Berserah Diri

Image

Dalam Al-Qur’an surat Lukman ayat 22, yang artinya:

“Barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah sedangkan dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang pada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah lah kesudahan segala urusan.”

Berserah diri bukan berarti mengabaikan usaha, tetapi justru harus berupaya sekuat kemampuan yang ada. Gambaran orang yang berserah diri adalah seperti orang yang menggantungkan jiwanya pada Arasy Tuhan, sementara kakinya menapak di bumi.

Untuk dapat berserah diri, diperlukan sikap mental yang positif. Dasarnya yaitu, kita harus selalu berprasangka baik kepada-Nya. Meyakini, bahwa ketentuan apapun yang ditetapkan-Nya bagi kita merupakan pilihan terbaik, yaitu sejalan dengan doa yang selalu kita mohonkan pada setiap shalat.

Demikian pula Rasulullah saw. dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Akhmad, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah danIbnu Hiban, bersabda:

“Jika kalian berserah diri kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa, niscaya Dia menjamin rezekimu sebagaimana Dia menjamin kebutuhan burung yang terbang di waktu pagi dengan perut kosong, dan pulang di waktu sore dengan perut kenyang.”

Adapun indikator keberhasilan dari berserah diri, yaitu tidak adanya rasa was-was, khawatir, ataupun kecewa; tetapi yang adalah ucapan penuh rasa syukur ‘alhamdulillah’ atau dengan penuh rasa ikhlas ‘innalillahi wainnaillaihi rojiun’.

Jelaslah, bagi orang yang berserah diri, segala tindakannya semata-mata karena mematuhi perintah Allah. Dia berlaku baik bukan sebagai balasan karena orang telah berlaku baik kepadanya, tetapi kabaikan itu dilakukannya karena Allah memerintahkannya untuk berbuat kebajikan.

Kunci agar dapat berserah diri kepada Allah yaitu harus selalu berprasangka baik kepada-Nya. Berusahalah dahulu dengan segenap kemampuan yang ada, kemudian serahkan ketentuan hasilnya kepada Allah SWT. Apapun hasil yang diperoleh dari usaha kita, yakinlah itu merupakan yang terbaik atau yang paling sesuai dengan kebutuhan kita saat ini.

Demikianlah yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Fajar Ramadhan segera menghampiri dunia, selembar sutra menghapus noda, sebening embun penyejuk kalbu, sucikan hati bersihkan jiwa di bulan yang suci. Mohon maaf lahir & batin. Selamat menunaikan ibadah puasa.

Sentuhan Kalbu
Oleh: Ir. Permadi Alibasyah

Ilustrasi Berserah Diri

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s