Discount Card

Terik siang begitu membakar. Tuntas sebuah aktivitas di tengah kota terlintas ide untuk sekadar mencari minuman segar. Karenanya aku mampir di sebuah minimarket. Saat mengantri di kasir, sapaan akrab mengejutkanku. Hey! Rupanya tiga orang di depanku adalah teman-teman lama. Dulu mereka pernah turut ambil peran dalam workshop iatmi di Novotel dan Grand Mercure (sekarang Phoenix) Yogyakarta tahun 2008. Spontan kami saling berjabat erat dan menanyakan kabar, tak ketinggalan membahas produk-produk yang sedang discount di minimarket. Yaa kalau buatku discount apa…lah cuma minuman kemasan dingin dan ice cream. Usai membayar, seorang dari mereka menyodorkan member card miliknya. Aku sempat bengong. “Lumayan loh mut. Discount-nya bisa sampai dua juta,” kelakarnya. Aku pun tergelak. Ya sudah karena ekspresinya pun terlihat bersungguh-sungguh, aku terima.

It’s not about what or how much.

That’s what a friend is. Terlepas dari apa, dan bukan perkara nominalnya berapa, apapun itu. adalah dia, the one that you call friend, someone who gives you a help without asking. Mungkin kamu nggak meminta, bahkan terlintas dalam pikir pun tidak. Tetapi datangnya dari rasa solidaritas, meski dalam bentuk paling sederhana sekalipun.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s