Tobat Facebook

Adaaaa kali ya?

Ya ada aja kali, di dunia ini yang namanya situs jejaring sosial yang user-nya paling sering kebablasan sepertinya adalah facebook users. Bener nggaknya ya coba aja riset sendiri dah! gkgkgk…. including me? Oh pastinyaaa! hehehe… daripada nunjuk2 orang mending kita koreksi diri masing-masing aja yee?

Dikarenakan gw juga udah termasuk salah satunya yang udah kebablasan ber-facebook ria sampai-sampai merusak tatanan harmoni sosial, beuh! Dari mulai salah paham, sekadar iseng, diadu-domba, difitnah, dan banyak lagi racun dunia sebagai dampak dari interaksi sosial di facebook. Nggak berarti juga si Zuckerberg yang salah siih…. at least menurut gw, karena intinya adalah para user-nya sendiri yang membuat masalah.

Nah, salah satu resolusi gw di tahun 2011 ini adalah “Clean Facebook“.

Artinya, selain gw membangun account baru dan meninggalkan account lama, gw berupaya membuat account baru adalah new performance dari image gw yang selama ini udah tercoreng-moreng akibat ulah gw sendiri maupun ulah mereka yang ‘memanfaatkan’ keadaan. Setahap demi setahap hingga akhirnya berhasil. Wall facebook baru gw buat benar-benar Clean. Tak perlu ada orat-oret tentang keluhan  kerjaan, teman, atasan, atw ttg boss. Sebaliknya, gw tulis tentang cinta, perasaan berbunga, gembira, dan bahagia, tentang persahabatan, dan tentang motivasi. Berbagi lagu-lagu cinta, religi, atau tentang jalan-jalan dan kuliner di postingan music maupun notes. Hasilnya… good! Alhamdulillah… nggak perlu lagi ada resah-rusuh yang hanya menimbulkan perselisihan dan permusuhan. Dan gw bahkan nggak ragu untuk share postingan-postingan tersebut dengan option “for everyone”! Iyalah, kenapa kita malu atau takut untuk berbagi cerita cinta kepada umum? Kenapa ragu untuk berbagi kisah tentang persahabatan? Siapa yang tak suka ngobrol-ngobrol tentang makanan? Lebih pentingnya lagi, di akun baru tersebut nggak perlu lagi meng-invite biang-biang kerok perusuh, para tukang adu-domba, mulut-mulut ember bocor yang mengira bakalan dapet bintang tanda jasa, dan orang dungu yang doyan makan hasutan, buat apa sampah kayak gitu mesti ada di friendlist, yang ada malah nyusahin aja, ya nggak?

Gimana kalau sewaktu-waktu kan bisa aja gw kebablasan lagi… nulis-nulis yang nggak bener lagi, nulis-nulis semacam dump-posting lagi? Kan namanya juga manusia, tempatnya salah dan lupa. Tenang aja, hal tersebut udah gw antisipasi. Ciaah! Caranya? Yaitu dengan meng-invite teman-teman dari kalangan company users. Uhww! Karena kebetulannya perusahaan tempat gw bekerja ini dipegang sama company users. Jadi kalo gw mw macem-macem ngebuat ulah di facebook… eit! Ati-ati! Jangan sampe cuma gara-gara ulah gw yang secara personal di facebook jadi perkara antar company. Iya nggak?

Yuuksss! Tak bosan-bosannya kuucapkan terima kasih kepada teman-temanku yang telah bersedia  gw re-add setelah gw tutup permanen akun facebook lama. So, selamat tinggal masa lalu! Selamat datang dunia baru yang damai dan penuh persahabatan, cinta, dan perdamaian!

FLP

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s