Mencarimu di Temaram

Langkahku terus beritme menapaki granit mengilap berwarna krem, pantulan cahaya dari pijaran di langit-langit sesekali menyebabkan percikan bak gemintang pada permukaannya.

Jalan pikiranku melarut dalam senyap di tengah keramaian khalayak pengunjung pusat perbelanjaan bertingkat tiga ini. Tiada satu pasang matapun ingin kulekati, sebagaimana mereka, hanyalah sosok-sosok asing yang bukan tak mungkin memiliki tuju yang sama. Karena nyata kudapati sudah ada yang lain mendahului niatanku melawan sepi di jelang temaram jingga di penghujung pekan.

Aku mencarimu. Meski bukan aku satu-satunya. Banyak yang menyukaimu. Lebih pula kalangan muda. Menggilaimu hingga rela menunggui satu demi satu untuk kau sudahi dahaga istimewa yang hanya padamulah keistimewaan itu menjadi buah bibir hingga tiada berkesudahan karena kamu tinggalkan kesan manis dan pahit berkesinambungan di ujung pencita rasa. Di jelang temaram senja, meski harus menempuhi petak ruang dan waktu, di antara deru, dan keterasingan yang akrab, kumencarimu, My fave iced Black Coffee 🍺

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s