Sejenak di Kecamatan Asri

sumber1Penunjuk waktu yang menggantung di dinding ruang kerja petugas menunjukkan pukul setengah sepuluh, tepatnya aku mendapat panggilan yang ketiga kalinya dari loket ketiga Kantor Samsat. Kelar udah urusan pembayaran pajak STNK sejak sejam yang lalu. Tapiii… masih pagi nih, he… he… he… *seketika melompat keluar ide dari kepalaku untuk rehat sejenak sebelum kembali ke markas*.

Celingak-celinguk keluar dari kantor kepolisian tersebut, pandanganku menyapu seisi pelataran parkir depan, cari-cari dagangan mak-min yang menggiurkan 😀 Jeeeehhh… ternyata masih sepiii! Baru ada juga paling pedagang kaki lima yang jual dompet dan gantungan kunci motor en mobil. Yaudah! Kulanjutkan berjalan kaki sejauh kurang lebih tiga ratus meter menuju alun-alun di depan kantor DPRD Kecamatan. Lumayan! Di sana udah ada beraneka jajanan mak-min. Langsung kupilih seat paling nyaman setelah memesan satu porsi somay batagor, yaitu di sisi pot besar bersegi empat tempat tanaman pohon rindang sehingga pandanganku bisa leluasa menikmati jernihnya langit biru.

Ini saat menyenangkan setiap kali setiap tahun aku mengurus pajak STNK kendaraanku. Seperti terlempar jauh dari orbit rutinitas dan dari hiruk pikuknya aktivitas masyarakat kota, meskipun jarak tempuhnya dari utara ke selatan. Dan aku menyebutnya Kecamatan Asri, karena meski wilayah ini sangat kecil dengan luas wilayah ± 2.788 Ha, letak ketinggian dari permukaan laut ± 2000m, namun segalanya tertata rapi dan kebersihannya sangat terawat, dari mulai bangunan kantor-kantor pemda, perumahan, dan tanaman serta pohon-pohon yang tersebar di sepanjang jalan rayanya.

Heyy!! Tiba-tiba mataku menangkap sesuatu melayang-layang di langit. Haha… lebay amat! Cuma layang-layang berwarna-warni penuh kreasi dan berekor panjang. Mataku terus mencari-cari si penarik-ulurnya. Hmm….nyatanya masih ada bocah-bocah menggemari permainan layang-layang di era ini. Yupz! lebih menyenangkan rasanya melihat bocah-bocah seperti mereka begitu bersemangat menarik-narik benang layangan, mengadu benang layangan hingga benang layangan temannya terputus, berlari-lari, berteriak, tertawa bebas di alam terbuka 🙂

ilustrasi

Advertisements

2 thoughts on “Sejenak di Kecamatan Asri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s