Martabak Lap Bima

Edisi Minggu pagi ini joggingnya di kawasan GOR Bima. Kayaknya kalau kesana bukan olahraganya yang banyak tapi ngulinernya 😀 Meski begitu, masih lumayan juga jika memarkir kendaraan di area parkir yang tersedia di halaman kantor yang memang tidak terpakai di Hari Minggu, selebihnya sambil berburu kuliner sambil gerak badan juga karena lokasinya masih lumayan jauh ke arah GOR Bima.

Martabak 5.000 ala lapangan Bima

Simple banget, satu lembar kulit lumpia dipanaskan taburi dengan irisan kol dan daun bawang, telur ayam, lumuri dengan saos sambal dan sedikit garam, boleh ditambah irisan cabe rawit jika ingin lebih pedas. Cukup lima ribu rupiah aja.

Sayangnya, seandainya ada petaturan dari pihak berwenang supaya kondisi Minggu pagi disini lebih tertib seperti di area Car Free Day-nya Asia Afrika-Cikapundung Bandung pasti akan terasa lebih nyaman, tentunya juga harus didukung keinsyafan pribadi masing-masing individu bahwa ada baiknya setidaknya satu minggu sekali keluarlah dari kemalasan akut yang begitu terpelihara untuk sekadar berjalan kaki pagi, syukur-syukur kalau berlari pagi itu lebih baik. Dan Area GOR Bima di Minggu pagi nggak perlu sekusut ini. Apakah kesadaran berolahraga akan menunggu usia renta di saat kakimu tidak lagi kuat berjalan?

Berebut jalan antara pejalan kaki, pengendara motor, dan pengenadara mobil di GOR Bima, Cirebon
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s