Untukmu, Pengisi Hatiku

“Tuhan, bahagiakanlah dirinya bersama pendampingnya. Meski Kau tak menakdirkannya untukku, aku tahu aku akan lebih bahagia dengan Mr.Perfect yang telah Kau rencanakan untukku suatu hari. Cukuplah rasa ini bertahan hingga saat ini, aku mohon buanglah perasaan ini Tuhan. Aku tak ingin lagi terbayang-bayang dan menjadi bayang-bayang untuknya. Aku sudah cukup puas mengagumi dan mencintainya. Ambil perasaan ini, Tuhan ….

Untukmu kembali, selamat berbahagia. Jangan kecewakan orang-orang yang mencintaimu. Semoga kau dapat mengenang cintaku. Aku pun begitu. Kau akan menjadi sebuah kenangan terindah di hidupku.

Untukmu, Pengisi Hatiku …”

Kompasiana
FIKSI | 06 October 2011 | 13:18
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s