Cheese Om

Telolet eh, omelet

Masih di edisi liburan kira-kira mau bikin sarapan apalagi pagi ini? yang ada ajah bahannya.

Satu butir telur, siapkan dalam wadah, bubuhi sedikit garam, aduk dengan garpu Selembar keju tipe slice potong setengah bagian. Siapkan teflon dan olesi dengan mentega, panaskan. Dadar telur, masukan setengah lembar keju. Lipat dadar telur sebelum matang di penggorengan. Sajikan. Rasanya hmmm…lumerroo uno haha ..

Sedikit irisan mangga simanalagi dari halaman sendiri, taburi irisan cabe merah, sekadar untuk penyegar. Mari sarapan 🙂

 

Tempe

Pekan yang panjang untuk libur pasca Idul Fitri 1438H, sewajarnya gerai-gerai makanan masih offline, pasar pun masih sepi. Lalu, mau ngemil apa ya pagi-pagi? Masa iya ngemilin opor sama rendang? 😀

Intip ada apaan aja di lemari pendingin, nemu sebatang tempe, di tempat bumbu dapur masih ada tepung bumbu serba guna, yuukk aah…bikin gorengan tempe…

Rendam dulu aja selama satu jam tempe mentah dalam mangkuk berisi air hangat yang telah dimasukkan setengah butir bawang putih dan setengah sendok teh garam. Setelah itu sisihkan tempe, aduk-aduk dalam taburan kering bumbu serba guna

Susah Move on

Terilikikitik dari tulisan di blog tetangga bertema susah move on, pengertian susah move on itu kebanyakan diartikan orang adalah tentang seseorang yang udah putus sama kekasihnya tapi belum bisa membuka hatinya untuk kehadiran orang yang baru lagi. Jiwa susah move on sebenarnya bermakna luas. Misal, dulu saya dikenal sebagai pribadi childish, teman-teman saya di masa itu bahkan sudah memberi stempel dan bahkan sepertinya itu adalah stempel abadi dalam pikiran mereka bahwa seumur-umur saya tetap sebagai ‘si childish’. Padahal, tulisnya, seiring dengan berjalannya masa, bertambahnya pengalaman hidup, bisa memberikan pembelajaran bagi jiwa dan perilaku. Mungkin dulu dicap childish, tapi apakah para pemberi stempel itu terus berada bersama berdampingan dan bersisian sepanjang hidupnya bersama saya? Sehingga ketika dalam suatu perjumpaan mereka mencoba menyulut-nyulut emosi ‘si childish’, semisal dengan cara mengajak debat kusir suatu topik yang urgensinya aja bahkan nggak ada. Ternyata umpan itu dimentahkan, yang dulu dicap childish kini sudah jadi pribadi dewasa, dan cukup menepis umpan emosional itu dengan senyum aja *pake senyumnya shaun the ship pula*. Maaf bro, saya muslim dan saya sedang shaum. Sembari ditinggalnya begitu saja si penyulut emosi. hehe….

Kesimpulannya, begitulah pribadi yang susah move on. Mengira bahwa karakter individu tidak bisa berubah. Dan parahnya, dia mengira orang dari masa lalu dikira masih serupa dengan yang lalu, membuat kalkulasi perkiraannya sendirilah yang tidak move on.