Tetap Menghijau

Sesiang ini ada sesuatu di teras samping rumah yang mengusik pandangan mata. Entah ini tanaman apa dan dari mana, bukan sengaja ditanam.

Kalau diperhatikan, dia tumbuh di celah paving block yang tanahnya saja mungkin kurang subur, bahkan kering dan terpapar panas matahari begitu menyengat. Meski bagian terawal dedaunannya ada yang layu, tapi lihatlah bagian atasnya, terus bertumbuh dan menghijau. Luar biasa ya semangat tanaman ini.

Sama halnya hidupku. Bukannya nggak jarang di masa-masa sebelumnya pernah dikecewakan, bahkan mungkin dimusuhi, dibenci, dijauhi. Namun kuinsyafi, ada banyak penyampaian kekecewaan yang dilontarkan padaku juga asal muasalnya berasal dari perilakuku yang mengecewakan orang lain. Sehingga yang kulakukan bukan membiarkan seluruh daun hijau semangatku melayu semua, yang layu biarlah berlalu, terus mengoreksi dan memperbaiki diri, tetap merangkul dan menjalin silaturahim. Bolehlah tengok di akun media sosial si wajah buku pun diramaikan oleh kicauan teman-teman, bolehlah tak percaya sembilan puluh persen dari mereka yang hingga kini setia meramaikan postinganku sudah pernah atau malah sering kecewa denganku begitupun sebaliknya. Tetapi kita sadar, adapun kita saling menegur bukan karena benci, fitnah, dan untuk mengobar permusuhan melain karena kita saling peduli dan ingin membaikkan karib sesama kita, insyaf diri bahwa kita manusia makhluk sosial hidup di dunia bermasyarakat bukan minion hidup di pulau bidadari :mrgreen:

Advertisements

Nasi Ayam Khas Semarang

Selamat pagii semua 🙂 udah sarapan apa pagi ini? O’iya, udah jogging kemana pagi ini? Masih moyoy? Astagfirullah… masih belia kok semangatnya aki-nini sih say? 😀 Hayu ah semangat dan kembangkan senyum, lapangan hati, hidup hanya sekali, usah pelihara rusuh resah, yiuuu aah… sarapan dulu kitah Nasi ayam khas Semarang. Kalau pagi-pagi sembari belanja atau bersepeda, atau jalan pagi, mampirin sejenak pojok pasar tradisional Kanoman masih nggak jauh kok dari toko oleh-oleh khas Cirebon di sana.

 

 

Sebungkus nasi ayam khas Semarang komplit ini isinya nasi putih, suiran ayam, telor dan tahu semur, sayur waluh, kerecek, dan kuah kari. Rasanya agak manis, tapi suka ditawarin juga pake cabe rawit masak. Nyarinya pagi-pagi lho, pernah aku mampir ke Kanoman siang sekitar jam sebelasan, udah nggak ada tapaknya 🙂