mendaki (kembali) ke Puncak Carstensz, hanya kali ini dengan bayaran sedikitnya tujuh ratus juta rupiah. Meski selama ini pengalaman pendakian gunung yang dilakukan Krisna dan teman-temannya tidak untuk pencarian uang, tetapi dengan mempertimbangkan sejumlah uang tersebut sekiranya bisa untuk membantu kedukalaraan keluarga salah satu temannya, sebagai penebusan atas retaknya persabatan Krisna dengan sesama teman pendakinya di Gunung Slamet yang menyebabkan kematian temannya, maka Krisna menerima tantangan tersebut. Tentu saja ini bukan semata untuk tujuan berwisata alam melainkan untuk menjalankan program penting dan sangat rahasia dari sebuah perusahaan pertambangan dan para oknum birokrat yang memiliki kepentingan eksploitasi tambang emas di tanah Papua. Para anak muda pendaki professional itu pun tidak diberitahu secara detail tentang program yang dijalankan oleh The Board. The Board sudah menguasai tanah Papua lebih dari tiga dekade. Triliunan rupiah asset alam sebagai sumber daya devisa berada di bawah kendali empat direksi besar The Board yaitu Big Pappy, John, Zach, dan Ron yang masing-masing berkedudukan di negara yang berbeda.

Informasi di awal program dipaparkan oleh Rita Evingrad, salah seorang pekerja perusahaan Papua Resources (PAPRE), sebuah perusahaan bayangan yang dibentuk oleh penguasa tambang di Amerika, perusahaan manufaktur yang merancang peralatan tambang modern. PAPRE sendiri merupakan salah satu satu pecahan dari perusahaan pertambangan Union Mini Lab pada tahun 1992. Union Mini Lab (UML) bergerak di bidang penelitian sejumlah peralatan tambang mikro. Pada tahun 1984, seorang peneliti UML bernama Robert Standford berhasil menemukan sebuah prototype alat yang bisa digunakan untuk menemukan emas di dalam perut bumi. Robert Standford mengembangkannya salama dua puluh tahun. Alat ini telah teruji secara akurat dan telah dipakai oleh beberapa perusahaan di Timur Tengah dalam kegiatan eksplorasi pertambangan.

Tahun 1996, Robert Standford menghilang dalam sebuah misi eksplorasi di Puncak Carstensz. Dua belas orang tergabung dalam misi itu. Tujuh di antaranya ditemukan tewas akibat badai dan longsoran salju, dua orang meski sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat tetapi tidak terselamatkan. Tersisa tiga orang lagi. Salah satunya adalah Robert Standford, si peneliti prototype. Beberapa pihak telah berupaya mencari Robert Standford dalam kurun waktu enam bulan namun tidak berhasil. Robert dan kedua rekannya seolah benar-benar lenyap ditelan bumi. Setelah peristiwa itu misi UML dinyatakan ditutup. Kini, setelah dua puluh tahun berlalu, setelah kemajuan teknologi semakin canggih dengan adanya Google Earth dan Google Map, The Board bekerja sama dengan orang PAPRE, termasuk beberapa orang terkait berupaya kembali mencari Robert Standford dan prototype buatannya tersebut. Karena itulah mereka menyewa para pendaki gunung professional untuk menemukannya di kawasan Puncak Carstensz. Demikian paparan versi Rita Evingrad yang dipercayakan oleh The Board.

Maka berangkatlah Krisna dan timnya dengan keluguan. Tidak terbersit kecurigaan apapun di kepala mereka. Hingga ketika para pendaki tengah beristirahat di camp bersama para porter palsu di bawah pimpinan Tobo, tanpa sengaja Rinjani, adik Krisna, memergoki carrier yang dibawa oleh seorang porter anak buah Tobo, membawa senjata api dan bahan peledak dalam jumlah cukup banyak. Untuk apa membawa benda-benda berbahaya tersebut dalam pendakian gunung? Hal ini membuat Krisna dan teman-temannya merasa curiga pada Tobo dan tim porter bawaannya. Sebaliknya Tobo balik mencurigai Krisna dan teman-temannya, merasa bahwa sebagian niat tersembunyinya sudah diketahui Krisna. Merasa sesuatu hal semakin terasa aneh, Krisna bersama tim kecilnya memutuskan kabur dari Tobo dan para porter. Untunglah kelihaian Krisna dan teman-temannya karena memang sudah sangat berpengalaman menjelajahi pegunungan sehingga mampu mengakali Tobo dan para porternya yang sama sekali tidak berpengalaman dalam pendakian. Namun dengan segala daya dan tekanan komando dari atas, Tobo bersama pasukannya terus mengejar Krisna dan teman-temannya. Tobo tahu persis, anak-anak muda itu tidak mungkin dapat bertahan lama karena mereka tidak memiliki persediaan makanan dan perlengkapan lainnya yang dibawa oleh porternya Tobo. Namun Krisna dan teman-temannya tidak punya pilihan lain. Adapun tetap mengikuti alur program yang telah ditetapkan The Board, tetap saja, Krisna sudah membaca, bahwa Tobo di bawah komando Arnold, tidak akan membiarkan Krisna dan teman-temannya kembali dengan selamat setelah program itu terpenuhi. Di ketinggian dan kenyamanan apartement tempat tinggalnya, Big Pappy bersama timnya memainkan peran politis. Menebar fitnah kepada pemerintah, memprovokasi tokoh Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Belanda agar segera mempersiapkan proklamasi kemerdekaan Papua. Tujuan utamanya semata-mata memperoleh keleluasaan penuh penambangan emas dalam jumlah tak berhingga di Perut Naga. Sebutan sebuah pegunungan di wilayah Papua yang telah diteliti menyimpan tambang emas dalam jumlah sangat besar.

Setelah pada akhirnya pelarian Krisna dan teman-temannya berujung pada perjumpaan dengan Robert Standford di sebuah persembunyian. Banyak rahasia terungkap. Stanford juga menunjukkan pada anak-anak muda itu tentang apa yang selama ini menjadi incaran The Board maupun perusahaan tambang besar lainnya di luar negeri yatu Perut Naga. Sebuah tembok batu raksasa berwarna kelabu berbentuk lingkaran daru ujung barat ke ujung timur, berdiamter sekitar enam kilometer. Di bawahnya terdapat kawah beruap berwarna kebiruan. Tepat di bawah itu puluhan orang sedang bekerja menggunakan tali-temali, pemecah batu, dan gerobak-gerobak troli besar dengan rel baja di bawahnya, mesin-mesin hammermill, electrowinning, dan beberapa mesin reaktor. Aktivitas hilir mudik dilakukan kedalam dan keluar terowongan. Sebagian dari mereka terlihat sedang mempelajari peta dan laporan metalurgi, sebagian lain tengah melakukan clearing celah tebing. Orang-orang di bawah sana tengah berupaya membuka jalan ke dalam tebing. Struktur topografi dataran ini meliuk-liuk membentuk huruf S, karena itu disebut Perut Naga. Standford sudah menduga dalam kurun waktu dua puluh tahun setelah dirinya menghilang di kawasan Puncak Carstensz, pihak-pihak berkepentingan seperti The Board akan memburunya. Untunglah pihak yang benar akan keluar sebagai pemenang. Standford mendapat perlindungan Pemerintah RI, isu yang disebarkan The Board akal-akalan Big Pappy dan timnya tidak berhasil mengguncang Jakarta dan membuat OPM terprovokasi. Justru sebaliknya terbukti bahwa fitnahan tentang mayat-mayat para peneliti dan penduduk lokal Papua yang dua puluh tahun lalu ditudingkan sebagai ulah TNI ternyata terkuak adalah ulah para kaki tangan bayaran The Board. Penambangan emas di Perut Naga kini berada dalam pengawasan pemerintah. The Board kalah bermain.

*****

Kisah petualangan yang sangat mendebarkan. Bukan sekadar cerita tentang bagaimana menaklukan alam di rimba belantara pegunungan, dalam kisah ini sekaligus dipaparkan banyak hal pengetahuan sejarah PT. Freeport Indonesia dan penambangan mineral emas dan tembaga di Grasberg termasuk jumlah perolehannya, tentang era kepemimpinan Presiden Soekarno, masa meledaknya Gerakan 30 September 1965, pengangkatan Jendral TNI Soeharto sebagai Presiden RI di tahun 1967 bersamaan setelah itu masuknya kontrak PT. Freeport Indonesia ke Papua.

Novel yang baru saya temukan berbeda dengan novel-novel lainnya. Novel ini menurut saya memiliki nilai lebih. Menyingkap banyak hal di salah satu sudut Indonesia yang mungkin saja kita belum tahu.

Ada salah satu paragraf yang menarik, Robert Standford mampu bertahan hidup selama dua puluh tahun dengan fasilitas hidup yang sangat terbatas, tetapi terus mengembangkan penelitiannya. Krisna tidak bisa membayangkan ada orang seperti Robert pada generasi sekarang. Jangankan untuk membuat sesuatu yang berguna, anak-anak muda zaman sekarang bahkan tidak akan bisa bertahan hidup tanpa sinyal telepon genggam. (Episode 35, Hal 251)

Sebagai generasi muda, sosok Krisna dan teman-temannya memberikan inspirasi pada kita, bahwa meski kita menggeluti suatu bidang profesi apapun ada baiknya memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan, memahami sejarah bangsa sendiri, dan memperkaya pengalaman dengan karya-karya bermanfaat.

Judul Novel:

The Secret of Carstensz

Eksplorasi Tiada Henti Tanah Papua

Penulis: Marino Gustomo

Co-Writer: Zaynur Ridwan

Penerbit: Salsabila, Pustaka Al-Kautsar Group, Jakarta Timur

Cetakan Pertama, Januari 2017

ISBN: 978-602-1695-40-1

Jumlah halaman: 324 halaman

Baca juga:

Emas di Papua, Ditemukan Belanda Digarap Amerika

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s